Hari Lahan Basah Sedunia 2026: Merayakan Pengetahuan Tradisional dan Menyelamatkan Ekosistem

Hari Lahan Basah Sedunia diperingati pada 2 Februari 2026, sebuah inisiatif global untuk mengingatkan publik akan pentingnya lahan basah bagi kehidupan

Diterbitkan 02 Februari 2026, 18:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dunia kembali memperingati Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day) pada 2 Februari 2026, sebuah inisiatif global untuk mengingatkan publik akan pentingnya lahan basah bagi kehidupan.

Lahan basah merupakan jantung kesejahteraan manusia dan planet, sangat terkait dengan solusi untung hilangnya kanekaragaman hayati, aksi iklim, dan ketahanan air, serta menjaga keseimbangan yang rapuh antara manusia, alam dan masa depan bersama.

Dilansir dari laman Wetland International, untuk tahun 2026, tema global yang diangkat adalah Wetlands and Traditional Knowledge: Celebrating Cultural Heritage atau Lahan Basah dan Pengetahuan Tradisional: Merayakan Warisan Budaya. Tema ini menyoroti peran abadi pengetahuan tradisional dalam menjaga ekosistem lahan basah dan melestarikan identitas budaya.  

Bahkan praktik tradisional masa kini mencerminkan pemahaman mendalam tentang dinamika lahan basah. Kampanye tahun ini merayakan akar pengetahuan yang mendalam ini dan mengajak kita untuk menghormati para penjaga lahan basah dan kearifan mereka. 

Pentingnya Lahan Basah

Lahan basah merupakan salah satu ekosistem paling produktif di dunia, mulai dari lahan gambut dan hutan bakau hingga sungai dan dataran banjirnya. Mereka menyediakan layanan ekosistem yang tak tergantikan, seperti:

  • Menyimpan sejumlah besar karbon, sehingga meningkatkan  mitigasi perubahan iklim.
  • Menyaring dan memurnikan air,  menjaga pasokan air tawar . 
  • Melindungi masyarakat dari banjir ekstrem, kekeringan, dan badai, serta meningkatkan  adaptasi dan ketahanan terhadap perubahan iklim. 
  • Melindungi keanekaragamanhayati yang luar biasa.
  • Mendukung upaya untuk membalikkan hilangnya keanekaragaman alam. 

Lahan Basah adalah Pahlawan Super Iklim

Flora lahan basah sangat penting untuk adaptasi dan mitigasi. Hutan bakau dan padang lamun  melindungi garis pantai  dari gelombang badai dan kenaikan permukaan laut. Bakau juga merupakan pahlawan super dalam  menangkap dan menyimpan karbon . Bahkan, diperkirakan bahwa bakau menyimpan empat kali lebih banyak karbon daripada hutan tropis lainnya. Lahan gambut hanya mencakup sekitar 3% dari daratan planet kita tetapi menyimpan sekitar dua kali lipat jumlah karbon daripada gabungan semua hutan di dunia  .

Sebaliknya, hilangnya dan degradasi lahan basah memperburuk krisis iklim dengan melepaskan gas rumah kaca dan membuat ekosistem, serta masyarakat yang bergantung padanya, lebih rentan terhadap dampak perubahan iklim. Sangat penting untuk mengakui perlindungan dan restorasi lahan basah sebagai solusi berbasis alam yang efektif untuk adaptasi dan mitigasi iklim, serta memasukkannya ke dalam rencana iklim nasional.

Lahan Basah Menjamin Keamanan Air

Hampir seluruh air tawar di dunia diambil langsung dari lahan basah. Lahan basah memainkan peran penting dalam  pemurnian air, penyimpanan, dan pengendalian banjir . Lahan gambut bertindak seperti spons  menyerap kelebihan air pada saat hujan lebat, dan melepaskannya secara perlahan pada saat kekeringan. Padang lamun dan akar bakau menghilangkan kotoran dan garam dari air laut. Lahan basah sangat penting bagi siklus air, sehingga  dunia tanpa lahan basah akan menjadi dunia tanpa air tawar . Dan sayangnya, krisis iklim juga merupakan krisis air.

Lahan Basah Merupakan Tempat Perlindungan yang Aman bagi Keanekaragaman Hayati.

Lahan basah merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa dan termasuk di antara ekosistem terkaya dan paling beragam di Bumi. Lahan basah mendukung banyak spesies yang terancam punah, langka, dan endemik yang hanya dapat bertahan hidup di habitat lahan basah tertentu dan tidak di tempat lain. Lahan basah air tawar saja menjadi habitat bagi hampir semua amfibi, setengah dari spesies ikan di dunia, dan lebih dari sepertiga vertebrata.

Karena peran pentingnya dalam mendukung beragam flora dan fauna, lahan basah yang sehat merupakan solusi penting untuk mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati dan harus diprioritaskan dalam rencana keanekaragaman hayati suatu negara.

Aksi dan Seruan untuk Konservasi

Namun, pembangunan yang tidak berkelanjutan, polusi, dan perubahan iklim terus mengancam ekosistem penting ini. Lahan basah menghilang lebih cepat daripada hutan . Tanpa tindakan segera, kita berisiko kehilangan ekosistem vital ini dan solusi yang mereka tawarkan untuk beberapa tantangan terbesar umat manusia.

Kampanye tahun ini merayakan akar pengetahuan yang mendalam ini dan mengajak kita untuk menghormati para penjaga lahan basah dan kearifan mereka. 

Sebagai organisasi global yang berdedikasi pada konservasi dan restorasi lahan basah, Wetlands International menyerukan kepada pemerintah dan ilmuwan untuk:

  • Mengintegrasikan pengetahuan tradisional ke dalam pendekatan ilmiah untuk konservasi dan restorasi lahan basah.
  • Dukung upaya-upaya yang dipimpin masyarakat
  • Menguatkan  suara dari garis depan
  • Akui  Hak-Hak Alam 

Mari kita hormati orang-orang dan sistem pengetahuan yang telah melindungi lahan basah selama beberapa generasi  dan bekerja sama untuk masa depan di mana lahan basah dihargai, dipulihkan, dan dilindungi untuk semua.  

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6