7 Cara Merawat Ayam Kampung saat Musim Kemarau agar Tidak Kekurangan Air

Cara merawat ayam kampung saat musim kemarau penting dilakukan dengan menyediakan air bersih dan menjaga kandang tetap teduh agar ayam tidak kekurangan air.

Diterbitkan 13 September 2026, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musim kemarau membuat kebutuhan air ayam kampung perlu mendapat perhatian lebih. Cuaca yang panas dan ketersediaan air yang terbatas dapat membuat ayam lebih cepat haus, terutama jika kandang berada di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.

Cara merawat ayam kampung saat musim kemarau agar tidak kekurangan air sebenarnya cukup sederhana. Selain memastikan air minum selalu tersedia, peternak juga perlu memperhatikan posisi tempat minum, kebersihan air, hingga kondisi kandang. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Minggu (13/9/2026). 

1. Pastikan Air Minum Selalu Tersedia

Hal paling penting dalam merawat ayam kampung saat musim kemarau adalah memastikan air minum tidak pernah kosong. Ayam membutuhkan air untuk membantu mengatur suhu tubuh dan menunjang aktivitas sehari-hari.

Sebaiknya cek tempat minum beberapa kali dalam sehari. Jangan hanya mengandalkan pemeriksaan pada pagi hari karena air bisa cepat berkurang atau habis ketika cuaca sangat panas.

2. Letakkan Tempat Minum di Area Teduh

Tempat minum sebaiknya tidak diletakkan di bawah paparan sinar matahari langsung. Air yang terlalu lama terkena panas dapat menjadi hangat sehingga ayam kurang tertarik untuk minum.

Pilih area kandang yang teduh dan memiliki sirkulasi udara cukup. Jika kandang minim tempat teduh, Anda bisa menambahkan peneduh sederhana di atas atau sekitar tempat minum.

3. Gunakan Lebih dari Satu Tempat Minum

Salah satu cara sederhana untuk mencegah ayam kampung kekurangan air adalah menyediakan beberapa tempat minum. Cara ini juga membantu ketika jumlah ayam cukup banyak dan mereka harus berbagi tempat minum.

Tempatkan wadah di beberapa titik yang mudah dijangkau ayam. Dengan begitu, ayam tidak perlu berkumpul di satu tempat hanya untuk mendapatkan air.

4. Ganti Air Secara Rutin

Air minum yang tersedia sepanjang hari tetap perlu diganti secara rutin. Debu, sisa pakan, kotoran, atau kotoran dari lingkungan sekitar dapat masuk ke dalam wadah.

Jangan menunggu air terlihat keruh untuk menggantinya. Bersihkan wadah dan isi kembali dengan air bersih agar ayam tetap mendapatkan air minum yang layak.

5. Bersihkan Tempat Minum Setiap Hari

Kebersihan tempat minum tidak kalah penting dari jumlah air yang tersedia. Wadah yang kotor dapat menjadi tempat menumpuknya lendir, sisa pakan, dan kotoran.

Cuci tempat minum secara teratur, terutama jika wadah berada di area kandang yang mudah terkena debu. Setelah dibersihkan, isi kembali dengan air bersih.

6. Sediakan Tempat Berteduh agar Ayam Tidak Kepanasan

Selain air minum, kondisi kandang juga perlu diperhatikan ketika kemarau. Kandang yang terlalu panas dapat membuat ayam lebih tidak nyaman dan meningkatkan kebutuhan air.

Pastikan tersedia area teduh yang dapat digunakan ayam untuk beristirahat. Ventilasi juga perlu dijaga agar udara dapat bergerak dengan baik dan panas tidak terperangkap di dalam kandang.

7. Perhatikan Kondisi Ayam saat Cuaca Sangat Panas

Peternak perlu lebih sering mengamati perilaku ayam ketika suhu udara meningkat. Ayam yang terlihat terengah-engah, lebih banyak diam, atau menjauh dari area yang panas perlu mendapat perhatian.

Pastikan air minum mudah dijangkau dan ayam memiliki tempat untuk berlindung dari panas. Pemeriksaan lebih sering pada siang hari dapat membantu mencegah masalah akibat kekurangan air dan panas berlebih.

Jangan Hanya Mengandalkan Satu Wadah Air

Saat musim kemarau, air dapat habis lebih cepat dari perkiraan. Karena itu, menyediakan cadangan wadah minum menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan peternak ayam kampung.

Jika satu wadah kosong, ayam masih dapat memperoleh air dari wadah lainnya. Namun, semua wadah tetap harus dijaga kebersihannya dan ditempatkan di lokasi yang tidak terkena panas matahari secara langsung.

Perhatikan Ketersediaan Air dari Pagi hingga Sore

Waktu pemeriksaan juga perlu diperhatikan. Saat musim kemarau, pengecekan sebaiknya dilakukan sejak pagi dan diulangi pada siang hingga sore hari.

Dengan pemeriksaan rutin, peternak dapat segera mengetahui jika air habis, tumpah, atau tercemar. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga ayam tetap mendapatkan air sepanjang hari.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Merawat Ayam Kampung saat Musim Kemarau

1. Apakah ayam kampung membutuhkan lebih banyak air saat musim kemarau?

Ya. Cuaca panas dapat meningkatkan kebutuhan ayam terhadap air. Karena itu, air minum sebaiknya selalu tersedia dan diperiksa secara berkala.

2. Berapa kali air minum ayam kampung harus diganti?

Air sebaiknya diganti secara rutin dan segera diganti jika terlihat kotor, keruh, atau tercemar. Wadah juga perlu dibersihkan agar kualitas air tetap terjaga.

3. Apakah tempat minum ayam boleh diletakkan di bawah sinar matahari?

Sebaiknya tidak. Tempat minum lebih baik diletakkan di area teduh agar air tidak cepat menjadi hangat dan tetap nyaman diminum ayam.

4. Apa yang harus dilakukan jika air cepat habis saat kemarau?

Tambahkan jumlah tempat minum dan lakukan pemeriksaan lebih sering. Cara ini membantu memastikan ayam tetap mendapatkan air meskipun salah satu wadah sudah kosong.

5. Selain air, bagaimana cara menjaga ayam kampung saat cuaca panas?

Sediakan tempat berteduh, pastikan sirkulasi udara kandang baik, jaga kebersihan tempat minum, dan pantau kondisi ayam secara lebih rutin ketika cuaca sangat panas.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6