Keluarga Kaget Pelajar Andika jadi Korban Rusuh Demo Saat Lihat Medsos: Luka Kepala dan Tak Sadar

Keluarga mengetahui Andika menjadi korban saat demo ricuh dari media sosial.

Diperbarui 02 September 2025, 14:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Andika Lutfi Falah (16) meninggal setelah dirawat akibat demo ricuh 28 Agustus 2025.
  • Keluarga mengetahui Andika korban dari medsos karena ia ditemukan tanpa identitas.
  • Ibunda Andika ikhlas dan tidak ingin memperkarakan kematian putranya.

Liputan6.com, Jakarta - Andika Lutfi Falah (16), meninggal dunia setelah menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit. Dia menjadi korban saat demo 28 Agustus 2025 berujung ricuh.

Andrean, kakak korban menceritakan, keluarga mengetahui adiknya menjadi korban saat demo ricuh dari media sosial. Karena saat peristiwa terjadi, Andika tidak membawa identitas apapun.

"Makanya pada saat kejadian, adik kami ditemukan tanpa identitas. Lalu kami menemukannya di media sosial, kalau ada pelajar kritis di Rumah Sakit Dr Mintoharjo, akhirnya saya samperin ke sana," ujarnya saat ditemukan di rumah duka di rumah duka di Blok B5/6, Perumahan Puri Bidara Permai, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/9/2025).

Menurut Andrean, adiknya memang baru kehilangan dompet dan ponsel saat naik gunung beberapa pekan sebelumnya.

"Makanya kemarin itu, dia tidak punya handphone untuk komunikasi dengan keluarga ataupun identitas," ujarnya.

Kondisi Andika Saat Ditemukan

Saat ditemukan, kondisi Andika sudah memprihatinkan. Banyak luka di kepala sebelah kiri dan tidak sadarkan diri. Setelah mendapatkan kabar dari medsos, dia coba menghubungi pihak rumah sakit.

"Saat saya datang ke rumah sakit, ternyata benar itu adik saya sudah ada di ruang ICU," katanya.

Andika dirawat tiga malam di ICU. Hingga akhirnya, Senin sekitar pukul 08.30 Wib, Andika mengembuskan napas terakhirnya.

"Kami ikhlas, kami hanya minta doanya, agar adik kami meninggal dalam keadaan husnul khotimah,"ujarnya.

Ibunda Ikhlas Tak Ingin Memperkarakan

Sofiatun, ibunda Andika, mengaku ikhlas dengan kepergian putra tercinta. Saat ditemui di rumahnya, wajah Sofiatun tampak lusuh. Mata bengkak dan lemas karena belum tidur.

Dikarenakan sudah ikhlas, dia meminta apa terjadi pada putra bungsunya itu tidak diungkit kembali apalagi diperkarakan.

"Sudah, saya ikhlaskan. Doakan saja, anak saya husnul khotimah," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6