Liputan6.com, Jakarta - Membahas tanaman hias populer kelas dunia tidak akan lepas dari perdebatan mengenai Perbedaan Monstera dan Philodendron, dua genus tangguh yang sering kali membuat pencinta tanaman pemula maupun kolektor keliru. Kesalahan identifikasi ini sangat wajar terjadi mengingat keduanya bernaung di bawah satu payung keluarga botani yang sama, yaitu Araceae (talas-talasan).
Sebagaimana dicatat oleh Dr. Thomas B. Croat dalam penelitian klasifikasi aroidnya (Jurnal Aroideana, 1997, "A Review of the Genus Philodendron for Central America"), setiap genus memiliki spesialisasi morfologi yang berevolusi untuk beradaptasi dengan habitat aslinya di kanopi hutan hujan tropis yang padat dan lembap. Keunikan artikel ini terletak pada pembedahan struktur seluler internal tanaman yang jarang dibahas oleh ulasan hiasan rumah pada umumnya.
Bagi masyarakat awam, sekilas memandang helaian daun hijau pekat yang terbelah estetis pada kedua tanaman ini mungkin terlihat serupa tanpa celah perbedaan. Namun, jika diteliti lebih mendalam lewat pendekatan taksonomi dan pengamatan morfologi, karakteristik genetika keduanya memancarkan identitas yang sangat kontras.
Advertisement
Â
Apa Perbedaan Monstera dan Philodendron?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8951333/original/098970900_1782971069-Gemini_Generated_Image_38yhbr38yhbr38yh.jpg)
Secara prinsip ilmu botani, perbedaan mendasar antara kedua kelompok tanaman ini terletak pada garis keturunan genus, arsitektur perkembangan tunas, serta struktur morfologi daunnya. Meskipun sama-sama tergolong ke dalam keluarga Araceae, Monstera merupakan genus mandiri yang terkenal dengan kemampuan memprogram kematian sel daun untuk menghasilkan lubang alami.
Di sisi lain, Philodendron memiliki variasi spesies yang jauh lebih masif dengan ciri khas berupa selubung pelindung yang membungkus setiap pucuk daun muda sebelum mekar.
Perbedaan fungsional juga terlihat pada cara kedua genus ini mengelola sirkulasi air dan udara di dalam tubuh mereka. Monstera memiliki jaringan internal yang lebih kaku dengan serat pelepah yang tebal untuk menopang struktur daun raksasa.
Sementara itu, Philodendron cenderung memiliki sistem vaskular yang fleksibel dengan tingkat turgor sel yang tinggi pada batang, membuat getahnya lebih cepat merembes keluar sebagai bentuk pertahanan diri ketika terjadi gesekan mekanis di habitat liar.
Dari segi estetika visual ruangan, perbedaan ini menciptakan dampak dekoratif yang berbeda secara signifikan. Monstera memberikan kesan tropis yang tegas, struktural, dan modern berkat ukuran daunnya yang masif dan berlubang rapi. Sebaliknya, Philodendron menawarkan nuansa yang lebih lembut, rimbun, dan dinamis karena bentuk daunnya yang sangat variatif, mulai dari yang menyerupai jantung hati polos, helaian panjang menjuntai, hingga tekstur permukaan yang menyerupai kain beludru halus.
Advertisement
Perbedaan Bentuk Daun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5199743/original/092538000_1745639579-WhatsApp_Image_2025-04-26_at_10.52.19.jpeg)
Mengetahui aspek botani daun sangat penting untuk mengasah intuisi visual saat membedakan kedua tanaman hias ini. Buku panduan botani tropis tulisan Deni Bown (2000, Aroids: Plants of the Arum Family) menjelaskan bahwa struktur foliar Monstera berevolusi untuk menembus batas ukuran normal daun tanaman lantai hutan pada umumnya.
Ukuran:
- Monstera: Daun dewasa mampu tumbuh hingga ukuran raksasa (monster), mencapai diameter lebih dari satu meter pada habitat aslinya, sehingga membutuhkan ruang tumbuh yang cukup lapang di dalam rumah.
- Philodendron: Ukuran daun umumnya cenderung lebih kompak, rapat, dan sedang, membuat penampilannya lebih fleksibel untuk diletakkan di atas meja atau rak dekorasi minimalis.
