Liputan6.com, Jakarta - Dua pelaku penikaman seorang pemuda di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berinisial S dan R akhirnya menyerahkan diri ke polisi. Aksi mereka sempat viral setelah korban mengalami luka serius akibat tikaman di bagian perut.
Penikaman itu terjadi di depan Puskesmas Tompobulu, Malakaji, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 22.40 WITA. Korban bernama Umar Sidik (24).
“Korban mengalami luka tusuk pada bagian perut diduga dilakukan oleh pelaku inisial S dan R yang saat ini sudah menyerahkan diri ke Polres Gowa,” ujar Plt Kasatreskrim Polres Gowa, Iptu Arman Tarru, Minggu (4/5/2026) malam.
Advertisement
Arman menjelaskan, penikaman itu terjadi saat mobil korban mogok dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Dusun Pajagalung, Desa Tanete. Umar kemudian berhenti di lokasi yang relatif sepi untuk memeriksa kondisi kendaraannya.
Saat mencoba memperbaiki pengapian, suara knalpot mobil korban yang bising diduga memicu perhatian warga sekitar. Dua pelaku kemudian mendatangi korban untuk menegur, namun berujung cekcok.
Situasi memanas hingga pelaku menikam korban di bagian perut. Umar langsung terjatuh dalam kondisi kritis, sementara pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.
Korban Dievakuasi ke Puskesmas
Warga yang melihat peristiwa itu segera mengevakuasi korban ke dalam Puskesmas Tompobulu. Karena luka yang cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RSUD Jeneponto, sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk penanganan lebih lanjut.
Usai kejadian, keluarga korban bersama warga sempat mendatangi Polsek Tompobulu untuk mendesak penangkapan pelaku. Video insiden tersebut pun viral di media sosial.
Sehari setelah kejadian, kedua pelaku akhirnya menyerahkan diri ke Polres Gowa. Polisi kini masih mendalami motif kejadian. Sementara itu, ada perbedaan keterangan antara pihak korban dan pelaku.
“Motif dari kejadian tersebut kami masih mendalaminya. Pelaku menyerahkan diri itu ada dua orang, tapi ibunya ikut juga ke kantor polisi,” kata Arman, dilansir Antara.
Penyidik juga masih memburu barang bukti berupa senjata yang digunakan pelaku saat melakukan penikaman. Sementara itu, proses penyelidikan terus dilakukan dengan melibatkan pihak kepolisian, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak sendiri dalam menyikapi suatu persoalan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang. Dalam kasus ini, pelaku dijerat Pasal 262 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314177/original/064272800_1785736202-mahfud_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4032168/original/078212600_1653378088-cek_fakta_wuhan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313962/original/012980500_1785727335-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T102000.247.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572560/original/065256200_1777849979-276239.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301718/original/090825500_1784514339-890924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295836/original/083503300_1783953925-863743.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291950/original/043229300_1783580631-847367.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259937/original/086702300_1781521702-18799.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8256191/original/035869100_1781149671-penikaman-brutal-picu-amuk-massa-di-irlandia-utara-3722e1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8201211/original/069813300_1781059944-penikaman-picu-kerusuhan-di-inggris-mobil-dibakar-d85b52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8197389/original/067448400_1781055766-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4391028/original/021777800_1681211946-Thumbnail_Liputan6.com-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7230449/original/081243200_1780014733-Untitled.jpg)