Harmoni Energi Terbarukan dan Dampak Sosial Berkelanjutan di Lereng Dieng

PLTA Garung tak hanya memasok listrik, tetapi juga memberdayakan warga Wonosobo.

Diterbitkan 07 Agustus 2026, 16:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Garung terus memperkuat kontribusinya dalam menyediakan energi baru terbarukan (EBT), sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Berlokasi di kawasan Pegunungan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pembangkit berkapasitas terpasang 26,4 megawatt (MW) ini memanfaatkan aliran air pegunungan untuk menghasilkan energi bersih yang disalurkan ke sistem interkoneksi Jawa-Bali.

Dengan dua unit turbin tipe Francis yang masing-masing berkapasitas 13,2 MW, PLTA Garung mampu menghasilkan listrik yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 20 hingga 30 desa atau setara dengan empat hingga enam kecamatan berukuran sedang di Jawa Tengah.

Dalam operasionalnya, listrik dari pembangkit yang dikelola PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica ini terhubung ke sistem interkoneksi Jawa-Bali, sehingga pemanfaatannya dapat didistribusikan sesuai kebutuhan sistem kelistrikan nasional.

Sebagai pembangkit berbasis energi baru terbarukan, PLTA Garung tidak hanya menghasilkan listrik rendah emisi, tetapi juga memiliki fleksibilitas operasional yang berperan dalam menjaga stabilitas pasokan listrik, khususnya saat terjadi perubahan beban pada sistem Jawa-Bali.

Peran tersebut menjadi bagian dari upaya PLN Indonesia Power dalam mendukung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menegaskan, pengembangan pembangkit energi baru terbarukan harus mampu memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi sistem ketenagalistrikan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

“PLN Indonesia Power terus memperkuat peran pembangkit energi baru terbarukan sebagai fondasi transisi energi nasional. PLTA Garung tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang andal dan rendah emisi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal di sekitar wilayah operasi,” ujar Bernadus Sudarmanta, dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica Wasis Jati Waskitho menjelaskan, optimalisasi operasional PLTA Garung dilakukan secara berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat maksimal bagi sistem kelistrikan maupun masyarakat.

“PLTA Garung memanfaatkan potensi air di kawasan pegunungan untuk menghasilkan energi bersih bagi masyarakat. Dengan kapasitas terpasang sebesar 26,4 MW, pembangkit ini berkontribusi mendukung keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali dengan kapasitas yang setara untuk memenuhi kebutuhan listrik puluhan desa. Kami terus menjaga keandalan operasional pembangkit agar manfaat energi terbarukan ini dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Wasis.

 

Pemberdayaan Masyarakat

Selain menghadirkan energi bersih, PLN Indonesia Power UBP Mrica juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi pembangkit. Salah satunya melalui dukungan terhadap Batik Shanding, sebuah usaha sosial sekaligus sanggar produksi batik tulis dan batik ciprat inklusif asal Wonosobo.

Dirintis oleh Nunung Sri Lestari, Batik Shanding menjadi ruang berkarya bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan membatik sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.

Melalui pendampingan berkelanjutan, para perajin difabel menghasilkan batik berkualitas yang memadukan teknik tradisional dengan ekspresi artistik. Setiap lembar kain tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan semangat kesetaraan, pemberdayaan, dan pelestarian budaya wastra Nusantara.

Dukungan terhadap Batik Shanding merupakan bagian dari komitmen PLN Indonesia Power dalam mendorong terciptanya manfaat sosial yang berkelanjutan seiring dengan pengembangan energi bersih.

Melalui kolaborasi tersebut, perusahaan berharap keberadaan pembangkit tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6