Cerita Orang Tua Panik Saat Ledakan SMAN 72 Jakarta: Guru Minta Anak Dijemput karena di Sekolah Darurat

Ledakan terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Jalan Prihatin, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025).

Diterbitkan 08 November 2025, 20:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Orang tua siswa menceritakan kepanikannya saat ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta. Dia mengungkapkan, dalam grup sekolah, guru meminta orang tua siswa segera menjemput anaknya masing-masing.

"Begitu kejadian, guru menginformasikan ke grup bagi orang tua tolong dijemput anak-anaknya karena di sekolah ada 'darurat', koordinator kelas 'darurat'," cerita Widya, salah satu orang tua siswa SMAN 72 Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

Tanpa pikir panjang, Widya langsung menjemput anaknya ke sekolah. Dia bersyukur, sang anak dalam kondisi baik di tengah ledakan yang membuat puluhan siswa luka-luka.

"Saya sebagai orang tua spontan menjemput anak saya, bagaimana kabarnya, Puji Tuhan anak saya sehat," ujarnya.

Meski tak luka, putri Widya mengalami trauma karena mendengar suara ledakan. Sebab, letak kelas sang putri bersebelahan dengan masjid yang menjadi titik ledakan.

"Dia ketakutan karena posisi kelasnya sama masjid itu satu tembok 'saya takut, takutnya seram'," kata Widya.

Widya terus menguatkan putrinya. Dia selalu menyampaikan bahwa tak ada korban jiwa akibat ledakan di SMAN 72 Jakarta.

"Saya sebagai orang tua mensupport agar tidak trauma," ucapnya.

Siswa ke Sekolah Ambil Peralatan

Sejumlah siswa-siswi SMAN 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara mendatangi sekolahnya pasca ledakan yang terjadi pada Jumat (7/11/2025) kemarin siang.

Pantauan merdeka.com, Sabtu (8/11/2025), para siswa mulai berdatangan ke SMAN 72 sekitar pukul 14.30 WIB. Di antara mereka ada yang didampingi oleh orang tuanya.

Kedatangan mereka ke sekolah untuk mengambil peralatan pribadi yang masih tertinggal, seperti tas dan lain sebagainya.

"Kami ke sini dalam rangka mengambil peralatan sekolah yang ketinggalan (saat insiden ledakan) kemarin, karena kemarin belum sempat mengambil peralatan sekolah seperti tas, buku, handphone, ada laptop juga. Jadi saat ini wali kelas menginfokan bahwa peralatan sekolah bisa diambil hari ini," kata Widya mendampingi putrinya.

"Menurut informasi di grup yang mengambil hanya siswa saja didampingi wali kelas masing-masing," sambungnya.

Kronologi Ledakan Versi Guru SMAN 72 Jakarta

Ledakan terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Jalan Prihatin, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025). Insiden itu terjadi saat khotbah Jumat tengah berlangsung.

Hal itu diungkap Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan berdasar keterangan salah satu guru Matematika SMA 72 Jakarta. Dia mengatakan, ratusan siswa dan guru saat itu sedang mengikuti khotbah Jumat di aula sekolah.

"Ketika khotbah Jumat sedang berlangsung, tiba-tiba terdengar suara ledakan cukup keras dari arah belakang aula," kata Yohan dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).

Saksi mata, Totong menceritakan, ledakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, siswa dan guru SMA Negeri 72 sedang melaksanakan salat Jumat di masjid.

"Saya kan lagi salat Jumat, di saf paling depan, ya langsung meledak. Pas ledakan langsung bubar, langsung pada keluar semua karena takut," cerita Totong, guru SMAN 72 Jakarta.

Totong mengaku mendengar suara ledakan keras dari tiga arah berbeda, baik di dalam maupun luar area sekolah. Menurutnya, ledakan itu terjadi secara berurutan, bukan dalam satu waktu bersamaan.

"Ledakan tidak barengan. Setelah di satu titik, satu lagi. Jarak suaranya nggak lama," ujarnya.

Setelah ledakan di tiga titik terjadi, Totong menyebut jemaah langsung menghubungi ambulans dan aparat penegak hukum. Tak lama, ambulans tiba di lokasi.

Dia melihat puluhan orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut. Mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.

"Korban dibawa ke RS Islam Cempaka Putih," ucapnya.

Sumber: Merdeka.com/Nur Habibie.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6