Digandrungi 1,4 Juta Penumpang, Apa yang Bikin Transjakarta PIK 2–Blok M Jadi Favorit?

Layanan Transjabodetabek rute T31 sukses menjaring jutaan penumpang dalam setahun, sekaligus menandai pergeseran gaya hidup kaum urban ke transportasi publik.

Diterbitkan 23 Mei 2026, 17:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Rute Transjabodetabek T31 Transjakarta alami lonjakan penumpang signifikan, capai 1,4 juta dalam setahun.
  • Rute ini diminati beragam penumpang, dari pekerja hingga wisatawan, karena strategis dan terintegrasi.
  • Peningkatan ini menunjukkan pergeseran ke transportasi publik sebagai gaya hidup, Transjakarta berkomitmen tingkatkan layanan.

Liputan6.com, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatat lonjakan penumpang yang signifikan pada layanan Transjabodetabek rute PIK 2–Blok M (T31). Memasuki satu tahun masa pengoperasiannya, rute ini telah melayani sebanyak 1.409.872 pelanggan dan menjadi salah satu moda transportasi lintas wilayah yang paling diminati masyarakat.

Rute yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 22 Mei 2025 ini mengalami pertumbuhan performa yang kontras. Pada bulan pertama peluncurannya, koridor T31 tercatat baru melayani 112.344 penumpang sebelum akhirnya melesat hingga mencapai jutaan pelesir dalam setahun terakhir.

Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa mobilitas pada rute ini sangat heterogen.

Penumpang tidak hanya didominasi oleh pekerja kantoran, melainkan juga mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum yang ingin berwisata saat akhir pekan.

“Rute ini tidak hanya dimanfaatkan pekerja dan pelajar, tetapi juga wisatawan dan masyarakat yang ingin menikmati kawasan PIK maupun Blok M tanpa harus menghadapi kemacetan dan kerepotan mencari parkir,” ujar Ayu dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Ayu menambahkan, tingginya animo masyarakat dipicu oleh strategisnya jalur T31 yang mengintegrasikan kawasan hunian, pusat bisnis, hingga destinasi wisata populer di Jakarta dan wilayah penyangganya. Fenomena ini sekaligus memicu pergeseran kebiasaan masyarakat dalam bermobilisasi.

"Kami melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat, terutama pada akhir pekan dan hari libur, yang menunjukkan bahwa transportasi publik kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup warga,” kata Ayu.

 

Akses Lebih Praktis dan Aman

Kehadiran koridor PIK 2–Blok M terbukti membuka akses yang lebih praktis, aman, dan nyaman menuju pusat-pusat aktivitas ekonomi, kuliner, serta ruang publik. Berdasarkan data manajemen, tren positif serupa juga mulai terlihat di sejumlah rute Transjabodetabek lainnya. Hal tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa warga mulai beralih dari penggunaan kendaraan pribadi.

Menyikapi pertumbuhan ini, manajemen Transjakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan demi memastikan kemudahan mobilitas masyarakat dari wilayah penyangga ke ibu kota.

“Transjakarta akan terus memperkuat layanan yang aman, nyaman, dan terintegrasi guna mempermudah perjalanan masyarakat dari daerah penyangga menuju Jakarta maupun sebaliknya,” tutup Ayu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6