Aiman Witjaksono Batal Hadiri Pemeriksaan Kasus Ijazah Jokowi, Kirim Legal Opinion

Sedianya pemeriksaan berlangsung pada Kamis (2/4/2026) pukul 13.00 WIB.

Diterbitkan 02 April 2026, 17:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Aiman Witjaksono batal hadir pemeriksaan kasus ijazah Jokowi.
  • Tim legal iNews serahkan legal opinion terkait posisi Aiman.
  • Karni Ilyas diperiksa, petinggi media lain akan dipanggil.

Liputan6.com, Jakarta - Pemimpin Redaksi iNews, Aiman Witjaksono, batal hadiri pemeriksaan sebagai saksi atas kasus tudingan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Sedianya pemeriksaan berlangsung pada Kamis (2/4/2026) pukul 13.00 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menerangkan, kehadiran Aiman diwakili oleh tim legal iNews. Mereka menyerahkan legal opinion kepada penyidik. Dokumen itu terkait posisinya sebagai pemimpin redaksi.

“Aiman memberikan legal opinion terkait posisinya sebagai Pemimpin Redaksi iNews, yang diberikan oleh tim legal iNews kepada penyidik,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).

Dia kembali menegaskan keterangannya itu tak disampaikan secara langsung melainkan dalam bentuk tertulis.

“Iya betul,” ungkap dia.

Sempat Konfirmasi Hadiri

Pada pagi tadi, Budi mengatakan, Aiman siap hadir memenuhi panggilan. Hal itu diungkap Budi usai berkoordinasi dengan penyidik.

"Konfirmasi terakhir, Aiman akan hadir sebagai saksi," ujar dia.

Tak hanya Aiman, mantan Pemred TV One, Karni Ilyas juga diperiksa terkait kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. Budi mengatakan, Karni Ilyas sudah memenuhi panggilan. Namun, penyidik berencana meminta keterangan lanjutan.

“Kita melihat bahwa kemarin memang Pak Karni hadir sebagai saksi. Nanti akan diminta keterangan lanjutannya. Yang bersangkutan kan juga hadir, tapi kan kita berharap mungkin dalam kondisi ada perkembangan terkait pemeriksaan-pemeriksaan selanjutnya,” ucap dia.

Penyidik juga memanggil sejumlah petinggi media lain. Pemeriksaan ini berkaitan dengan tayangan atau informasi yang muncul di televisi.

“Nah, tadi juga disampaikan ada beberapa dari pihak media ya, petinggi-petinggi media untuk hadir. Ini artinya melihat bahwa mungkin di dalam beberapa rangkaian acara di televisi benar melihat. Nah, kami juga akan koordinasi dengan teman-teman penyidik melihat cuplikan tersebut apakah ada ditayangkan di satu stasiun televisi. Ini masih kami dalami," papar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6