Festival Budaya Mecaq Undat 2025, Bupati Aulia Rahman Ajak Warga Lestarikan Tradisi dan Kearifan Lokal

Festival Budaya Mecaq Undat menghadirkan berbagai agenda seni, budaya, dan olahraga tradisional khas masyarakat Dayak Kenyah di Desa Budaya Sungai Bawang.

Diterbitkan 25 Oktober 2025, 15:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tenggarong Festival Budaya Mecaq Undat Tahun 2025 yang berlangsung di Desa Budaya Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak berjalan meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Acara yang digelar selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2025 ini menghadirkan berbagai agenda seni, budaya, dan olahraga tradisional khas masyarakat Dayak Kenyah di Desa Budaya Sungai Bawang. 

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri secara langsung meresmikan Festival Budaya Mecaq Undat Tahun 2025. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan aksi menyumpit balon sebagai simbol dimulainya rangkaian festival olahraga tradisional yang menjadi bagian dari perayaan adat masyarakat Dayak Kenyah.

Sebelum acara pembukaan, Bupati Kukar bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Arianto, Camat Muara Badak Arpan, serta Ketua Dewan Adat Kalimantan Timur Viktor Juan, diarak menggunakan perahu menuju Lamin Adat Desa Sungai Bawang.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut secara adat oleh kepala adat dan masyarakat setempat. Aulia Rahman kemudian melakukan prosesi pemutaran bambu berisi air sebagai tanda pembersihan diri dan doa agar senantiasa diberikan kesehatan.

Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi

Ketua Panitia Festival Mecaq Undat 2025, Martinus Kuhi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Dayak Kenyah atas hasil panen padi.

“Festival ini diadakan secara rutin dari tahun ke tahun sebagai upacara adat panen padi Suku Dayak Kenyah yang secara harfiah berarti menumbuk beras hingga menjadi tepung,” ujarnya.

Martinus menambahkan, Mecaq Undat memiliki makna penting dalam upaya melestarikan dan mengembangkan adat istiadat serta budaya leluhur agar tetap diwariskan kepada generasi muda.

“Festival ini juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan masyarakat Dayak Kenyah di Kutai Kartanegara sekaligus magnet wisata budaya daerah,” katanya.

Ia menegaskan, panitia berupaya maksimal agar kegiatan berlangsung meriah dan berkesan.

“Kami sudah berusaha sebaik-baiknya menyelenggarakan acara ini sesuai pepatah adat Tegak Mati Hamelung Gunung, Tapi Apa Daya Tangan Tak Sampai. Semoga semangat menjaga tradisi ini didukung semua pihak,” jelasnya.

Festival Mecaq Undat dimeriahkan dengan aneka tari dan kesenian tradisional, serta berbagai perlombaan olahraga khas Dayak Kenyah seperti menyumpit, begasing, dan belogo.

Aulia Rahman: Identitas dan Jati Diri yang Harus Dirawat

Dalam sambutannya, Bupati Aulia Rahman Basri mengapresiasi kerja keras panitia dan masyarakat Sungai Bawang dalam menjaga tradisi dan menyukseskan festival tersebut.

“Festival Mecaq Undat adalah wujud rasa syukur Komunitas Dayak Kenyah atas hasil panen yang melimpah, sekaligus etalase kekayaan warisan luhur Suku Dayak Kenyah,” ujar Aulia.

Menurutnya, tradisi Mecaq Undat yang berarti pesta panen padi sarat dengan nilai kearifan lokal. “Di tengah derasnya arus modernisasi, upaya untuk terus menghidupkan tradisi agar anak cucu kita mengetahui warisan leluhur sangatlah penting,” ujarnya.

Aulia menegaskan, kegiatan budaya seperti ini bukan hanya pesta rakyat, tetapi juga bentuk syukur atas nikmat Tuhan dan cara merawat identitas diri masyarakat Kukar.

“Inilah cara kita merawat jati diri. Melalui pementasan seperti Tari Kancet Lasan, Tari Udoq Kiba, hingga Lomba Menyumpit, kita bukan hanya berfestival, tapi juga mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda,” tegasnya.

Dukung Pengembangan Wisata Budaya

Aulia menegaskan bahwa Pemkab Kutai Kartanegara memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong kemajuan sektor pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.

“Desa Budaya Sungai Bawang ini adalah aset yang memiliki potensi besar untuk kita kembangkan bersama. Festival ini sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik yang menempatkan kebudayaan sebagai pilar penting pembangunan,” ujarnya.

Aulia mengajak agar festival ini dijadikan agenda tahunan yang terjadwal dengan baik. “Jadikan Mecaq Undat sebagai agenda rutin setiap tahun dengan kolaborasi lintas instansi. Pemkab Kukar siap memberikan dukungan penuh,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Aulia berpesan kepada masyarakat agar menikmati festival dengan semangat kebersamaan.

“Mari kita ikuti seluruh rangkaian acara ini dengan gembira, tertib, dan penuh semangat. Kepada para peserta lomba, khususnya lomba menyumpit, tunjukkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas,” pesan Bupati Aulia Rahman Basri.

Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Muhammad Taufik, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Muslik, Sekretaris Dispora Safliansyah, Kepala Desa Sungai Bawang Martinus Kuhi, Ketua PDKT Kukar Hj. Maria Ester, serta para tokoh adat seperti Plt Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Kaltim Gun Ingan dan Ketua Umum Gerakan Pemuda Asli Kalimantan Abraham Ingan.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6