Pemerintah Kaji Proyek Kereta Api di Papua, Rute Sentani–Jayapura Jadi Awal

KAI mengusulkan Papua sebagai wilayah pengembangan, dengan Jayapura sebagai titik awal pembangunan jaringan.

Diterbitkan 18 April 2026, 20:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah kaji pembangunan kereta api di Papua untuk konektivitas dan ekonomi.
  • Presiden dan KAI sepakati perencanaan rute awal Sentani–Jayapura.
  • Proyek ini bertujuan membuka isolasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Papua.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mulai mengkaji rencana pembangunan jalur kereta api di wilayah Papua sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.

Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, pada awal 2026.

Dalam pertemuan itu, Presiden menekankan pentingnya pengembangan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Menindaklanjuti arahan tersebut, KAI mengusulkan Papua sebagai wilayah pengembangan, dengan Jayapura sebagai titik awal pembangunan jaringan.

Langkah lanjutan dilakukan melalui pertemuan antara Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, bersama jajaran pemerintah daerah dan KAI pada 14 April 2026 di Jakarta. Pertemuan itu menyepakati dimulainya proses perencanaan sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku.

Rute awal yang diusulkan adalah Sentani–Kota Jayapura, yang dinilai strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang.

 

Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Juru Bicara Gubernur Papua, M Rifai Darus, mengatakan rencana pembangunan kereta api ini merupakan bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah Papua.

“Rencana ini menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat konektivitas wilayah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Papua,” ujar Rifai.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur di Papua telah dirintis sebelumnya, termasuk melalui proyek Jalan Lintas Papua pada masa kepemimpinan Lukas Enembe.

Menurutnya, jika terealisasi, proyek kereta api tersebut tidak hanya menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan aksesibilitas antarwilayah.

Pemerintah daerah Papua menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan KAI atas dukungan terhadap rencana tersebut. Saat ini, proyek masih berada pada tahap awal perencanaan sebelum memasuki studi kelayakan dan tahap implementasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6