Menteri LH Hanif Faisol: Jakarta Utara Bisa jadi Model Pengelolaan Sampah Nasional

Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan Jakarta Utara (Jakut) harus menjadi model pengelolaan sampah nasional.

Diterbitkan 18 Februari 2026, 16:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri LH dan BPLH atau Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama jajarannya melaksanakan rangkaian lanjutan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).

Kegiatan yang dilakukan melalui aksi bersih di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman dan Tempat Pelelangan Ikan Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut).

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Administrasi Jakut hingga masyarakat setempat yang bertujuan untuk menangani persoalan sampah di kawasan pesisir perkotaan.

Hanif mengingatkan bahwa Jakut menjadi model pengelolaan sampah nasional. Oleh karena itu, perlu keterlibatan semua pihak terutama masyarakat untuk melakukan pemilahan dan pengolahan sampah.

"Hari ini kita terus melakukan korve, korve, dan korve sesuai arahan dari Bapak Presiden, termasuk di Jakarta Utara sekarang," ujar Menteri Hanif, dikutip dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) www.kemenlh.go.id, Rabu (18/2/2026).

"Jakarta Utara memiliki timbulan sampah lebih dari 1.300 ton per hari, sehingga perlu menjadi atensi khusus bagi kita semua, termasuk bagi warga masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik dari sumbernya," sambung dia.

Kemudian, Hanif melanjutkan, kunjungan kerja ke Bank Sampah Unit Women Federation di Jalan Marliana, serta ke TPS3R MOA di Penjagalan, Penjaringan, Jakut, untuk memantau langsung pengelolaan sampah.

Menurutnya, kedua lokasi ini dapat menjadi contoh penting dalam pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Dukungan Penanganan Sampah Lewat Teknologi RDF di Rorotan

Keberadaan Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakut mendapat apresiasi dari Menteri Hanif sebagai salah satu solusi percepatan penanganan sampah.

"Alhamdulillah, sekarang Jakarta Utara sudah memiliki fasilitas RDF di Rorotan untuk solusi percepatan penanganan sampah. Namun, RDF hari ini masih mendapat koreksi dari masyarakat sekitar, sehingga tentunya perlu menjadi perhatian dan dukungan kita semua untuk melakukan perbaikan ke depannya," ujar Hanif.

Sejalan dengan Menteri Hanif, Wali Kota (Walkot) Jakut Hendra Hidayat menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakut mendukung sepenuhnya gerakan ini dan akan melaksanakan segala perintah yang disampaikan oleh Bapak Presiden langsung melalui Menteri LH/Kepala BPLH. 

"Kami Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mendukung sepenuhnya dan akan melaksanakan segala perintah yang disampaikan oleh Bapak Presiden langsung melalui Pak Menteri," kata Hendra.

Ia juga menambahkan ingin menjadikan Jakut sebagai kota yang peduli dengan kebersihan lingkungan.

"Kami tentunya juga ingin menjadikan Jakarta Utara sebagai kota yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sesuai dengan Gerakan Indonesia ASRI. Kami juga berterima kasih atas arahan dan bimbingan Pak Menteri dan jajarannya selama ini dalam menciptakan lingkungan yang bersih di Kota Jakarta Utara," terang Hendra.

Pengurangan Sampah di 3 Titik Utama

KLH/BPLH menegaskan, pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial.

Pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya, dilengkapi dengan penguatan literasi publik, penerapan teknologi ramah lingkungan seperti RDF, dan penegakan hukum yang konsisten untuk melindungi kelestarian lingkungan.

Menurut Hanif, Jakarta yang menjadi barometer penyelesaian masalah sampah juga telah mampu menghadirkan roadmap atau peta jalan untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Jakarta. 

Mengenai hal tersebut, Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan, langkah strategis dalam pengelolaan sampah di Jakarta ini dilakukan dari hulu, tengah dan hilir. 

"Pengelolaan di bagian hulu mencakup kegiatan seperti peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilahan, penguatan bank sampah, dan pengolahan organik seperti kompos, maggot dan eco enzyme," ucap Asep.

Sementara itu, lanjut dia, di bagian tengah melalui optimalisasi TPS dan TPS3R dengan penerapan teknologi, pengolahan sampah mudah terurai, dan efisiensi pengangkutan sampah.

"Barulah terakhir pada bagian hilir melalui peningkatan kapasitas fasilitas seperti RDF Plant Jakarta, dan memperluas kemitraan dengan swasta untuk mengurangi sampah ke TPA serta menciptakan manfaat ekonomi," pungkas Asep.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6