Prabowo Bakal Tunjuk Utusan Khusus Presiden untuk Awasi Seluruh BUMN

Presiden Prabowo Subianto akan menunjuk utusan khusus presiden untuk ditempatkan di setiap perusahaan BUMN.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 09:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo akan menunjuk utusan khusus untuk mengawasi setiap BUMN.
  • Pengawasan BUMN penting untuk mencegah kebocoran kekayaan negara dan manfaat masyarakat.
  • Danantara diawasi ketat oleh BPK, Kejaksaan, Polri, dan Panglima TNI untuk cegah kerugian.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto akan menunjuk utusan khusus presiden untuk ditempatkan di setiap perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia. Dia menyampaikan, utusan khusus tersebut akan bertugas mengawasi pengelolaan BUMN.

"Saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola," kata Prabowo saat menghadiri Tasyakuran 1 Tahun Danantara di Wisma Danantara Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dia menegaskan pentingnya pengawasan terhadap BUMN agar kekayaan alam Indonesia dikelola dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu, pengawasan terhadap BUMN diperlukan agar tidak ada kebocoran kekayaan negara.

"Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah," ujarnya.

Prabowo juga meminta pimpinan Danantara untuk menjaga Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF). Sebab, kata dia, banyak SWF negara kaya yang rugi karena pengelolaan dan pengawasannya tidak baik.

"Banyak sovereign wealth fund di negara yang paling kaya pun rugi akibat tidak baik managementnya, ya," tutur Prabowo.

 

Perintahkan Awasi Danantara

 

Namun, Kepala Negara meyakini Danantara merupakan lembaga yang paling diawasi di Indonesia. Prabowo telah meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kejaksaan, Polri, hingga Panglima TNI ikut mengawasi Danantara.

"Kita upayakan semua pengawasan, saya kira Danantara ini adalah lembaga yang paling diawasi di Indonesia. Ada dewan pengawas, saya kira dewan pengawas kita juga cukup kuat," jelas dia.

"Hampir semua Menko (menteri koordinator) ada di situ (struktur Danantara), ya kan. Saya juga minta BPK masuk keluar, BPKP masuk keluar, awasi. Kejaksaan, polisi, Panglima TNI semua ikut mengawasi," sambung Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6