5 Fakta Terkait Muktamar X PPP Diwarnai Kericuhan, Sempat Terjadi Baku Hamtam

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Muktamar X pada Sabtu 27 September 2025 di Ancol, Jakarta Utara.

Diterbitkan 28 September 2025, 11:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Muktamar X pada Sabtu 27 September 2025 di Ancol, Jakarta Utara. Pada Muktamar ini, PPP akan mengukuhkan seorang ketua umum definitif, setelah sebelumnya dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

Muktamar X PPP pun resmi dibuka, Sabtu 27 September 2025 di Hotel Mercure Ancol. Acara dibuka secara resmi usai Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono tiba di ruang ballroom utama.

Kedatangan Mardiono disambut riuh teriakkan dukungan para kader yang mendukungnya untuk kembali maju sebagai calon ketua umum PPP.

"Lanjutkan," seru para Muktamirin di dalam ruang lokasi acara.

Jalannya muktamar sempat memanas saat Plt Ketum Muhammad Mardiono baru memberikan salam dan akan memberikan sambutan.

Suasana yang memanas ini sempat berlangsung hampir selama 10 menit. Belum diketahui pasti apa penyebab terjadinya kericuhan tersebut.

Namun, mereda setelah moderator mengajak para peserta yang hadir atau Muktamirin untuk bersholawat bersama.

Muktamar PPP pun diwarnai baku hantam. Kejadian itu berlangsung seusai pidato pembuka dari Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono di ruang utama ballroom Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara, Sabtu malam 27 September 2025.

Awalnya, para peserta muktamar saling sahut berteriak 'lanjutkan' dan 'perubahan'. Tidak jelas apa makna dari dua kata tersebut yang menjadi penyulut keriuhan.

Namun kegaduhan di dalam ruang utama berhasil diredam oleh Satgas Pengamanan. Hanya saja, hal itu berlanjut saat peserta mulai keluar ruang utama.

Kedua kubu di Muktamar X PPP yang awalnya hanya saling sahut verbal bertambah menggunakan fisik.

Berikut sederet fakta terkait kericuhan muktamar X PPP dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Sempat Terjadi Perang Yel Pendukung

Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi dibuka, Sabtu 27 September 2025 di Hotel Mercure Ancol. Acara dibuka secara resmi usai Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono tiba di ruang ballroom utama.

Kedatangan Mardiono disambut riuh teriakkan dukungan para kader yang mendukungnya untuk kembali maju sebagai calon ketua umum PPP.

"Lanjutkan," seru para Muktamirin di dalam ruang lokasi acara.

Sekjen PPP Arwani Thomafi mengatakan, usai seremoni pembukaan, Plt Ketua Umum PPP Mardiono akan memberikan pidato pembuka.

"Acara dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP, dihadiri oleh jajaran urus DPW, utusan dari DPW, dan utusan dari DPC," kata Arwani kepada awak media di lokasi sebelum dimilainya acara, Sabtu 27 September 2025.

Pria karib disapa Gus Arwani itu menjelaskan, Muktamar adalah forum permusyawaratan tertinggi PPP yan mempunyai kewenangan untuk membahas nasib partai lima tahun ke depan, mulai dari kepengurusan, dan juga termasuk anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

Selain itu, melalui Muktamar juga, akan dihasilkan sejumlah rekomendasi serta keputusan-keputusan lainnya yang memang menjadi aspirasi dari para muktamarin.

"Jadi, Muktamar ini bukan semata-mata untuk memilih kepengurusan baru di periode 2025-2030, tetapi juga akan banyak, ya diharapkan banyak membahas tentang bagaimana melakukan perbaikan-perbaikan, upaya-upaya pembaharuan di PPP," tutur Gus Arwani.

Gus Arwani menambahkah, sebagai amanat dari Mukernas II bulan Desember 2024, tema transformasi PPP untuk Indonesia, penting untuk menjadi pijakan dalam Muktamar. Khususnya untuk menentukan kandidat ketua umum, mekanismenya akan dilangsungkan dalam rapat di Muktamar.

