Liputan6.com, Jakarta - Mata Sofiatun masih sembab. Sesekali dia seka air mata yang terus mengalir. Dia peluk erat foto berbingkai putih bergambar sang anak, Andika Lutfi Falah. Sofiatin masih tak percaya anak kesayangannya itu pergi secara tragis dalam kericuhan demo besar di Jakarta.
Di depan tembok kusam dekat lemari kayu, foto Andika itu lantas dibiarkan 'berdiri' di lantai. Foto Andika itu menjadi pengingat segala kenangan atas remaja 16 tahun itu semasa hidup.
Suasana rumah Andika di Blok B5/6, Perumahan Puri Bidara Permai, Kecamatan Tigaraksa, Tangerang mendadak ramai disambangi keluarga dan tetangga.
Advertisement
Sebuah tenda berdiri tegak. Bangku-bangku berbahan plastik dijejer di depan rumah berkelir putih. Bendera kuning dipasang di ujung jalan. Warga datang untuk mengirimkan doa untuk Andika dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan. Bahkan, ratusan orang ikut mengantarkan Andika ke pusara.
Andika meninggal menjadi korban kekerasan saat ricuh pecah 28 Agustus 2025 malam di sekitar Gedung DPR/MPR. Remaja asal Tigaraksa itu koma usai kepalanya dihantam benda tumpul. Setelah dirawat di ICU Rumah Sakit Dr Mintoharjo selama tiga hari, nyawanya tak tertolong.
Sofiatun memilih merelakan kepergian Andika. Dalam hatinya, Sofiatun merasa tenang bila ikhlas anak bungsunya berpulang. "Saya sudah ikhlas, doakan anak saya husnul khatimah, meninggal dalam keadaan syahid," doa Sofiatun.
Sosok Andika dan Cita-Cita yang Pupus
Andika dikenal sangat mudah bergaul dari segala usia. Sosoknya aktif dan suka membantu sekitarnya begitu lekat di ingatan warga. "Anaknya supel banget, mau aja ikut-ikut kegiatan. Diajak kerja bakti mau, suka bantu-bantu warga," ujar salah seorang warga setempat.
Ayah Andika, Abdul Gofur bercerita sang anak punya mimpi mendaftarkan diri sebagai TNI, setelah lulus sekolah nanti. Bermodal tinggi 185 m, Andika menyiapkan diri dengan matang. Andika menempa fisik dengan rajin olahraga, mendaki gunung sampai aktif ikut Paskibra.
"Tingginya itu sekitar 185 cm, makanya mungkin dikira mahasiswa saking tingginya," kata Gofur.
Mimpi besar Andika itu harus putus. Andika pergi sekolah tanpa pulang kembali ke rumah. Foto Andika di ruang tamu mengingatkan semua orang tentang sosok pemuda supel yang pergi bersama semangat dan perjuangannya menjadi seorang tentara.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5335128/original/043467700_1756787748-IMG-20250902-WA0046.jpg)
Advertisement
Jejak Andika Hilang Tak Terlacak
Detik-detik sebelum Andika meninggal dunia begitu membekas dan meninggalkan trauma bagikeluarga. Di hari Kamis, Andika berangkat ke sekolah seperti biasa. Pada jam 11 siang, keluarga mendapat telepon dari pihak sekolah. Andika dikabarkan meninggalkan sekolah dengan alasan ingin mengantar ibunya.
"Sekolah memberitahu kalau Andika izin jam 11 siang keluar dari sekolah untuk mengantar ibunya. Tapi sampai jam 1 siang, belum sampai rumah," kata Rofik, paman korban.
Saat itu, Andika tidak membawa handphone ataupun identitas diri. Handphone ataupun tanda pengenal pelajarnya hilang dia mendaki di Gunung Gede.
Keluarga mulai resah. Mulai menghubungi teman-teman dekat korban untuk mencari tahu keberadaan Andika. Sayangnya, keberadaan Andika belum terlacak.
Pada Jumat sore, 29 September 2025, sekitar pukul 17.00 Wib sore, kakak korban, Andrean mendapat info dari media sosial. Informasi di media sosial itu menyebut ada satu pendemo dalam keadaan kritis namun tanpa identitas di RS Dr. Mintoharjo.
"Akhirnya kakak Andika ini langsung meluncur ke sana, benar itu Andika," kata Rofi.
Andrean kaget bukan main. Kondisi Andika sudah dalam keadaan koma di ruang ICU. Di sebelah kiri kepalanya ada luka akibat benda tumpul. Tiga hari dirawat, nyawa Andika tak tertolong.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331244/original/022657600_1756398432-Untitled-3.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289290/original/023754000_1783397828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T111624.224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5143694/original/079839900_1740549746-WAWANCARA_PRESIDEN_KE-6_SBY_ANG__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334764/original/036525600_1756744466-tang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289170/original/048335500_1783394486-063_2284674341.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289160/original/045856400_1783393532-063_2284950784.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289056/original/097559000_1783389885-063_2284969451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709339/original/015500500_1782788430-neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929771/original/004907300_1782959836-bos3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8906115/original/073442900_1782946797-belgia.jpg)