Liputan6.com, Jakarta Di sebuah ruko kecil di Jl. Nusa Indah No. 38, Sleman, aktivitas pagi itu begitu dinamis. Tumpukan pakaian, rak, dan berbagai barang rumah tangga tengah menunggu pemilik barunya. Pemandangan ini terjadi pada sebuah bazar yang diadakan oleh Berkah Bareng, sebuah divisi dari Baitulmal Masjid Nurul Ashri yang mengelola donasi barang bekas. Di tengah kesibukan itu, Muhammad Kharis, S.Pd., Koordinator Berkah Bareng, bercerita tentang bagaimana gerakan ini bermula.
“Dulu itu kita kesulitan untuk menggalang dana,” ujarnya pada Reporter Liputan6.com pada Minggu (30/11/2025). “Ternyata barang bekas itu potensi juga untuk bisa menghimpun dana.”
Ia menambahkan bahwa ide ini terinspirasi dari program KKN generasi pengurus sebelumnya, kemudian berkembang hingga memiliki gerai sendiri serta gudang di wilayah Jalan Kaliurang, juga bazar rutin setiap Ahad pagi di Maguwo.
Advertisement
Kini Berkah Bareng menerima hampir semua barang selama masih bisa digunakan—mulai dari pakaian, sepatu, rak, hingga troli. Prinsip yang mereka pegang sederhana, apa pun yang masih dapat dipakai atau diperbaiki tetap memiliki manfaat.
Kehidupan Kedua Barang Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429285/original/028399800_1764579093-photo_6154429097560444227_y.jpg)
Kharis menekankan bahwa donasi bukanlah tempat membuang barang, melainkan sarana memberi kesempatan kedua bagi benda-benda yang tidak lagi dibutuhkan pemiliknya.
“Barang yang sudah tidak dipakai dalam satu keluarga itu sebenarnya bisa jadi jawaban dari doa orang lain,” katanya.
Setiap barang yang masuk melalui proses sortir ketat. Pakaian yang masih sangat layak dikelompokkan menjadi grade satu dan dijual di gerai dengan harga terjangkau. Barang yang sedikit di bawahnya masuk grade dua dan dibawa ke bazar Maguwo. Sementara itu, pakaian kualitas rendah—yang mungkin berjamur, sobek, atau memiliki kekurangan signifikan—masuk grade tiga dan dijual dengan harga sangat murah.
Namun barang yang benar-benar tidak layak pakai tidak dibiarkan menumpuk begitu saja. Pakaian-pakaian itu dipotong, dianyam, dan diolah kembali menjadi keset. Program pengolahan limbah pakaian ini bahkan dijalankan bersama para mitra pengrajin dari Kricak dan Wonosari.
“Mereka kita support alatnya, benangnya, bahannya, kemudian hasil produksinya itu kita beli,” jelas Kharis.
Dampak lingkungan mungkin belum tercatat dalam angka yang konkret, namun upaya memperpanjang usia barang ini jelas berkontribusi pada pengurangan sampah. Ini karena barang bekas yang diserahkan ke tukang sampah biasanya hanya akan berakhir di TPA, tetapi melalui program ini, barang-barang itu bisa kembali memberi manfaat. Selain itu, komunitas relawan yang berada di belakang gerakan ini juga beberapa kali mengadakan kegiatan bertema lingkungan seperti penanaman mangrove, pelepasan tukik, dan patroli penyu, yang semakin menegaskan komitmen mereka terhadap ekosistem.
Advertisement
Dampak Sosial Ekonomi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429286/original/068535600_1764579093-photo_6154429097560444228_y.jpg)
Dari sisi sosial-ekonomi, efeknya jauh lebih nyata dan langsung terasa. Sebagian besar pembeli di gerai dan bazar adalah para reseller atau tengkulak thrifting yang membeli barang dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Haris menyebut bahwa thrifting juga memiliki “level”-nya sendiri, dan Berkah Bareng menjadi salah satu sumber kulakan bagi para pedagang kecil. Selain itu, program ini menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar gudang dan menciptakan peluang penghasilan bagi pengrajin keset.
“Kalau dampak lingkungannya kita masih kesulitan mengukur, tapi dampak ekonominya malah bisa terukur,” ungkap Kharis.
Program sosial lain juga sudah disiapkan. Setelah kegiatan cuci gudang selesai, mereka akan menyalurkan pakaian layak pakai dan sarung yang sudah dicuci dan dikemas ulang kepada masyarakat yang membutuhkan. Kharis menyebut bahwa rencana ini sedang dalam tahap akhir dan siap segera dijalankan.
Dalam jangka panjang, Berkah Bareng ingin menghimpun lebih banyak donasi agar dapat membuka cabang penjualan baru, serta memperluas program pengolahan limbah pakaian dengan memberikan pelatihan kepada komunitas seperti ibu-ibu PKK. Harapannya, tidak hanya barang yang menemukan nilai baru, tetapi keterampilan dan peluang ekonomi juga ikut tersebar ke lebih banyak keluarga.
Tantangan dan Harapan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429287/original/007864000_1764579094-photo_6154429097560444225_y.jpg)
Meski begitu, tantangan terbesar tetap ada pada volume barang tidak layak pakai yang terus masuk. Tidak semua limbah tekstil bisa diolah menjadi keset, begitu pula dengan barang-barang besar seperti lemari atau elektronik rusak yang sulit diperbaiki.
“Tukang sampah pun nolak,” kata Kharis sambil menghela napas.
Karena itu, keinginan mereka adalah membangun sebuah workshop yang bisa memperbaiki barang-barang tersebut agar tidak terbuang sia-sia. Di bengkel kecil semacam itu, kaki lemari yang patah bisa disambung lagi, atau peralatan elektronik bisa dipulihkan untuk digunakan kembali.
Melalui tangan para relawan, donatur, mitra pengrajin, hingga para pembeli, Berkah Bareng membuktikan bahwa keberkahan bisa datang dari hal yang sering kita anggap sepele. Barang bekas tidak lagi menjadi beban atau sampah, melainkan sumber manfaat yang mempertemukan banyak orang dalam rantai kebaikan. Dan pada akhirnya, berkah itu menyebar jauh lebih luas daripada sekadar barang yang berpindah tangan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5429284/original/089009300_1764579092-photo_6154429097560444220_y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)