KNKT Ungkap Penyebab Taksi Green SM Berhenti Sebelum Tertemper KRL di Bekasi

Mobil awalnya berjalan normal dalam posisi transmisi drive (D) dengan kecepatan sekitar 15 km/jam.

Diterbitkan 22 Mei 2026, 07:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pengemudi taksi salah pindah transmisi ke netral saat menurun, menyebabkan mobil berhenti.
  • Mobil tidak bergerak meski digas karena transmisi di netral, lalu dipindah ke parkir.
  • Pengemudi baru bekerja tiga hari; sistem kendaraan dipastikan tidak ada gangguan.

Liputan6.com, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap penyebab taksi listrik Green SM yang berhenti di perlintasan sebidang Bekasi Timur hingga akhirnya tertemper KRL. Dari hasil analisis data kendaraan, pengemudi diduga salah memindahkan posisi transmisi saat mobil melaju di jalur menurun.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, berdasarkan data onboard unit yang berhasil diunduh, mobil awalnya berjalan normal dalam posisi transmisi drive (D) dengan kecepatan sekitar 15 km/jam.

“Jadi taksi tersebut ketika menurun pada posisi D berjalan normal dengan kecepatan antara 15 km/jam,” ujar Soerjanto saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Namun di tengah perjalanan, pengemudi justru memindahkan posisi transmisi ke netral (N). Dalam kondisi tersebut, kendaraan meluncur dengan kecepatan antara 3 hingga 7 km/jam.

“Nah kemudian kendaraan berpindah pada posisi N dan meluncur dengan kecepatan 3 sampai 7 km/jam. Ini kami tidak tahu kenapa kok diposisi netralkan,” katanya.

Saat mendekati perlintasan kereta, pengemudi sempat menginjak pedal gas hingga 25 persen. Akan tetapi mobil tidak bergerak karena transmisi masih berada di posisi netral.

“Sesampainya di perlintasan sebidang, pengemudi berusaha menginjak gas sampai 25 persen, namun kendaraan pada posisi N dan tidak bergerak,” jelas Soerjanto.

Pengemudi kemudian terus menekan pedal gas hingga 51 persen. Namun kendaraan tetap tidak bisa melaju dan akhirnya berhenti tepat di atas rel.

 

Temuan Lain KNKT

KNKT juga menemukan pengemudi sempat memindahkan transmisi kembali ke posisi D, tetapi tidak menginjak gas. Tak lama kemudian, transmisi justru dipindahkan lagi ke posisi parkir (P).

“Selanjutnya handle berposisi pada P, di mana pengemudi menginjak gas, menginjak rem, menginjak on-off, tapi selalu dalam posisi P sehingga mobil tidak bisa bergerak,” ujarnya.

Selain mengungkap kronologi teknis kendaraan, KNKT juga menyebut pengemudi taksi tersebut baru bekerja selama tiga hari setelah direkrut melalui job fair.

“Pengemudi yang terlibat laka baru diterima melalui job fair dan baru bekerja tiga hari,” kata Soerjanto.

Hasil pemeriksaan KNKT memastikan tidak ditemukan gangguan sistem pada kendaraan listrik tersebut. Data onboard unit tidak menunjukkan adanya error pada sistem kendaraan sebelum kecelakaan terjadi.

“Data onboard unit kendaraan tidak terdapat rekaman yang mendeteksi error pada sistem berdasarkan data satu jam sebelum kejadian,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6