Liputan6.com, Jakarta Revolusi transportasi udara telah di depan mata. Taksi kini tak hanya mobil yang melintas di jalanan. Hari ini, kita dihadapkan pada taksi terbang.
Salah satu taksi terbang yang telah ujicoba di Indonesia adalah EHang 216-S. EHang 2016-S adalah taksi terbang yang bentuknya seperti drone raksasa berteknologi AAV (Autonomous Aerial Vehiclec disebut sangat potensial untuk mendukung konektivitas antar pulau dan layanan evakuasi darurat di negara maritim seperti Indonesia.
Jurnalis Liputan6.com mendapat kesempatan melihat langsung kecanggihan taksi terbang yang menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI). Langsung dari kantor pusatnya di Guangzhou, China, 31 November 2025.
Advertisement
Sebelum terbang, kami dipersilakan menjajal masuk kursi penumpang. Kursi empuk dan bisa diisi oleh dua orang. Di depan kursi, terdapat layar yang berisi keterangan saat taksi mulai terbang.
Vice President EHang, He Tianxing menyatakan, taksi terbang seperti EH216-S bisa segera diterapkan di Indonesia. Terutama di wilayah wisata seperti Bali serta kota besar seperti Jakarta.
“Di masa depan, EH216-S dapat digunakan untuk transportasi udara antar pulau, wisata, logistik, hingga penyelamatan darurat,” jelasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429483/original/018568700_1764588949-EHang_216-S_taksi_terbang.jpeg)
Dari Patroli Polisi Sampai Penyelamatan Bencana
Selain pariwisata, He menyebut teknologi ini akan sangat bermanfaat untuk patroli kepolisian, pemadam kebakaran, dan operasi penyelamatan bencana. Indonesia dengan kondisi geografis rawan gempa, tsunami, dan erupsi gunung berapi, membutuhkan solusi mobilitas cepat yang tidak bergantung pada akses darat.
“Kami bahkan telah melakukan uji penerbangan simulasi untuk situasi erupsi gunung berapi dan evakuasi darurat,” katanya.
Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam konektivitas. Drone penumpang atau taksi terbang bisa menjadi alternatif penting ketika akses laut dan darat terputus.
Dalam kondisi darurat, seperti distribusi logistik bantuan, evakuasi korban, atau transfer pasien kritis—pesawat otonom dapat bergerak cepat dan menjangkau daerah terpencil.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429484/original/058024600_1764588949-EHang_216-S.jpeg)
Advertisement
Masa Depan Taksi Terbang di Indonesia
EHang sejatinya dikenal juga sebagai pesawat listrik. Ehang sejalan dengan kebijakan Indonesia yang mendorong transisi energi hijau, termasuk pengembangan kendaraan listrik dan ekosistem baterai.
“Pesawat listrik ramah lingkungan sangat sesuai dengan arah kebijakan nasional Indonesia,” ujarnya.
Teknologi eVTOL menawarkan penerbangan bebas emisi dengan tingkat kebisingan lebih rendah dibanding helikopter konvensional.
Terkait operasional bisnis, EHang kini belum memiliki kantor cabang di Indonesia, namun telah menggandeng sejumlah mitra lokal di sektor otomotif listrik, pariwisata, dan kerja sama dengan instansi pemerintah. He menambahkan, jika pasar berkembang pesat, perusahaan berencana membuka pabrik, pusat perawatan armada, dan fasilitas after-sales di Indonesia.
“Ketika jumlah unit yang beroperasi mencapai ribuan, kami akan melakukan lokalisasi servis dan produksi,” ujar He.
Menutup pembicaraan, He menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar paling potensial di Asia Tenggara, mengingat industri penerbangan nasional yang sudah maju dan besarnya kebutuhan transportasi antar pulau.
“Indonesia bisa menjadi pasar terbesar kami berikutnya,” tutupnya.
Diketahui, Ehang 216 memiliki tinggi 1.77 meter dengan lebar 5.61 meter. Pesawat listrik ini dapat mengangkut muatan hingga 220 kg dan jarak terbangnya dengan muatan maksimal 35 km, waktu terbang 21 menit serta kecepatan maksimal di 130 km per jam.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429482/original/079184700_1764588948-EHang_216-S_taksi_terbang_china.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8954822/original/067340700_1782972962-IMG_0034.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1305596/original/086117500_1470137056-linkedin-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8873443/original/045632400_1782932659-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3225394/original/006677000_1598958672-000_1WW4MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8790786/original/052279000_1782898644-guo_wengui.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4441329/original/046708800_1685016629-pexels-pixabay-33786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3995760/original/096587400_1649941084-20220414-Proyeksi-Neraca-Perdagangan-Indonesia-FANANI-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8720554/original/060197100_1782813704-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)