Tetelo Penyebab Kematian Ribuan Ayam Petelur

Kematian ribuan ayam petelur di sejumlah daerah di Indonesia dipastikan karena terserang penyakit Tetelo. Persediaan daging dan telur ayam tak akan terganggu selama Ramadan dan Idul Fitri 1424.

Diterbitkan 01 November 2003, 05:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia memastikan kematian ribuan ayam petelur di sejumlah daerah, murni disebabkan terserang penyakit Tetelo Vilogenik atau Vilogenik Viscerotropic Newcastle Diseases. Kendati demikian, persediaan ayam untuk Bulan Puasa dan Idul Fitri 1424 Hijriah nanti tak akan terganggu. Demikian pernyataan Direktur Jenderal Produksi Peternakan Departemen Pertanian Sofjan Sudradjat di Jakarta, Jumat (31/10).

Penyakit Newcastle Disease ini tak menular kepada manusia [baca: Mentan: Penyakit Ayam Tak Akan Menulari Manusia]. Jenis penyakit tersebut muncul pada saat musim pancaroba di mana kemarau panjang terjadi. Nah, kondisi inilah yang melemahkan daya tahan tubuh ayam. Akibatnya, ayam dengan mudah terserang penyakit yang mematikan itu.

Di Jawa Timur, Tetelo menyerang peternakan ayam di empat kabupaten. Angka kematian ayam mencapai 27 ribu ekor atau sekitar 0,03 persen dari total populasi ayam di kawasan tersebut. Penyakit ini juga menyebabkan 0,46 persen dari 44,4 juta ayam di Jawa Tengah mati mengenaskan.

Kendati demikian, pemerintah memastikan stok ayam selama 90 hari mendatang untuk kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi tak akan terganggu. Bahkan, kebutuhan ayam sebanyak 103 juta ekor setiap harinya dapat dipenuhi dari dalam negeri, seperti dari Jawa barat, Jateng, Lampung, dan daerah lainnya. Kondisi yang sama juga terjadi untuk persediaan telur.(LIA/Christiyanto dan Eko Purwanto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6