HUT ke-26 Kota Bontang, Wali Kota Neni Ajak Warga Refleksi dan Perkuat Komitmen Pembangunan

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur. Dalam amanatnya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang selama ini berperan aktif mendukung pembangunan kota.

Diterbitkan 17 Oktober 2025, 18:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Bontang rayakan HUT ke-26, ajang refleksi dan perkuat komitmen pembangunan daerah.
  • Wali Kota Neni soroti tantangan fiskal, namun tetap fokus pembangunan SDM.
  • Tema HUT dorong kolaborasi untuk Bontang berjaya dan masyarakat sejahtera.

Liputan6.com, Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang, Rabu (15/10/2025) pagi, di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara. Momentum ini menjadi ajang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan dan komitmen dalam membangun daerah.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur. Dalam amanatnya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang selama ini berperan aktif mendukung pembangunan kota.

“Hari ini menjadi titik refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dan tekad bagi seluruh elemen warga di Kota Bontang,” ujar Neni.

Bontang, Kota Taman yang Terus Bertumbuh

Kota Bontang dikenal dengan slogan “Kota Taman” akronim dari Tertib, Agamis, Aman, dan Nyaman. Kota ini awalnya berstatus Kota Administratif pada 1989 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1989. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya 12 Oktober 1999, Bontang resmi menjadi kota otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999.

Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Bontang, yang setiap tahun diperingati sebagai simbol perjalanan pembangunan daerah. Tahun ini, peringatan HUT mengusung tema “Bersatu, Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera.” Tema itu menggambarkan semangat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, BUMD, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan warga.

“Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, dengan menghadapi dinamika pembangunan yang sangat kompleks,” tambah Neni.

Tantangan Fiskal Tak Redupkan Semangat

Dalam pidatonya, Wali Kota Neni juga menyoroti tantangan yang dihadapi Kota Bontang ke depan, terutama penurunan Dana Transfer dari Pemerintah Pusat yang cukup signifikan. Ia mengungkapkan bahwa APBD Kota Bontang tahun 2026 diperkirakan hanya mencapai sekitar Rp1,9 triliun.

“Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat Pemerintah Kota Bontang untuk terus melakukan pembangunan, khususnya pembangunan sumber daya manusia,” tegasnya.

Menurutnya, meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemkot akan terus mendorong program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Momentum Bersatu Demi Bontang Berjaya

Menutup amanatnya, Neni berharap agar peringatan HUT ke-26 ini menjadi titik balik untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Dirgahayu Kota Bontang ke-26 tahun, Bersatu, Berbenah, Bontang Berjaya, Masyarakat Sejahtera,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan itu, Pemkot Bontang optimistis mampu menjaga laju pembangunan di tengah tantangan fiskal dan global, sekaligus memperkokoh identitas Bontang sebagai kota yang tertib, agamis, aman, dan nyaman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6