Pertamina Siapkan UMKM Tumbuh Berkelanjutan Lewat Pertapreneur Aggregator

Pertamina menghadirkan program Pertapreneur Aggregator untuk mengubah pola pikir dan memperkuat sistem organisasi UMKM agar mampu tumbuh tangguh dan berkelanjutan sesuai visi ekonomi nasional.

Diterbitkan 14 Januari 2026, 16:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pertapreneur Aggregator Pertamina siapkan UMKM tumbuh berkelanjutan dengan fondasi organisasi kuat.
  • Program ini memperkuat ekosistem UMKM, akses pasar, dan kualitas usaha melalui kolaborasi.
  • UMKM binaan seperti Harum Fashion bertransformasi dari founder-centric ke sistem organisasi.

Liputan6.com, Jakarta - Program pelatihan Pertapreneur Aggregator PT Pertamina (Persero) adalah upaya perusahaan dalam menyiapkan usaha mikro, kecil, dan juga menengah (UMKM) untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan,penguatan UMKM dengan fondasi organisasi yang sehat, sejalan Astacita Presiden Prabowo point ke-3, yaitu penguatan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

"UMKM perlu dipersiapkan agar mampu tumbuh sebagai organisasi yang tangguh. Dengan sistem yang kuat, UMKM tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha yang berdaya saing," ujar Baron, dikutip dari Antara, Rabu (14/1/2025).

Baron juga melanjutkan, Pertapreneur Aggregator untuk mendorong perubahan sara berpikir UMKM dalam mengembangkan usahanya.

"Program Pertapreneur Aggregator (PAG) adalah program pendampingan UMKM berkelanjutan, yang dirancang untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui kolaborasi, menembus akses pasar lebih luas, dan peningkatan kualitas usaha," ucap dia.

Baaron memberikan salah satu contoh UMKM binaan, yaitu Harum Fashion yang berasal dari Jakarta, dan masuk kedalam 10 besar PAG. Lewat usahanya, Harum membantu para pelaku UMKM lainnya untuk tampil profesional dan menarik di mata pasar.

Ia mengembangkan usahanya melalui desain produk muslim, mukena, jilbab, yang kini sedang diminati UMKM yang ingin memiliki ciri khas  produk fesyen Muslim.

Terapkan Pendelegasian Peran dan Standardisasi Kerja

Pendiri Harumi Fashion, Harumi Kartini juga memandang UMKM sebagai mitra strategis untuk pengembangan usahanya.

Setelah mengikuti Partapreneur Aggregator, UMKM tersebut juga keluar dari pola founder-centric menuju organisasi berbasis sistem, kepemimpinan, dan juga kolaborasi.

"Dulu segala hal bergantung ke saya. Sekarang saya sadar, bisnis agar bisa berkembang tidak boleh bergantung pada satu orang," kata Harumi.

Standarisasi dalam kerja, pembagian peran, dan juga mengambilan keputusan, yang sebelumnya berpatokan pada dirinya, sekarang mulai dijakankan melalui sistem.

Dan juga untuk pertama kalinya, Harumi Fashion melaksanakan annual meeting sebagai sebuah organisasi, bukan hanya usaha yang bergantung kepada pemilik.

"Sekarang saya tidak lagi memegang semua peran. Fokus saya adalah memastikan sistem berjalan dan tim tahu arah yang dituju," ucap Harumi.

Harum juga mengatakan, perannya sebagai CEO lebih strategis dibanding menjadi profesional.

Selektif Memilih Peluang demi Bisnis Berkelanjutan

Transformasi pola pikir juga mengubah bagaimana caranya mengambil sebuah keputusan dalam berbisnis. Kini Harumi lebih selektif dan lebih berani menolak sebuah peluan yang tidak sejalan dengan strategi dalam jangka panjang.

"Bukan karena tidak mau tumbuh, tapi karena kami sudah paham mana yang relevan dan mana yang hanya distraksi, sehingga kami memiliki arah bisnis yang jelas dan terukur," kata dia.

Kemudian, Baron juga mengatakan bahwa melalui Pertapreneur Aggregator, Pertamina juga membangun UMKM tidak hanya tumbuh dari sisi omzet, tetapi juga mematangkan secara organisasi.

"Dengan fondasi sistem dan kepemimpinan yang kuat, UMKM diharapkan mampu bertahan, berkembang, dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.

Pendekatan komprehensif ini membuktikan bahwa kenaikan kelas UMKM tidak semata-mata diukur dari lonjakan angka penjualan sesaat, melainkan dari seberapa kokoh pilar manajemen yang dibangun di dalamnya. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6