Hardiknas 2026, Mendikdasmen Dorong Deep Learning untuk Perkuat Kualitas Pendidikan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mendorong penerapan pendekatan Deep Learning sebagai program prioritas, saat peringatan Hardiknas.

Diterbitkan 02 Mei 2026, 14:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mendikdasmen prioritaskan Pembelajaran Mendalam untuk kembangkan potensi murid.
  • Didukung revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi, dan kesejahteraan guru.
  • Peningkatan kualitas melalui literasi, STEM, TKA, akses mudah, dan kolaborasi.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning sebagai program prioritas, saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Dia menjelaskan, pendekatan tersebut menempatkan proses belajar sebagai pengalaman bermakna dan berpusat pada pengembangan potensi murid. 

“Sebuah adagium populer menyebutkan: jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional,” kata Mu’ti di Banyuwangi, seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (5/2/2026).

Mu’ti menyebut, Kemendikdasmen telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis untuk mendukung pendekatan deep learning, salah satunya Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Program tersebut adalah bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto pada bidang pendidikan.

“Pada tahun 2025, program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan. Sementara itu, program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) telah dimanfaatkan di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan,” ungkap Mu’ti.

Dia mengamini, tidak hanya pembenahan dari sisi infrastruktur, namun kompetensi tenaga pengajar juga diperbaiki melalui kesejahteraan para guru yang menjadi kunci utama pembelajaran yang berkualitas. Termasuk penciptaan lingkungan dan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

“Sesuai arahan Presiden tentang budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), agar sekolah dapat menjadi rumah kedua bagi semua murid,” ujar dia.

 

Kerja Sama Majukan Pendidikan

Mu’ti pun mengajak pada momentum Hardiknas ini, seluruh elemen bangsa bisa bersama memperkuat kerja sama dalam memajukan pendidikan di Indonesia. 

“Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” Mu'ti menandaskan.

Sebagai informasi, dalam beberapa bulan terakhir, Kemendikdasmen telah meletakkan fondasi pendidikan nasional melalui berbagai regulasi dan penguatan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

Upaya ini menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. 

 Diketahui, peningkatan kualitas pembelajaran kini diperkuat melalui penguatan literasi, numerasi, STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Termasuk upaya perluasan akses layanan pendidikan yang lebih mudah, terjangkau, dan fleksibel, melalui berbagai skema seperti sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, komunitas belajar, dan sekolah terbuka.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6