Satu Orang jadi Tersangka Penyerangan Polres Jakarta Timur

Polisi belum merinci lebih jauh terkait pengusutan kasus penyerangan Polres Jakarta Timu

Diperbarui 03 September 2025, 16:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi menetapkan satu tersangka penyerangan Polres Jakarta Timur.
  • Penyerangan melibatkan batu dan bom molotov, membakar banyak kendaraan.
  • Beberapa Polsek lain di Jakarta Timur juga diserang massa.

Liputan6.com, Jakarta Polisi telah menetapkan satu orang tersangka terkait penyerangan Polres Jakarta Timur, yang menjadi rangkaian kerusuhan aksi unjuk rasa DPR. Penyerangan dengan batu dan bom molotov membuat sejumlah kendaraan yang terparkir di halaman polres terbakar.

"Baru penetapan satu tersangka penyerangan Mako Polres," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan kepada wartawan, Rabu (3/9/2025).

Identitas Pelaku Masih Dirahasiakan

Dicky belum merinci lebih jauh terkait pengusutan kasus penyerangan Polres Jakarta Timur, termasuk identitas dari tersangka yang baru ditetapkan. Petugas sejauh ini masih melengkapi berkas dari perkara tersebut.

"Ini masih awal, kasih waktu," jelas dia.

Detik-Detik Polres Jaktim Diserang

Massa menyerang markas Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) di Jalan Matraman Raya, Kecamatan Jatinegara, Kota JakartaTimur, Sabtu (30/08/2025). Puluhan kendaraan berupa mobil dan sepeda motor yang terparkir di depan gedung hangus terbakar.

Dikutip dari Antara, massa datang berbondong-bondong dan langsung melempari gedung Polres dengan batu serta benda keras lainnya.

Tindakan anarkis itu membuat situasi di sekitar markas Polres Metro Jaktim sempat mencekam.Pada Sabtu pagi, Sekitar pukul 08.00 WIB, terlihat sejumlah orang sedang mempereteli bangkai mobil yang terbakar.

Beberapa pemulung dan warga sekitar mencopot pintu kendaraan dan membawanya dengan menggunakan sepeda motor maupun gerobak.

Sisa Kerusuhan jadi Tontotan Warga

Salah satu warga yang ada di lokasi, Mario (42), menceritakan kondisi di depan Polres Metro Jakarta Timur masih ramai oleh warga yang menyaksikan sisa-sisa kerusuhan.

"Tapi kalau massa aksi tidak ada, sudah tidak kelihatan," ujar Mario.

Dia juga mengatakan sejumlah mobil dan truk di halaman Polres sudah hangus terbakar.

"Mobil polisi di dalam beberapa hangus, pokoknya sudah hancur lah di dalam sama massa," ucap Mario.

Polres Metro Jaktim menjadi salah satu titik penyerangan massa pada Jumat (29/8) malam hingga Sabtu dini hari. Massa disebut melemparkan molotov berkali-kali ke area dalam Polres Metro Jaktim.

Selain Polres Metro Jaktim, ada lima Polsek di Jakarta Timur yang juga diserang massa, yakni Polsek Matraman, Makasar, Ciracas, Jatinegara dan Cipayung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6