Momen Prabowo Saksikan Langsung Penandatanganan Perjanjian Perdamaian dan Penghentian Perang Gaza

Prabowo tampak duduk di barisan depan bersebelahan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Presiden juga tampak bertepuk tangan usai dokumen perjanjian perdamaian itu ditandatangani.

Diterbitkan 14 Oktober 2025, 05:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo menyaksikan penandatanganan perjanjian damai Gaza di Mesir.
  • Pemimpin AS, Mesir, Turki, Qatar menandatangani kesepakatan perdamaian Gaza.
  • Perjanjian ini mengakhiri perang, membebaskan sandera, dan memulai rekonstruksi Gaza.

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan dokumen perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El-Sheikh. Momen tersebut digelar di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Republik Arab Mesir, Senin, 13 Oktober 2025.

Dokumen tersebut ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani.

Prabowo yang mengenakan jas abu-abu menyaksikan langsung prosesi penandatanganan perjanjian. Dia tampak duduk bersebelahan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sebelumnya, Presiden Abdel Fattah al-Sisi, bersama Presiden AS Donald Trump akan memimpin bersama KTT perdamaian internasional di kota Sharm el-Sheikh, Laut Merah, Mesir pada Senin 13 Oktober 2025.

KTT Bentuk Keseriusan Pemimpin Dunia Mengakhiri Perang di Gaza

Dalam pernyataan kepresidenan disebutkan bahwa KTT tersebut akan mempertemukan para pemimpin dari lebih dari 20 negara.

KTT ini bertujuan untuk "mengakhiri perang di Jalur Gaza, meningkatkan upaya untuk membawa perdamaian dan stabilitas ke Timur Tengah, dan mengawali fase baru keamanan dan stabilitas regional," demikian pernyataan tersebut.

KTT ini dilaksanakan sejalan dengan visi Presiden AS Trump untuk mencapai perdamaian di kawasan dan upayanya yang serius untuk mengakhiri konflik di seluruh dunia.

20 Poin Rencana Usai Gencatan Senjata di Gaza

Trump mengumumkan pada Rabu bahwa Israel dan Hamas telah menyetujui fase pertama dari rencana 20 poin yang ia susun pada 29 September untuk mencapai gencatan senjata di Gaza.

Tahap pertama mencakup pembebasan semua tawanan Israel yang ditahan di Gaza dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina, dan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari seluruh Jalur Gaza yang mulai berlaku pada Jumat pukul 12.00 siang waktu setempat (09.00 GMT).

Trump hingga Erdogan Teken Perjanjian Perdamaian di Gaza

Usai melakukan penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang Gaza, Trump hingga Erdogan memperlihatkan dokumen tersebut.

Presiden Trump dalam keterangannya menyampaikan bahwa kesepakatan yang dicapai merupakan hasil kerja sama panjang berbagai pihak di kawasan dan dunia internasional.

"Setelah bertahun-tahun penderitaan dan pertumpahan darah, perang di Gaza telah berakhir. Bantuan kemanusiaan telah mengalir, termasuk ratusan truk yang berisi bantuan pangan dan kesehatan," kata Trump usai menandatangani perjanjian perdamaian, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2025).

Trump menuturkan warga sipil telah kembali ke rumah, serta para sandera telah berkumpul kembali dengan keluarga mereka.

Dalam pidatonya, Trump juga menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin negara di kawasan Timur Tengah dan dunia yang berkontribusi dalam perundingan perdamaian.

Ia menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza, dengan dukungan berbagai negara untuk membangun kembali infrastruktur, layanan publik, dan kehidupan masyarakat sipil di wilayah tersebut.

Menurut Trump, bantuan internasional akan difokuskan untuk memperbaiki kondisi kemanusiaan dan memastikan bahwa Gaza menjadi wilayah yang damai dan aman bagi seluruh warganya.

Kehadiran Indonesia di forum ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Indonesia terhadap perdamaian dunia dan diplomasi kemanusiaan, sejalan dengan amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6