Gebyar Pajak 2025, Pemkot Bontang Apresiasi Wajib Pajak Taat lewat Doorprize Menarik

Puncak acara pengundian dilakukan pada 13 November 2025, dengan hadiah utama berupa sepeda motor Honda Vario 125 yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Diterbitkan 18 November 2025, 18:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemkot Bontang apresiasi wajib pajak taat melalui Gebyar Pajak Kaltim 2025.
  • Program ini berikan hadiah menarik, dorong kesadaran kontribusi pajak bagi pembangunan.
  • Pajak daerah penting untuk infrastruktur, layanan publik, dan kesejahteraan warga.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Bontang terus berupaya meningkatkan kepatuhan pajak masyarakat dengan cara yang unik dan inspiratif. Salah satunya lewat program Gebyar Pajak Kaltim 2025, sebuah inisiatif kolaboratif bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim yang memberikan penghargaan kepada para wajib pajak taat.

Tahun ini, beragam hadiah menarik disiapkan sebagai bentuk apresiasi, mulai dari sepeda motor, kulkas, mesin cuci, hingga tabungan dari Bank Kaltimtara. Puncak acara pengundian dilakukan pada 13 November 2025, dengan hadiah utama berupa sepeda motor Honda Vario 125 yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Penyerahan hadiah berlangsung penuh kehangatan. Neni didampingi Kepala Bapenda Kota Bontang, Syahruddin, dan Plt Kepala Bank Kaltimtara, Arie Herlambang, saat menyerahkan kunci motor secara simbolis kepada Kusnul Partiwi, pemilik Papoy Signature yang terpilih sebagai pemenang utama.

“Selamat untuk para wajib pajak, terutama Mbak Kusnul sebagai pemenang hadiah utama. Teruslah disiplin membayar pajak. Dengan lancar pajaknya, lancar pula rezekinya dan lancar PAD-nya. Pajak yang dibayarkan akan kembali untuk kepentingan masyarakat,” ujar Neni dalam sambutannya.

 

Ia juga menekankan bahwa pajak daerah bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan kontribusi nyata masyarakat terhadap pembangunan kota. Menurutnya, program seperti Gebyar Pajak menjadi salah satu cara efektif untuk menumbuhkan kesadaran itu.

“Program apresiasi seperti Gebyar Pajak bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga cara menguatkan kesadaran masyarakat bahwa pajak bukan beban, melainkan kontribusi nyata bagi kemajuan kota,” jelasnya.

Senada dengan Neni, Kepala Bapenda Kota Bontang, Syahruddin, menjelaskan bahwa tingginya kepatuhan wajib pajak berdampak langsung pada pembangunan kota, baik dari sisi infrastruktur, layanan publik, hingga program sosial.

“Tidak ada ruginya membayar pajak. Manfaatnya kembali lagi untuk pembangunan dan kesejahteraan warga Bontang,” katanya.

Di sisi lain, Kusnul Partiwi mengaku sempat tidak percaya saat mendapat kabar bahwa dirinya memenangkan hadiah utama. Panggilan telepon dari panitia pada Selasa (11/11) jadi momen yang tak terlupakan baginya.

“Kaget, senang, dan nggak nyangka dapat hadiah motor. Terima kasih untuk Bapenda, Bank Kaltimtara, dan Bunda Wali Kota,” ucapnya bahagia.

Pemkot Bontang berharap, Gebyar Pajak tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tapi juga pemantik semangat warga untuk terus taat pajak. Lewat pendekatan transparan dan penghargaan yang akuntabel, program ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6