AS-Israel Serang Iran hingga Tewaskan Ali Khameine, Jusuf Kalla Minta RI Tak Tinggal Diam

Jusuf Kalla meminta pemerintah Indonesia tak tinggal diam meski mendamaikan AS-Israel dan Iran tidaklah mudah.

Diterbitkan 01 Maret 2026, 16:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jusuf Kalla menyesalkan serangan AS-Israel ke Iran yang menewaskan Ali Khamenei.
  • Serangan terjadi saat perundingan dan Ramadan, dinilai sebagai pola agresi berulang AS.
  • JK mendesak Indonesia bersuara dan mendoakan perdamaian di tengah konflik ini.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK) menyesalkan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Menurut JK, serangan itu tidak sepatutnya terjadi di tengah perundingan antar AS-Iran dan momentum bulan suci Ramadan yang tengah dirasakan umat muslim di seluruh dunia.

“Kita merasa sangat prihatin begitu banyak perang di dunia ini, khususnya menyangkut dunia Islam. Kita mengetahui bagaimana Amerika–Israel menyerang Iran. Padahal Iran dan Amerika sedang berunding. Dari segi etik, kalau sedang berunding jangan serang, kan?," sesal JK lewat pernyataan persnya di kediamannya, Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Dia menilai tindakan itu mencerminkan pola agresi yang berulang dari AS. Negara adidaya itu bakal menyerang apa saja yang tidak sesuai dengan pandangan mereka.

JK mencontohkan Venezuela, dengan menculik presidennya, Nicolas Maduro. Begitu juga yang saat ini tengah terjadi di Iran, juga negara-negara lain terdahulu seperti Afghanistan, Irak, dan Suriah.

"Ini memang suatu hal yang menjadi bagian keprihatinan kita kepada masalah Amerika dengan sifat dan kekejaman yang dilakukan," kutuk JK.

JK Minta RI Tak Diam

Terkait tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, JK menyampaikan rasa duka cita. Menurut dia, kondisi politik internal Iran sedang berada di titik sensitif.

Kepada Indonesia, JK menyerukan agar negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia saat ini agar tidak tinggal diam. Kendati harus diakui, mendamaikan pihak berkonflik saat ini tidaklah mudah.

"Indonesia tentu sebagai negara mayoritas Islam, apalagi di bulan Ramadan, berupaya setidak-tidaknya menyerukan dan mendoakan agar situasi ini segera berhenti. Untuk mendamaikan itu sulit sekali dan tidak mungkin kita lakukan seperti apa yang kita harapkan," dia menandasi.

AS dan Israel Serang Iran

Pada Sabtu pagi (28/2/2026) waktu setempat, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan itu menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa rakyat sipil.

Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dikonfirmasi syahid akibat serangan rudal AS-Israel terhadap tempat kerjanya.

Menyusul wafatnya Khamenei, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama seminggu.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Angkatan Darat Iran, dalam pernyataan tertulis mereka, bersumpah akan membalas kematian Khamenei.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6