Wagub Rano Karno: Museum Bahari jadi Bagian Penting Pengembangan Kawasan Kota Tua

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, Museum Bahari akan menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan Kota Tua.

Diterbitkan 14 Februari 2026, 20:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Museum Bahari diintegrasikan ke pengembangan Kota Tua, perkuat identitas sejarah dan maritim Jakarta.
  • Jakarta hadapi tantangan pesisir seperti perubahan iklim, diatasi dengan prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs).
  • SDGs Corner di Museum Bahari jadi pusat edukasi kolaboratif tentang masa depan berkelanjutan dan kehidupan laut.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, Museum Bahari akan menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan Kota Tua yang sejalan dengan kerja sama antara Jakarta dan Rotterdam.

"Saat Kota Tua Jakarta dibangun dan ditata kembali, saya tidak ingin Museum Bahari berdiri sendiri. Museum ini harus menjadi bagian utuh dari penguatan identitas sejarah dan maritim Jakarta," ujar Rano saat meresmikan Sustainable Development Goals (SDGs) Corner di Museum Bahari, Jakarta, Sabtu (14/2/2026) melansir Antara.

Dia menegaskan, Museum Bahari menjadi pengingat bahwa Jakarta tumbuh sebagai kota pesisir dan kota maritim. Laut, pelabuhan, serta masyarakat pesisir telah menjadi bagian penting dari jati diri Jakarta hingga saat ini.

Namun, lanjut Rano, sebagai kota pesisir, Jakarta juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, kenaikan muka air laut, banjir rob, hingga ketahanan sosial masyarakat pesisir, termasuk perlindungan anak dan kelompok rentan.

"Tantangan tersebut menuntut arah pembangunan Jakarta yang berpihak pada prinsip keberlanjutan dan keadilan, sebagaimana semangat SDGs," terang Rano.

Ada pun, Sustainable Development Goals (SDGs) Corner di Museum Bahari merupakan fasilitas yang dihadirkan sebagai ruang edukatif dan inklusif yang menyajikan tantangan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sekaligus kisah kehidupan laut Indonesia.

 

Tak Hanya Ruang Penyimpanan Sejarah Maritim

Dengan demikian, Museum Bahari tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan sejarah maritim, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran mengenai arah pembangunan masa depan yang berkelanjutan.

SDGs Corner merupakan hasil sinergi Museum Bahari Jakarta dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau "United Nations" (UN) dalam menghadirkan ruang belajar kolaboratif yang mengajak publik memahami masa depan Indonesia melalui perspektif kemaritiman dan kehidupan pesisir.

Seiring upaya mendefinisikan kembali peran Jakarta sebagai kota global, Rano menilai komitmen terhadap SDGs dinilai semakin relevan.

SDGs tidak hanya dimaknai sebagai 17 tujuan global, tetapi juga menjadi kerangka bersama untuk memastikan pembangunan yang inklusif serta memberi ruang setara bagi seluruh warga.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan Pemprov DKI Jakarta, antara lain program pangan bersubsidi, kartu layanan gratis bagi penyandang disabilitas, penguatan aksi iklim, serta perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Khusus di wilayah pesisir, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan rehabilitasi mangrove dan terumbu karang, pembangunan tanggul pantai dan rumah susun pesisir, serta penguatan Program Kampung Iklim Pesisir sebagai respons nyata terhadap dampak perubahan iklim.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6