FEB UI Buka Peluang Ekonomi Ibu Rumah Tangga dari Sampah

Program pengabdian masyarakat FEB UI mendorong ibu rumah tangga mengelola sampah rumah tangga menjadi peluang ekonomi yang bernilai.

Diterbitkan 27 Januari 2026, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) bekerja sama dengan Bank Sampah Alamanda Sejahtera menggelar program pengabdian masyarakat yang menitikberatkan pada penerapan ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. 

Kegiatan ini melibatkan para ibu rumah tangga di Kelurahan Bojong Menteng, Bekasi, sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan limbah mulai dari tingkat rumah tangga. 

Akademisi FEB UI Dwini Handayani menilai perempuan memiliki peran strategis dalam mengelola sampah domestik karena aktivitas rumah tangga menjadi penyumbang utama timbulan limbah. 

Menurutnya, penguatan kapasitas dan pemahaman yang berkelanjutan dapat membuka peluang baru bagi pemberdayaan ekonomi berbasis pengolahan sampah. 

“Ibu rumah tangga memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi sirkular. Edukasi yang berkelanjutan akan membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis limbah bagi mereka,” kata Dwini, melansir Antara, Jumat (23/1/2026). 

Program yang dilaksanakan selama enam bulan, sejak Juli hingga Desember 2025, difokuskan pada peningkatan kemampuan pengelolaan sampah organik dan anorganik dari lingkungan rumah tangga.

Pelaksanaan program ini berlangsung di tengah kondisi timbulan sampah Kota Bekasi yang masih tergolong tinggi, dengan jumlah mencapai lebih dari 614 ribu ton pada 2024.

Secara nasional, sampah rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah dengan porsi 50,71 persen, sehingga upaya pengelolaan di tingkat keluarga dinilai penting untuk mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Edukasi Sampah Buka Peluang Ekonomi Warga

Tingginya timbulan sampah rumah tangga menjadi latar belakang tim lintas fakultas Universitas Indonesia yang terdiri dari FEB, FISIP, dan SPPB meluncurkan Program “Inovasi Sosial Partisipasi Perempuan dan Ibu Rumah Tangga dalam Memilah Sampah Sejak Dini”. 

Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan warga dalam mengelola sampah sejak dari lingkungan rumah.

Ketua RW 02 Bojong Menteng, Dain Santoso, menilai kegiatan edukasi tersebut mampu menumbuhkan nalar kewirausahaan di tengah masyarakat. 

menurutnya, melalui pengelolaan sampah yang tepat, limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi produk kreatif dengan nilai jual. 

“Keterlibatan masyarakat, khususnya perempuan, dalam pengelolaan sampah menjadi aspek yang sangat penting. Perempuan memainkan peran sentral dalam rumah tangga, seperti mendidik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Dain.

Pelatihan Daur Ulang Perkuat Ekonomi Warga

Selama pelaksanaan, para peserta dibekali pelatihan yang bersifat praktis dan manajerial, mencakup pemanfaatan limbah rumah tangga.

Pelatihan tersebut mencakup pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromatik serta pemanfaatan kemasan saset menjadi produk anyaman bernilai seni, sehingga limbah dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Selain itu, peserta juga mendapat pendampingan dalam pembentukan dan tata kelola unit bank sampah di tingkat lokal. Program ini turut memberikan pendampingan branding dan pemasaran guna memperkuat identitas produk daur ulang agar memiliki daya saing dan akses pasar.

Upaya tersebut dilengkapi dengan advokasi regulasi melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung kebijakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Ketua Bank Sampah Alamanda Sejahtera, Apriliawati, mengatakan pelatihan yang diberikan mendorong ibu rumah tangga untuk lebih aktif memilah dan menabung sampah yang dapat didaur ulang. 

“Dengan pelatihan ini, ibu-ibu kini dapat menabung sampah yang bisa didaur ulang, sehingga menghasilkan nilai ekonomi tambahan bagi keluarga,” ujarnya.

Program ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek kesetaraan gender, penciptaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta penerapan pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6