Pemkot Bontang Bekali ASN Ilmu Mediasi untuk Jaga Harmoni Keluarga dan Kinerja Pelayanan

Wali Kota Neni dalam sambutannya menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam menunjang profesionalisme ASN dalam bekerja. Menurutnya, kondisi internal keluarga sangat memengaruhi kualitas pelayanan publik yang diberikan ASN.

Diterbitkan 20 November 2025, 10:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemkot Bontang gelar pelatihan deteksi mediasi konflik rumah tangga bagi ASN.
  • Tujuannya perkuat ketahanan keluarga ASN untuk tingkatkan profesionalisme kerja.
  • ASN diharapkan jadi agen perubahan dan teladan harmoni keluarga.

Liputan6.com, Bontang - Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar pelatihan khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) bertajuk Deteksi dan Mediasi Perselisihan Rumah Tangga. Pelatihan ini berlangsung pada Senin (17/11) di Ruang Pirus, Hotel Equator, dan dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Wali Kota Neni dalam sambutannya menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam menunjang profesionalisme ASN dalam bekerja. Menurutnya, kondisi internal keluarga sangat memengaruhi kualitas pelayanan publik yang diberikan ASN.

“Sebagai Aparatur Sipil Negara, kita tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga diharapkan mampu menjaga harmoni, ketenangan batin, dan keseimbangan di dalam keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keluarga yang kuat akan memperkuat kepribadian ASN dalam menjalankan tugas negara.

“Sebab di balik sosok ASN yang tangguh di kantor, terdapat pribadi yang utuh dan kuat di rumah,” sambung Neni.

 

Tak hanya itu, Neni berharap agar para peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya, membawa nilai-nilai harmoni tidak hanya di lingkup rumah tangga tapi juga dalam membina relasi sosial yang sehat.

“Bukan hanya sekadar penengah ketika terjadi perselisihan, tetapi juga teladan dalam membangun keluarga yang saling menghargai, mendukung, dan menguatkan,” tegasnya.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Tim Terapi dan Asesmen Terpadu (TAT) BNN Provinsi Kalimantan Timur, Ayunda Ramadhani, yang menyampaikan materi seputar deteksi dini potensi konflik rumah tangga, teknik menjaga keharmonisan keluarga, serta strategi mediasi yang tepat dalam menyelesaikan konflik.

 

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai upaya preventif menghadapi persoalan ketenangan psikologis ASN yang bisa berdampak pada kinerja birokrasi.

“Pelatihan ini penting agar ASN memiliki pemahaman yang utuh terhadap dinamika keluarga, sehingga bisa mencegah potensi konflik sejak dini,” ujarnya.

Perwakilan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Bontang turut ambil bagian dalam pelatihan ini. Pemkot berharap, upaya ini mampu memperkuat ketahanan keluarga ASN, yang pada gilirannya turut meningkatkan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh di Bontang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6