Lubang Daun:
- Monstera: Memiliki fenestrasi sejati, yaitu lubang-lubang oval alami yang terbentuk di bagian dalam helaian daun tanpa memutus tepi luar daun, seperti yang terlihat jelas pada spesies Monstera adansonii.
- Philodendron: Tidak memiliki kemampuan genetika untuk menghasilkan lubang tertutup di bagian tengah lembaran daun; seluruh permukaan daun tengahnya selalu bersifat solid atau utuh.
Belahan Daun:
- Monstera: Belahan pada daun Monstera deliciosa terbentuk seiring matangnya tanaman, di mana belahan tersebut sering kali menyisakan lubang-lubang kecil di dekat tulang daun utama.
- Philodendron: Spesies yang memiliki daun terbelah (seperti Philodendron bipinnatifidum) menunjukkan belahan yang konsisten sejak tepi luar langsung menuju ke dalam tanpa menyisakan lubang terisolasi, membentuk struktur yang menyerupai jemari tangan manusia.
Tekstur:
- Monstera: Permukaan daun terasa tebal, kaku, menyerupai kulit (leathery), dan dilapisi oleh lapisan lilin kutikula yang tebal sehingga memantulkan cahaya dengan sangat mengkilap.
- Philodendron: Karakteristik teksturnya sangat beragam, mulai dari yang licin tipis hingga dilapisi bulu halus (trichoma) yang menciptakan efek visual serta sentuhan lembut seperti kain beludru (velvety).
Perbedaan Batang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5373009/original/003995300_1759808851-Philodendron_Pink_Princess.jpg)
Batang merupakan pilar utama tanaman dalam menyalurkan nutrisi dan menstabilkan posisi tumbuh. Berdasarkan penelitian dari Alistair Hay (1999, The Genera of Araceae), struktur nodus atau buku batang pada aroid menjadi indikator utama untuk membedakan pola adaptasi evolusi mereka di alam bebas.
Warna:
- Monstera: Batang utamanya didominasi oleh warna hijau pekat yang seragam, yang lambat laun akan membentuk lapisan luar berwarna abu-abu kecokelatan bertekstur kayu seiring bertambahnya usia tanaman.
- Philodendron: Gradasi warna batangnya jauh lebih kaya dan bervariasi, di mana beberapa spesies populer memiliki tangkai batang berwarna merah darah, cokelat keunguan, atau hijau muda dengan garis-garis putih vertikal.
Ruas:
- Monstera: Memiliki jarak antar-ruas (internode) yang cenderung pendek, tebal, dan sangat rapat sejak fase remaja untuk membangun fondasi kekuatan dalam menopang beban daun yang berat.
- Philodendron: Memiliki ruas batang yang lebih ramping, panjang, dan lentur, memberikan fleksibilitas tinggi bagi tanaman untuk meliuk bebas mengikuti arah datangnya sumber cahaya matahari.
Akar Udara:
- Monstera: Menghasilkan akar udara (aerial roots) yang tebal, panjang, berwarna cokelat gelap, dan sangat kuat, yang berfungsi ganda sebagai jangkar pemanjat sekaligus penyerap kelembapan udara.
- Philodendron: Akar udaranya cenderung berukuran lebih pendek, tipis, tumbuh dalam jumlah massal di setiap buku batang, dan memiliki ujung yang lebih aktif menempel pada permukaan media rambat yang lembap.
Advertisement
Perbedaan Cara Tumbuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5362018/original/093026900_1758807963-annie-spratt-uz92LQEQioA-unsplash.jpg)
Pola pertumbuhan kedua genus ini mencerminkan strategi bertahan hidup mereka dalam memperebutkan cahaya matahari di bawah naungan pohon-pohon hutan tropis yang lebat.
Merambat:
- Monstera: Jarang merambat dengan cara menjuntai ke bawah secara estetis; jika tidak diberi penopang, batangnya yang berat akan meliuk tidak beraturan di atas permukaan tanah mencari objek tegak terdekat.
- Philodendron: Sangat andal dalam pertumbuhan merambat menjuntai ke bawah, sehingga sering kali dijadikan tanaman hias gantung yang diletakkan di sudut tinggi untuk menampilkan untaian daun yang menjalar indah.
Memanjat:
- Monstera: Memiliki sifat epifit atau hemiepifit sejati yang memanjat pohon-pohon besar secara vertikal lurus ke atas dengan bantuan akar udara pembelit yang menancap kuat pada kulit kayu pohon inang.
