Maksimalkan Fungsi Hutan, Menhut Akan Berikan 17 Juta Bibit Pohon hingga Akhir 2025

Bibit-bibit ini diberikan dari seluruh persemaian yang dimiliki oleh Kementerian Kehutanan.

Diperbarui 09 September 2025, 05:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni membagikan 1.000 bibit kepada masyarakat di Wilayah Bogor, Jawa Barat. Sepanjang tahun 2025 ini, Kementerian Kehutanan menargetkan 17 juta bibit pohon yang akan diberikan kepada masyarakat.

Pembagian bibit ini dilakukan usai Menhut Raja Antoni melakukan tinjauan ke Persemaian Rumpin di Bogor, Senin (8/9/2025). Dalam kunjungannya, Menhut Raja Antoni turut didampingi Wamenhut Sulaiman Umar, Sekjen Kemenhut Mahfudz dan Dirjen PDASRH Dyah Murtiningsih.

Kementerian Kehutanan diketahui memiliki 54 persemaian permanen (skala produksi 1 juta batang) dan 7 persemaian besar (skala produksi di atas 5 juta batang) yang dikelola oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) dan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH). Seluruh persemaian ini memiliki target produksi bibit tahun 2025 sebanyak 17 juta batang, dengan sumber pendanaan dari APBN (10 batang) dan pendanaan Folu Net Sink 2030 (7 juta batang).

“Kami menargetkan sebanyak 17 juta bibit atau batang pohon akan didistribusikan atau dibagikan secara gratis kepada masyarakat di tahun 2025 ini. Bibit-bibit ini diberikan dari seluruh persemaian yang dimiliki oleh Kementerian Kehutanan,” ujar Menhut Raja Juli Antoni.

Menhut mengatakan, pemaksimalan Persemaian Rumpin ini dilakukan selain untuk pemulihan lahan kritis namun juga sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga dan memaksimalkan fungsi hutan untuk masyarakat.

“Saya sebagai pembantu Presiden diminta oleh Pak Presiden Prabowo agar menjaga hutan dan memaksimalkan fungsi hutan untuk kesejahteraan masyarakat, salah satunya yang dilakukan dengan memaksimalkan penyemaian bibit-bibit tanaman hasil hutan bukan kayu (seperti Mangga, Alpukat, Durian dan lainnya) yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Menhut Raja Juli Antoni.

Dalam kesempatan ini, Raja Antoni berdiskusi dan mendengarkan keluhan dan permintaan warga. Menhut mendorong agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik bibit-bibit yang dihasilkan oleh Persemaian Rumpin. Terlebih bibit-bibit ini diberikan secara gratis, dimana masyarakat hanya perlu membawa KTP.

"Bibit-bibit ini gratis. Setiap orang dengan modal membawa KTP dapat memperoleh maksimal 25 bibit pohon," ujar Raja Antoni.

 

Menhut Tekankan Pentingnya Peningkatan Kapasitas Manggala Agni

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmennya melindungi kawasan hutan. Salah satunya, dengan investasi nyata dalam bentuk peningkatan kapasitas Manggala Agni untuk pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan.

“Sebagai ujung tombak pengendalian karhutla, peran Menggala Agni sangat vital. Peningkatan kapasitas ini bukan sekadar pelatihan melainkan investasi nyata bagi perlindungan hutan, masyarakat, dan lingkungan secara keseluruhan,” ujar Menhut Raja Juli Antoni, dalam Sambutannya, di Balai P2SDM Wilayah III Rumpin, Kabupaten Bogor, Senin (8/9/2025).

Peningkatan kapasitas ini dilakukan melalui Pelatihan Satuan Manggala Agni Reaksi Taktis Plus (SMART+) Tahun 2025. Pelatihan yang dibuka langsung oleh Menhut Raja Antoni ini merupakan kolaborasi antara Pusat Diklat SDM, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM dan Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Ditjen Gakkum Kementerian Kehutanan.

Disebutkan, periode Januari–Minggu I September 2025, tercatat 2.076 kejadian karhutla di seluruh Indonesia yang ditangani oleh Manggala Agni dan pihak terkait lainnya. Pada Januari sampai dengan 31 Agustus 2025, luas karhutla mencapai 213.984,51 hektare (24.211,69 ha lahan gambut dan 189.772,51 ha lahan mineral), dengan provinsi terdampak teratas yaitu NTT, Sumatra Utara, NTB, Kalimantan Barat, dan Riau.

Meski begitu, Menhut Raja Antoni memastikan kebakaran hutan di Riau dan Kalimantan Barat telah berhasil dikendalikan dan memasuki status transisi. Hal ini berkat adanya kerjasama dari semua pihak, baik Manggala Agni, BNPB, BMKG, TNI dan Polri.

“Kebakaran di Riau dan Kalimantan Barat dapat dikendalikan sehingga saat ini sudah memasuki status transisi, namun demikian, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan. Penanganan karhutla dibantu oleh sinergi sektor daratan, udara, serta modifikasi cuaca. Ketahanan kita sebagai bangsa terlihat dari kolaborasi nyata antar instansi, dan semangat personel yang luar biasa,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6