Di depan Wamendiktisaintek, Mahasiswa Beri Kartu Kuning untuk Dua Kementerian

Wamendiktisaintek, Fauzan, menemui massa aksi dari mahasiswa. Fauzan sempat duduk bersama mahasiswa dan mendengarkan secara langsung tuntutan yang dibawa. Lalu,

Diterbitkan 04 Mei 2026, 18:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BEM SI Kerakyatan beri kartu kuning ke Wamendiktisaintek, kritik program pendidikan.
  • Mahasiswa nilai Kemendiktisaintek dan Dikdasmen gagal atasi masalah fundamental pendidikan.
  • Wamendiktisaintek Fauzan temui mahasiswa, janji tindak lanjut tuntutan, dan ajak dialog.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan mengeluarkan kartu kuning kepada Wamendiktisaintek, Fauzan. Kartu kuning itu ditujukan untuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen). 

Aksi itu dilakukan saat demo peringatan Hari Pendidikan Nasional di gedung Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (4/5/2026).

"Kami dari BEM Se-Kerakyatan Indonesia memberikan kartu kuning dan juga ini adalah warning bagi Kemendiktisaintek dan juga Dikdasmen yang memang secara program tidak pernah menyentuh akar masalah daripada pendidikan," kata salah satu mahasiswa kepada Wamendiktisaintek, Fauzan, di depan gedung Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin (4/5/2027). 

Mahasiswa tersebut menuturkan, pemberian kartu kuning simbol dari kajian terkait masalah fundamental pendidikan di Indonesia. Dia menegaskan, tak ada satupun permasalahan pendidikan yang secara konkret diselesaikan. 

"Tidak ada satupun program dari kementerian, hasil kerja konkrit dari kementerian yang berbicara pengentasan permasalahan terkait hal tersebut," lanjut dia. 

Sebagai informasi, Wamendiktisaintek, Fauzan, menemui massa aksi dari mahasiswa. Fauzan sempat duduk bersama mahasiswa dan mendengarkan secara langsung tuntutan yang dibawa.

Sejumlah perwakilan mahasiswa secara bergantian menyampaikan aspirasinya. Fauzan berjanji menindaklanjuti tuntutan tersebut. 

"Apa yang saudara jadikan sebagai tuntutan adalah tekad kami bersama. Kementerian Pendidikan Tinggi juga memiliki atensi kuat dalam rangka untuk memerangi kecurangan-kecurangan, perilaku-perilaku yang dianggap bertentangan dengan moral, etika bangsa Indonesia," ungkap Fauzan di depan massa aksi, Senin (4/5/2026).

Selain itu, dia juga berharap, komunikasi antara Kemdiktisaintek dengan para mahasiswa tidak berhenti sampai sini. Bahkan, Fauzan mengajak mahasiswa untuk dapat hadir ke ruangannya.

"Saya berharap saudara-saudara tetap menjadi agent of control dalam apa, dalam perjalanan pendidikan khususnya pendidikan tinggi," jelas dia. 

Fauzan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan tersebut, sesuai dengan mekanisme-mekanisme yang ada. 

"Ada yang bisa cepat tetapi ada juga yang harus menggunakan mekanisme, tentu ini memerlukan kesabaran," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6