- Philodendron: Menggunakan kombinasi katapil pelindung dan akar lekat pendek untuk memanjat tebing batu atau batang pohon, namun gerakannya lebih fleksibel dan sering kali membentuk percabangan semak di tengah proses pemanjatan.
Menjalar:
- Monstera: Ketika berada di dasar hutan, tanaman ini menjalar secara horizontal dengan pertumbuhan yang lambat, berfokus pada perpanjangan akar bawah tanah sebelum akhirnya menemukan tegakan untuk tumbuh vertikal.
- Philodendron: Beberapa jenis masuk dalam kategori self-heading atau semak kompak yang tidak memanjat, melainkan menjalar pendek di atas tanah dengan formasi daun yang melingkar rapat membentuk rumpun yang padat.
Perbedaan Perawatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3258088/original/041422000_1601880837-20201005-Janda-Bolong-7.jpg)
Meskipun sama-sama menyukai kelembapan tinggi, kebutuhan pencahayaan dan manajemen penyiraman kedua genus ini memiliki perbedaan fungsi biologi demi menjaga kualitas daun tetap prima di dalam ruangan.
Cahaya:
- Monstera: Membutuhkan paparan cahaya matahari tidak langsung yang terang dan berdurasi panjang (bright indirect light). Jika kekurangan cahaya, tanaman akan mengalami regresi di mana daun barunya tumbuh mengecil tanpa lubang fenestrasi.
- Philodendron: Jauh lebih toleran terhadap area dengan kondisi cahaya minim (low-light tolerance), sehingga tetap dapat mempertahankan retensi warna daunnya meskipun diletakkan di sudut ruangan yang agak redup.
Penyiraman:
- Monstera: Sistem perakaran yang besar membutuhkan jeda pengeringan media tanam yang konsisten; penyiraman ulang baru boleh dilakukan ketika separuh bagian atas media tanam sudah dipastikan kering total.
- Philodendron: Memiliki akar serabut halus yang sensitif terhadap kekeringan ekstrem, sehingga membutuhkan intensitas penyiraman yang menjaga media tetap berada dalam kondisi lembap yang pas (tidak becek).
Media Tanam:
- Monstera: Memerlukan formula media tanam yang sangat poros dengan aerasi tinggi, seperti campuran cacahan pakis kasar, perlite, bark (kulit kayu), dan sedikit kompos agar air langsung mengalir lancar ke bawah.
- Philodendron: Lebih menyukai media tanam yang mampu mengikat kelembapan secara merata namun tetap gembur, seperti kombinasi cocopeat kualitas tinggi, sekam bakar, dan sedikit pasir malang.
Pupuk:
- Monstera: Merespons dengan sangat baik pemberian pupuk dengan kandungan Nitrogen (N) tinggi untuk merangsang pertumbuhan ukuran daun agar bisa mencapai kapasitas maksimal secara cepat.
- Philodendron: Lebih aman diberikan pupuk majemuk dengan formula seimbang (NPK seimbang) yang dilarutkan secara encer, guna menghindari penumpukan garam kimia yang berpotensi membakar akar halus tanaman.
Advertisement
Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509032/original/005397200_1771649647-Monstera4.jpg)
Bagi orang awam yang baru saja memulai hobi berkebun di dalam ruangan, kelompok Philodendron berdaun licin (seperti Philodendron hederaceum atau Philodendron cordatum) sering kali menjadi pilihan yang jauh lebih aman dan minim risiko stres.
Karakteristik perakarannya yang sangat adaptif terhadap fluktuasi kelembapan ruangan serta toleransinya yang tinggi terhadap sudut ruangan minim cahaya membuat tanaman ini tidak memerlukan perhatian yang terlalu intensif setiap harinya. Tanaman ini juga tidak mudah mengalami mutasi bentuk daun jika terjadi kesalahan penempatan posisi dekorasi.
Namun, jika ruangan di dalam rumah memiliki jendela besar dengan pasokan cahaya pagi yang melimpah, memelihara Monstera juga tidak kalah menyenangkan dan relatif mudah dikendalikan. Kunci utama keberhasilan merawat Monstera bagi pemula hanyalah menahan diri untuk tidak melakukan penyiraman yang terlalu sering (overwatering). Jadi, pilihan terbaik sangat bergantung pada kondisi mikro iklim dan ketersediaan intensitas cahaya matahari yang ada di dalam ruangan rumah masing-masing.
