Dampingi Luhut, Menhut Raja Juli Pastikan Dukungan Pengembangan TSTH2

Turut hadir dalam peninjauan Menko Pangan Zulkifli Hasan.

Diperbarui 20 September 2025, 05:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menhut dukung TSTH2 di Humbang Hasundutan untuk ketahanan pangan.
  • TSTH2 sejalan program Presiden Prabowo terkait food estate.
  • Indonesia miliki potensi 9.600 jenis tanaman obat belum tergarap.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mendampingi Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meninjau Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2). Menhut memastikan dukungannya terhadap TSTH2 yang memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan.

Peninjauan progres pengembangan TSTH2 ini dilakukan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Jumat (19/9/2025). Turut hadir dalam peninjauan Menko Pangan Zulkifli Hasan.

"Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura ini merupakan KHDTK Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus, ada 35 KHDTK di Indonesia dan ini merupakan salah satu yang paling baru. Dengan segala otoritas yang kami miliki di Kehutanan kami akan mendukung sepenuhnya pengembangan KHDTK TSTH2 ini," ujar Menhut Raja Antoni.

Raja Antoni mengatakan hadirnya TSTH2 sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto salah satunya terkait ketahanan pangan hingga puat tanaman herbal. Terlebih ia menuturkan Indonesia memiliki lebih dari 30.000 spesies tumbuhan, dengan 9.600 jenis di antaranya diketahui memiliki khasiat obat.

"TSTH2 ini sangat sejalan dengan program prioritas Pak Presiden Prabowo Subianto terkait food estate dan ketahanan pangan, dimana membutuhkan bibit dan tanaman yang berkualitas," ujarnya.

"Negara Indonesia memiliki lebih dari 30.000 spesies tumbuhan, di mana 9.600 jenis di antaranya diketahui memiliki khasiat obat, namun baru sekitar 300 jenis yang benar-benar masuk dalam pengobatan modern. Angka ini adalah potret betapa luasnya potensi yang belum tergarap melalui bioprospeksi," sambungnya.

 

Butuh Kolaborasi

Menhut Raja Antoni menyebut pengembangan TSTH2 ini membutuhkan kolaborasi dan dukungan peningkatan kapasitas mayarakat lokal.

Menurutnya, peningkatan ini bisa dilakukan dengan kerjasama bersama Kemenhut melalui BP2SDM.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6