Pegawai SPPG Bekasi Selatan Diduga Alami Pelecehan dan Penganiayaan, Polisi Turun Tangan

Polres Metro Bekasi Kota masih mendalami laporan dugaan pelecehan dan penganiayaan terhadap seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Bekasi Selatan, Jawa Barat (Jabar).

Diterbitkan 24 Oktober 2025, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polres Metro Bekasi Kota masih mendalami laporan dugaan pelecehan dan penganiayaan terhadap seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Bekasi Selatan, Jawa Barat (Jabar).

Korban berinisial RD sebelumnya melapor karena mengaku dilecehkan dan diperlakukan kasar oleh atasannya yang merupakan kepala SPPG setempat.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro membenarkan adanya laporan tersebut. Namun, ia menjelaskan, penyidik masih mendalami informasi tersebut.

"Masih kita dalami kaitan informasi tersebut ya. Memang kemarin sudah laporan. Kita masih mendalami keterangan tersebut," kata Kusumo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, penyidik saat ini baru memeriksa saksi-saksi yang diajukan oleh pihak pelapor terlebih dahulu. "Kita masih inikan saksinya ya. Saksi-saksi pelapor terlebih dahulu," ucap dia.

Sementara itu, korban belum dapat memberikan keterangan karena masih dalam kondisi kurang sehat.

"Tepatnya korban membuat laporan, tapi belum memberikan keterangan. Kemarin korban kondisinya sedang tidak sehat terus kita coba komunikasikan, korban minta waktu untuk pemeriksaan (BAP)," terang Kusumo.

Lebih lanjut, mengenai peristiwa dugaan pelecehan itu terekam CCTV, Kusumo mengatakan hal tersebut masih akan didalami lebih lanjut.

"Belum ini kan, baru pernyataan dia, keterangan seperti apa kita masih mendalami," tandas dia.

 

Cegah Keracunan, BGN Wajibkan Dapur SPPG Masak MBG Pakai Air Galon

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Dayang akan mewajibkan seluruh dapur satuan penyedia pangan bergizi (SPPG) untuk menggunakan air galon. Hal ini dilakukan demi mencegah adanya potensi keracunan yang dialami penerima.

"Kami wajibkan sekarang harus memakai air galon pak, sementara sebelum mereka mempunyai air yang dipastikan mempunyai kualitas," kata Nanik dalam kegiatan bertajuk "Upaya Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa melalui MBG" di Antara Heritage Center, Jakarta, Kamis 23 Oktober 2025.

Nanik menyoroti hasil laboratorium yang menunjukkan 72 persen kasus keracunan makanan disebabkan oleh kualitas air yang kurang bagus.

Oleh karena itu, semua dapur MBG diwajibkan untuk menggunakan air galon yang telah difilter UV, sehingga memastikan keamanan dan kebersihan makanan yang disalurkan kepada anak-anak.

"Ternyata kalau dari hasil lab, itu dari 72 persen menurut Depkes itu dari air. Kenapa Bandung Barat mungkin ya, itu karena di sana itu kan pembuangan sampah dari Bandung dan mengumpul di Bandung Barat. Jadi memang lingkungan yang sanitasinya air dan sebagainya itu, makanya kemudian kami wajibkan sekarang harus memakai air galon," katanya.

 

Capaian Program MBG

Disisi lain, Nanik menyampaikan bahwa program MBG telah menjangkau sekitar 36 juta penerima manfaat, atau hampir 40% dari target nasional 83 juta anak. BGN menargetkan angka tersebut bisa meningkat hingga 60% pada akhir Desember 2025.

Nanik menilai capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, meski ia mengakui masih banyak tantangan di lapangan.

"Memang kami belum sempurna sehingga tidak bisa dinafikan, belakangan memang banyak cerita berita-berita yang kurang mengenakkan atau tidak kita inginkan terhadap anak-anak," ucap dia.

"Saya tidak bicara jumlah, karena sesuatu yang terjadi pada kesehatan tidak bisa distatistikan. Namun apapun, kami akan berusaha keras agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan. Yang jelas bahwa program ini akan memberikan kepada para penerima manfaat," jelas Nanik.

Ia menegaskan kembali bahwa program MBG merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mencetak generasi emas Indonesia, dengan anak-anak yang tumbuh sehat dan cerdas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6