Bahlil Sebut Pasokan Listrik hingga LPG Mulai Normal Pasca Banjir Sumatera

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan, pasokan listrik hingga LPG di daerah terdampak banjir Sumatera sudah mulai kembali normal.

Diterbitkan 22 Januari 2026, 22:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menteri ESDM menyatakan pasokan listrik dan LPG di Sumatera mulai normal.
  • Kementerian ESDM kirim 1.000 genset dan 3.000 kompor gas ke wilayah terdampak.
  • Pasokan BBM/LPG normal di sebagian besar wilayah, perbaikan terus dilakukan.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pasokan listrik hingga LPG di daerah terdampak banjir Sumatera sudah mulai kembali normal. Dia bersyukur situasi di sana semakin pulih di setiap harinya.

"Sudah kita alhamdulillah semakin hari semakin baik," kata Bahlil dalam rapat bersama Komisi XII DPR, Kamis (22/1/2026).

Bahlil menyebut, pihaknya telah mengirim sebanyak 1.000 genset ke daerah terdampak, khususnya wilayah dengan sistem infrastruktur listrik yang belum dapat diperbaiki.

"Kita kemarin terakhir kirim 1.000 genset bagi daerah-daerah yang belum bisa kita bangunkan infrastrukturnya," ujarnya.

Untuk pasokan LPG dan bahan bakar minyak (BBM), Bahlil mengklaim bahwa pasokan sudah mulai kembali normal di sebagian besar wilayah. Namun, dia mengakui masih ada sejumlah desa yang belum terjangkau.

"LPG sudah mulai normal, BBM juga sudah mulai normal, namun ada beberapa daerah yang belum bisa kita lalui, desa-desa, kita juga melakukan perbaikan terus-menerus. Insyaallah kita doakan," jelas dia.

 

Salurkan Kompor Gas

Selain itu, Kementerian ESDM juga menyalurkan sebanyak 3.000 kompor gas untuk masyarakat terdampak. Dia berharap, setiap upaya yang dilakukan dapat semakin mempercepat pemulihan di setiap lokasi bencana Sumatera.

"Kemarin saya kirim 3.000 kompor gas, yang belum itulah tabungnya. Jadi saya setiap hari melakukan evaluasi untuk mengecek perkembangan di sektor SDM terkait dengan penanganan bencana," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6