Apakah Monstera Termasuk Philodendron?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562814/original/033717500_1776840715-monstera.jpg)
Secara taksonomi biologi yang resmi, Monstera sama sekali tidak termasuk ke dalam genus Philodendron. Keduanya adalah dua entitas genus yang sepenuhnya terpisah dan berjalan pada jalur evolusinya masing-masing, meskipun mereka berdua memang berbagi garis kekerabatan tingkat tinggi di dalam rumpun keluarga Araceae yang sama.
Kesalahpahaman massal ini berakar dari strategi pemasaran industri tanaman hias zaman dahulu yang sering melabeli jenis Monstera deliciosa muda dengan nama dagang Split-leaf Philodendron karena kemiripan bentuk visualnya sebelum daun tersebut berlubang sempurna.
Membeli tanaman dengan memahami nama ilmiah aslinya akan menghindarkan pencinta tanaman dari kekeliruan perawatan. Dengan mengenali bahwa Monstera membutuhkan sirkulasi udara tanah yang lebih besar dan cahaya yang lebih kuat untuk melubangi daunnya, seseorang tidak akan memperlakukannya sama persis seperti Philodendron semak yang menyukai keteduhan konstan di lantai hutan.
Pertanyaan Seputar Perbedaan Monstera dan Philodendron
Apakah tanaman Monstera bisa memproduksi buah yang aman untuk dimakan?
Ya, spesies Monstera deliciosa yang ditanam langsung di habitat luar ruangan berbatu dapat menghasilkan buah berbentuk silinder unik yang rasanya lezat menyerupai perpaduan buah pisang, nanas, dan mangga, dengan catatan buah tersebut wajib dipastikan sudah matang sepenuhnya karena buah Monstera yang masih muda mengandung kristal kalsium oksalat tinggi yang beracun dan dapat memicu iritasi parah pada dinding tenggorokan manusia.
Mengapa daun tanaman Philodendron di dalam ruangan tiba-tiba mengecil dan batangnya tumbuh memanjang kurus?
Kondisi tersebut merupakan gejala etiolasi yang terjadi karena tanaman Philodendron diletakkan di area yang terlalu gelap atau kekurangan pasokan cahaya matahari tidak langsung, sehingga secara alami batang tanaman akan tumbuh meregang secara agresif dan memanjang ke arah sumber cahaya terdekat demi bertahan hidup sembari mengorbankan ukuran serta ketebalan helaian daun barunya.
Bagaimana cara paling mudah membedakan Monstera adansonii dengan Philodendron menjuntai bagi orang awam?
Cara paling mudah adalah dengan melihat keberadaan lubang pada lembaran daunnya, di mana tanaman Monstera adansonii sejati memiliki lubang-lubang berbentuk oval tertutup yang berada di bagian tengah badan daun tanpa memutus tepi luar daun, sementara jenis Philodendron merambat seperti Philodendron hederaceum memiliki daun berbentuk hati polos yang utuh tanpa ada lubang ataupun belahan sama sekali di permukaannya.
Apakah semua jenis tanaman dari genus Monstera dan Philodendron aman bagi hewan peliharaan?
Seluruh bagian tubuh dari tanaman genus Monstera dan Philodendron mengandung senyawa kimia kristal kalsium oksalat yang tidak larut air, sehingga kedua jenis kelompok tanaman hias ini dikategorikan beracun bagi hewan peliharaan seperti kucing dan anjing karena dapat menyebabkan pembengkakan mulut, air liur menetes berlebih, hingga kesulitan menelan jika bagian batangnya tidak sengaja terkunyah.
Kapan waktu yang paling ideal untuk mengganti pot dan media tanam pada Monstera dewasa?
Penggantian pot atau tindakan repotting pada tanaman Monstera dewasa paling ideal dilakukan setiap dua hingga tiga tahun sekali ketika sistem akar udara dan akar bawah tanahnya sudah terlihat sangat padat mengitari bagian dasar pot, atau saat pertumbuhan daun baru sudah mulai melambat akibat kehabisan nutrisi esensial pada media tanam yang lama.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8951332/original/085159600_1782971069-pexels-adri-ana-423950603-35155772.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8948009/original/065624600_1782969040-PPG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3457538/original/038165100_1621227090-13092.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2292498/original/072108900_1532605069-20180726-Cuaca-Panas-Amerika-Serikat-6.jpg)