"Jadi nanti ada rapat dimulai dari paripurna pertama nanti, jadwal Muktamar, lalu paripurna kedua nanti membahas tentang tata tertib Muktamar. Dilanjutkan rapat paripurna berikutnya adalah laporan pertanggungjawaban pengurus DPP 2020-2025, selanjutnya terkait dengan pemilihan ketua umum," jelas Gus Arwani.

Soal calon ketum PPP, Gus Arwani tak mau secara gambling bicara siapa saja yang bakal maju. Namun mengakui beberapa kandidat yang sudah muncul di media.

"Kalau dilihat dari media, kita lihat ada beberapa nama, tapi saya belum bisa memastikan mereka atau beliau-beliau yang nama disebut itu akan seperti apa nanti di Muktamar kami, belum bisa memastikan," kata dia.

Sebagai informasi, hadir sejumlah kader elit partai seperti Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Romahurmuziy atau Rommy, Ketua Mahkamah Partai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ade Irfan Pulungan, dan Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, tokoh muda PPP Gus Idror.

 

2. Muktamar PPP Sempat Memanas

Jalannya muktamar sempat memanas saat Plt Ketum Muhammad Mardiono baru memberikan salam dan akan memberikan sambutan. Suasana yang memanas ini sempat berlangsung hampir selama 10 menit. Belum diketahui pasti apa penyebab terjadinya kericuhan tersebut.

Namun, mereda setelah moderator mengajak para peserta yang hadir atau Muktamirin untuk bersholawat bersama.

Setelahnya, Mardiono pun kembali melanjutkan sambutannya atau pidatonya tersebut. Lalu, ditengah-tengah itu banyak teriakan dari para kadernya.

"Lanjutkan, lanjutkan," teriak sejumlah kader PPP di lokasi, Sabtu (27/9).

Teriakan itu kemudian disambut oleh sejumlah kader lainnya.

"Perubahan, perubahan," sambut teriakan kader PPP lainnya.

Diketahui, ada tiga nama yang digadang-gadang menjadi Calon Ketua Umum (Ketum). Mereka yakni Muhammad Mardiono, Agus Suparmanto dan Husnan Bey Fananie.

 

3. Diwarnai Baku Hamtam Antar Kader

Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan Pembangunan (PPP) diwarnai baku hantam.

Kejadian itu berlangsung seusai pidato pembuka dari Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono di ruang utama ballroom Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara, Sabtu malam 27 September 2025.

Awalnya, para peserta muktamar saling sahut berteriak 'lanjutkan' dan 'perubahan'. Tidak jelas apa makna dari dua kata tersebut yang menjadi penyulut keriuhan.

Namun kegaduhan di dalam ruang utama berhasil diredam oleh Satgas Pengamanan. Hanya saja, hal itu berlanjut saat peserta mulai keluar ruang utama.

Kedua kubu di Muktamar X PPP yang awalnya hanya saling sahut verbal bertambah menggunakan fisik.

Saling dorong, baku hantam tak bisa diredam. Lempar-lemparan pun terjadi, bahkan dengan kursi. Namun akhirnya berhasil dilerai oleh para sesama kader.

"Kita ini saudara bapak-bapak semua," teriak mereka yang coba mendinginkan situasi.

Mengetahui hal itu, Mardiono mengaku tidak bakal tinggal diam. Dia akan meminta bantuan polisi untuk mendalami siapa yang menjadi penyebab dalam peristiwa tersebut.

"Semuanya (diusut) ada CCTV. Kemudian tentu polisi nanti akan melakukan penyelidikan," respons Mardiono.

 

4. Ricuh hingga Ada yang Dibawa ke Rumah Sakit, Sebut Ada yang Mau Ambil Paksa PPP

Mardiono mengatakan, kader yang mengalami luka itu seperti bibir hingga kepala.

"Saya juga menyayangkan terjadinya sebuah keributan yang kemudian menimbulkan korban, di mana ada beberapa kader kami yang saat ini sedang ada di rumah sakit, yang mengalami cedera di bagian kepala, kemudian di bagian bibir, dan lain sebagainya," kata dia.

"Dan tentu ini nanti akan kita lanjutkan dengan proses hukum. Karena itu, dalam demokrasi tidak boleh dicederai oleh hal-hal yang tidak secara konstitusional," sambungnya.

