Perjuangan Dinda Sampai ke Kantor: Naik KRL Tersendat, Order Ojol Susah, Terpaksa Naik Bajaj dengan Harga Mahal

Senin (12/1/2026), menjadi hari penuh cobaan bagi para pekerja Jakarta, terlebih mereka yang tinggal di pinggiran kota. Pasalnya hujan turun sejak pagi membuat sejumlah wilayah terendam banjir dan memicu kemacetan.

Diterbitkan 12 Januari 2026, 13:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Hujan deras sebabkan perjalanan KRL Dinda dari Depok ke Jakarta Kota molor dua jam.
  • Banjir di Jakarta Kota lumpuhkan lalu lintas, transportasi online sulit diakses.
  • Transjakarta alami keterlambatan di banyak koridor akibat hujan dan genangan air.

 

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang turun sejak subuh tak menyurutkan langkah Dinda (30) menuju kantor. Mau gimana lagi, meski hujan badai mengadang, pekerja swasta itu tetap semangat membelah Jakarta dari Depok menuju kantornya di kawasan Ancol Jakut.  

Namun pagi ini, Senin (12/1/2026), sedikit berbeda, hujan turun tak berkesudahan membuat perjalanannya menggunakan Commuter Line alias KRL terhambat parah. Dari Stasiun Pondok Cina ke Jakarta Kota yang biasanya hanya memakan waktu sekitar 55 menit, hari ini sampai menghabiskan waktu dua jam. Dinda mengatakan, perjalanan Commuter Line beberapa kali berhenti disejumlah titik.

"Tiap beberapa menit berhenti. Sudah curiga pasti ada yang nggak beres," ujar Dinda kepada Liputan6.com.

Setibanya di Stasiun Jakarta Kota, situasinya lebih kacau. Hujan deras sejak dini hari membuat sejumlah ruas jalan tergenang. Lalu lintas tampak lumpuh. Penumpang kereta menumpuk di depan statiun, menunggu moda kendaraan online.

Dinda juga ikut menunggu. Hampir satu jam ia memantau aplikasi transportasi daring, berharap ada pengemudi yang bisa menembus banjir untuk menjemputnya. Namun tak satupun yang dapat mengambil pesanan.

"Sudah pasrah, semua jalur merah di aplikasi," kisahnya.

Tak ingin terjbak lebih lama, Dinda memutuskan berjalan kaki ke Stasiun Jayakarta, lalu mencari alternatif lain demi bisa sampai ke kantor.

Pilihan akhirnya jatuh pada bajaj. Tarifnya jauh lebih tinggi dari biasanya, namun itu satu-satunya moda yang berani menembus genangan menuju Ancol.

"Daripada tidak sampai kantor sama sekali," ujarnya.

Transjakarta Terlambat

Hujan dan banjir juga membuat kedatangan bus Transjakarta di beberapa koridor dan rute, antara lain Cawang dan Kampung Melayu mengalami keterlambatan imbas hujan deras dan genangan air di beberapa ruas jalan Jakarta pada Senin pagi.

​"Dampak hujan deras dan genangan air pada Senin pagi memicu kepadatan lalu lintas di beberapa wilayah Jakarta," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta Tjahyadi DPM di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Dia merinci sejumlah bus yang mengalami keterlambatan, yakni Koridor 5 (Kampung Melayu-Ancol), Koridor 7 (Kampung Melayu-Kampung Rambutan), Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit), dan Koridor 10 (Tanjung Priok-PGC).

Selain itu, terdapat sembilan rute bus yang juga mengalami keterlambatan, yaitu 5C (Cililitan-Juanda), 7C (Cibubur-Cawang Cililitan), 7D (TMII-Pancoran), 7P (Pondok Kelapa-Cawang Cililitan), 7W (Cawang-St.KCJB Halim), 9A (Cililitan-Grogol), 9C (Pinang Ranti-Bundaran Senayan), B41 (Vida Bekasi-Cawang Sentral), dan D11 (Depok-Cawang Sentral).

​"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan. Tetap waspada dan berhati-hati di jalan," ujar Tjahyadi.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan mengguyur sebagian wilayah Jakarta pada Senin pagi hingga malam nanti.

Suhu rata-rata di Jakarta pada Senin berkisar antara 23-26 derajat Celcius. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6