Indeks Harga Saham Gabungan Berpotensi Melemah di Tengah Lonjakan Nilai Minyak Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah seiring lonjakan harga minyak dunia dan sentimen global, meski sempat dibuka menguat Kamis 12 Maret 2026.

Diterbitkan 14 Maret 2026, 14:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (12/03) berpotensi bergerak melemah seiring volatilitas harga minyak mentah di tingkat global.

IHSG dibuka menguat di 9,45 poin atau 0,13 persen ke posisi 7.398,85. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik menjadi 1,34 poin atau 0,18 persen ke posisi 753,58.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai IHSG berpotensi bergerak sideways menjelang libur panjang Idul Fitri dengan menjaga area support 7.335–7.120.

"Kiwoom Research melihat IHSG susah naik tinggi menjelang libur panjang Idul Fitri pekan depan, sehingga proyeksi terbaik saat ini adalah sideways sambil pertahankan area support kritikal 7.335-7.120 jangan sampai tertembus lagi," tuturnya dalam kajiannya di Jakarta, melansir Antara, Kamis 12 Maret 2026.

Harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan, meskipun International Energy Agency (IEA) telah melepaskan cadangan darurat terbesar dalam sejarah sebesar 400 juta barel. Jumlah tersebut jauh melampaui pelepasan 182 juta barel saat krisis energi pada 2022.

Berdasarkan data perdagangan pukul 09.35 WIB, Kamis (10/030, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) meningkat 7,95 persen menjadi 94,19 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak jenis Brent naik 8,01 persen ke level 99,35 dolar AS per barel.

Serangan terhadap kapal di kawasan Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global. Bahkan, Iran memperingatkan  harga minyak bisa melonjak hingga 200 dolar AS per barel apabila konflik di kawasan tersebut terus meningkat.

Pasar Cermati Inflasi AS dan Perkembangan Kebijakan Ekonomi RI

Dari Amerika Serikat (AS), data inflasi CPI AS Februari mengalami kenaikan 0,3 persen month to month (mtm) dan 2,4 persen year on year (yoy), namun data tersebut belum dapat mencerminkan lonjakan harga energi terbaru, sehingga pasar mulai memperkirakan risiko kebijakan moneter lebih ketat.

Dari dalam negeri, defisit APBN hingga Februari 2026 tercatat sebesar Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen terhadap PDB.

Kondisi ini dinilai masih sesuai dengan desain APBN, karena realisasi belanja dipercepat secara merata sepanjang tahun. Hal tersebut terjadi meskipun pendapatan negara tetap mencatatkan kinerja yang positif dan pembiayaan anggaran turun sekitar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Komisi XI DPR RI telah memilih Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk masa jabatan 2026–2031. Komisi tersebut juga menetapkan empat pejabat lain sebagai anggota Dewan Komisioner OJK, yakni Hermawan Bekti Sasongko, Hasan Fawzi, Dicky Kartikoyono, dan Adi Busiarso. Keputusan tersebut disahkan dalam Sidang Paripurna DPR pada 12 Maret 2026.

Pergerakan Bursa Eropa, As, dan Asia Bervariatif

Pada perdagangan Rabu (11/03), bursa saham Eropa serempak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah menjadi 0,70 persen, indeks FTSE 100 Inggris juga melemah 0,56 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,37 persen, serta indeks CAC Prancis melemah di angka 0,19 persen.

Di sisi lain, bursa AS di Wall Street bergerak variatif pada Rabu (11/3), diantaranya pada indeks S&P 500 melemah di angka 0,1 persen ke 6.775,17, indeks Dow Jones Industrial Average melemah di angka 0,6 persen ke 47.417,27, sementara Nasdaq Composite menguat 0,1 persen ke 22.716,14.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 821,29 poin atau 1,49 persen ke 54.204,10, indeks Shanghai menguat 4,20 poin atau 0,10 persen ke 4.137,54, indeks Hang Seng melemah 206,50 poin atau 0,80 persen ke 25.692,31, dan indeks Strait Times melemah 15,33 poin atau 0,32 persen ke 4.848,50.

Bursa saham Asia pada perdagangan pagi (12/3) bergerak bervariasi. Indeks Nikkei melemah di angka 821,29 poin atau 1,49 persen  menjadi 54.204,10. Sementara itu, indeks Shanghai naik di angka 4,20 poin atau 0,10 persen ke level 4.137,54.

Di sisi lain, indeks Hang Seng turun di angka 206,50 poin atau 0,80 persen menjadi 25.692,31, dan indeks Strait Times juga turun di angka 15,33 poin atau 0,32 persen ke posisi 4.848,50.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6