Ia menjelaskan, kejadian kerusuhan itu sudah terekam dalam kamera Closed Circuit Television (CCTV). Sehingga, nantinya akan dilakukan penyelidikan oleh aparat kepolisian.

Mardiono pun mengungkapkan, ada pihak yang ingin mengambil alih paksa PPP.

"Nah tentu rekan-rekan juga sudah tahu ya bahwa sejak 2 minggu terakhir itu sudah ada beberapa kelompok-kelompok yang ingin secara ilegal ya, untuk ya dengan catatan mungkin ya mengambil alis secara paksa dan itu tidak dibenarkan menurut AD-ART ya," jelasnya.

"Karena Partai PPP ini adalah partai kader yang memang ini seluruh kader yang ada CCTV ini juga berproses ya. Dari bawah ini para ketua wilayah, para sekretaris wilayah, dan para wakil ketua umum, termasuk saya sendiri," sambungnya.

Sehingga, dirinya menegaskan, belum pernah ada sejarah di PPP tiba-tiba ada orang dari luar yang kemudian masuk.

"Nah tentu rekan-rekan media juga memahami bahwa setiap organisasi ya bahkan negara atau juga rumahnya rekan-rekan media di rumahnya kan juga ada aturannya kan. Kalau tiba-tiba tetangga atau orang lain masuk langsung masuk ke kamar ya, ya enggak bisa kan. Ya kalau masuk ya sebagai tamu lah gitu," pungkasnya.

 

5. Mardiono Sebut Tanda-Tanda Gangguan Terlihat Sejak Awal, Polisi Bakal Selidiki

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyayangkan terjadinya kericuhan dalam Muktamar ke-10 yang menyebabkan sejumlah kader mengalami luka hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono mengatakan kericuhan tidak seharusnya terjadi dalam forum musyawarah tertinggi partai.

"Ada beberapa kader kami yang mengalami cedera di bagian kepala, kemudian di bagian bibir, dan lain sebagainya. Tentu ini nanti akan kita lanjutkan dengan proses hukum," ujar Mardiono di Jakarta, melansir Antara, Minggu (28/9/2025).

Mardiono kemudian menyebut, tanda-tanda gangguan sudah terlihat sejak awal Muktamar. Ia menduga ada kelompok yang tampaknya memiliki agenda tertentu dalam Muktamar kali ini.

"Sejak awal sudah ada gelagat pihak-pihak lain yang akan memaksakan kehendak dalam proses Muktamar ini untuk kepentingan tertentu," ucap Mardiono,

Forum Muktamar dalam pemilihan sendiri berjalan secara tertutup, dan hanya dihadiri internal partai. Namun dia mengatakan, pihaknya telah mengantongi rekaman CCTV yang akan menjadi bukti bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

"Ada CCTV, nanti polisi akan melakukan penyelidikan," terang Mardiono.

Ia menegaskan demokrasi harus dijalankan secara konstitusional.

"Dalam demokrasi tidak boleh dicederai oleh hal-hal yang tidak secara konstitusional," terang Mardiono.

Pimpinan Sidang Muktamar Amir Usmara juga menyayangkan dinamika sidang yang memanas hingga kursi terbalik. Namun, ia memastikan keputusan aklamasi pemilihan ketua umum telah sah diambil sebelum kericuhan terjadi.

Dia menegaskan forum Muktamar ke-10 telah sah memilih Muhammad Mardiono secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPP periode 2025-2030.

"Keributan berlangsung setelah palu aklamasi diketuk. Jadi secara formal Muktamar sudah memutuskan," jelas Mardiono.

Mardiono menyebut, langkah mempercepat proses pemilihan didasarkan pada Pasal 11 AD/ART PPP sebagai upaya penyelamatan forum agar tidak berlarut dalam keributan.

"PPP berharap Muktamar ke-10 bisa kembali berjalan tertib hingga penutupan pada Senin 29 September 2025," tutur dia.

"PPP juga akan tetap melanjutkan rangkaian muktamar sesuai jadwal, termasuk pembentukan tim formatur dan bimbingan teknis pada 29 September, sembari menyerahkan penanganan kericuhan kepada aparat penegak hukum," tandas Mardiono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6