Asal Usul Tumpukan Uang Rp 6,6 Triliun Dipamerkan Kejagung ke Presiden Prabowo

Presiden Prabowo mengapresiasi kinerja Kejagung yang tanpa pandang bulu berani menindak dan mengembalikan kawasan hutan ke tangan negara.

Diterbitkan 24 Desember 2025, 18:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kejaksaan Agung menyerahkan uang Rp 6,62 triliun hasil penindakan kepada Presiden Prabowo.
  • Dana tersebut berasal dari denda administratif kehutanan dan penyelamatan keuangan negara kasus korupsi.
  • Kejagung optimis akan ada potensi penerimaan denda administratif lebih besar di masa depan.

Liputan6.com, Jakarta - Ada pemandangan menarik saat jumpa pers di Kantor Kejaksaan Agung hari ini, Rabu (24/12) sore. Gunungan uang pecahan Rp 100 ribu tersebut menghiasi latar belakang tempat berdirinya Jaksa Agung ST Burhanuddin saat menyampaikan laporan ke hadapan Presiden Prabowo.

“Pada hari yang baik ini, hal ini adalah sebagai wujud pertanggungjawaban kepada publik, kami turut serahkan uang sebesar Rp 6.625.294.190.469,74 (Rp 6,6 triliiun), ujar Burhanuddin di Gedung Bundar Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Burhanuddin mengungkap, duit sebanyak itu adalah hasil tagihan denda administratif kehutanan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) senilai Rp 2.344.965.750 yang berasal dari 20 perusahaan sawit dan satu perusahaan tambang nikel.

Sisanya, lanjut dia, adalah hasil penyelamatan keuangan negara atas tindak pidana korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Agung senilai Rp 4.280.328.440.469,74 yang berasal dari perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor CPO dan perkara impor gula.

Burhanuddin meyakini, jumlah dipamerkan hari ini belum seberapa. Tahun depan, pihaknya optimis akan lebih banyak lagi uang yang akan dikembalikan kepada negara sebagai bentuk pemulihan atas perkara hukum yang merugikan Bumi Pertiwi.

"Tahun 2026 terdapat potensi penerimaan denda administratif pada sawit dan tambang yang berada dalam kawasan hutan dengan jumlah sebagai berikut, potensi denda administratif dari sawit sebesar Rp 109,6 triliun dan potensi administratif tambang sebesar Rp 32,63 triliun," dia menutup.

 

Prabowo Minta Kejagung Tak Pandang Bulu

Mendengar hal itu, Presiden Prabowo mengakui kinerja Kejaksaan Agung yang tanpa pandang bulu berani menindak dan mengembalikan kawasan hutan ke tangan negara. 

“Saya hormat sama kalian semua mari kita teruskan jangan gentar, jangan surut! kita berada di jalan yang benar! kita berada di jalan yang mulia, kita membela kebenaran keadilan, kita membela kepentingan jutaan rakyat Indonesia,” ungkap dia. 

Prabowo percaya, rakyat Indonesia mendoakan kerja-kerja penegakkan hukum dan akan membela tugas mulia para insan Adhyaksa.

“Terima kasih Jaksa Agung leadership anda mungkin anda tidak populer tapi tidak populer bagi segelintir maling-maling itu, anda didoakan oleh seluruh rakyat Indonesia terima kasih teruskan perjuangan!,” pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6