Profil Ahmad Sahroni: Dicopot dari Pimpinan Komisi III DPR RI, Ini Deretan Kontroversinya

Ahmad Sahroni dicopot dari Pimpinan Komisi III DPR RI akibat kontroversi pernyataannya yang viral.

Diperbarui 04 September 2025, 10:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ahmad Sahroni, seorang politisi dari Partai NasDem, baru-baru ini dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Keputusan ini diambil setelah pernyataannya yang menyebut rakyat sebagai "Orang Tolol Sedunia" viral di media sosial. Pencopotan ini menimbulkan berbagai reaksi di kalangan masyarakat dan politisi.

Ahmad Sahroni lahir di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 8 Agustus 1977. Sebelum terjun ke dunia politik, ia menjalani berbagai pekerjaan untuk membantu ekonomi keluarganya. Sahroni memulai karier politiknya dengan bergabung ke Partai NasDem pada tahun 2013 dan menjadi anggota DPR RI sejak 2014.

Pada 29 Agustus 2025, Fraksi Partai NasDem mengumumkan pencopotan Sahroni dari jabatannya dan mengalihkannya ke Komisi I DPR RI. Posisi yang ditinggalkannya kini diisi oleh Rusdi Masse Mappasessu. Pencopotan ini disebut sebagai langkah penyegaran oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim.

Penyebab Pencopotan Ahmad Sahroni

Pernyataan kontroversial yang dilontarkan Ahmad Sahroni menjadi pemicu utama pencopotannya. Ia menyebut desakan untuk membubarkan DPR sebagai sikap "mental orang tolol". Pernyataan ini muncul saat ia menanggapi kritik publik mengenai gaji dan tunjangan anggota DPR yang dianggap tidak sebanding dengan kinerja mereka.

"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," ujar Sahroni.

Kontroversi ini langsung menuai reaksi keras dari masyarakat dan politisi lainnya. Banyak yang menganggap pernyataannya tidak pantas dan menunjukkan kurangnya empati terhadap suara rakyat. Kritikan juga datang dari dalam partai sendiri, yang menilai pernyataan tersebut merugikan citra Partai NasDem.

Deretan Kontroversi Ahmad Sahroni

Pencopotan Ahmad Sahroni tidak terlepas dari beberapa kontroversi lainnya yang pernah dilontarkannya. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pernyataan "Orang Tolol Sedunia": Sahroni menyebut rakyat yang menyerukan pembubaran DPR sebagai "mental orang tolol sedunia".
  • Kritik terhadap Istilah OTT KPK: Ia mengusulkan agar KPK mengganti istilah Operasi Tangkap Tangan setelah kader NasDem diciduk.
  • Tanggapan terkait Tunjangan DPR: Sahroni menjadi sorotan karena pernyataannya mengenai tunjangan Rp50 juta untuk anggota DPR di tengah demo buruh.

Reaksi Partai NasDem

Partai NasDem mengkonfirmasi pencopotan Ahmad Sahroni, keputusan tersebut tercantum dalam surat Fraksi Partai NasDem DPR yang ditandatangani Ketua Fraksi Victor Laiskodat dan juga Sahroni sendiri sebagai Sekretaris Fraksi NasDem.

Pengganti Sahroni adalah anggota Komisi I DPR Rusdi Masse Mappasessu. Sementara Sahroni mengisi posisi Rusdi sebagai anggota Komisi I DPR.

“(Surat) Benar,” ujar salah satu politisi NasDem yang enggan disebutkan namanya.

Rumah Dijarah dan Barang-barang Pribadi jadi Konsumsi Publik

Insiden penjarahan rumah Ahmad Sahroni terjadi pada 30 Agustus 2025: massa tak dikenal merusak dan mengambil barang-barang di rumahnya, termasuk koleksi pribadi, menurut keterangan warga sekitar.

Beredar klaim di media sosial terkait flashdisk yang hilang dan barang-barang pribadi yang diambil dari rumahnya. Namun, Liputan6 melakukan cek fakta dan menyatakan bahwa foto-foto yang dikaitkan dengan objek pribadi Sahroni tidak benar berasal dari rumahnya

Tak Hanya Dinonaktifkan, DPR Diminta Stop Tunjangan dan Gaji Ahmad Sahroni

Fraksi Partai NasDem secara resmi meminta penghentian sementara gaji, tunjangan, dan fasilitas yang melekat pada Ahmad Sahroni sejak status mereka dinonaktifkan oleh partai. Permintaan ini merupakan bagian dari penegakan integritas dan mekanisme internal partai, sambil menunggu putusan final Mahkamah Partai.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6