Prabowo: Efisiensi Anggaran Jangan Diartikan Potong Transfer Daerah

Prabowo menuturkan transfer ke daerah ada yang langsung dan tak langsung, namun semuanya dialokasikan untuk pemerintah daerah.

Diperbarui 28 Agustus 2025, 15:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan efisiensi anggaran bukan berarti pemotongan dana transfer ke daerah (TKD). Dia menuturkan transfer ke daerah ada yang langsung dan tak langsung, namun semuanya dialokasikan untuk pemerintah daerah.

"Saya percaya, bupati-bupati ibu kota lain seperti itu juga. Jadi efisiensi jangan diartikan potong transfer daerah, transfer daerah ada yang langsung dan ada yang tidak langsung tetapi semuanya untuk daerah," kata Prabowo dalam acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo Tahun 2025 di ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis (28/8/2025).

Dia menuturkan pemerintah pusat tahun ini mengalokasikan Rp 171 triliun untuk program makan bergizi gratis (MBG) di desa dan kabupaten. Pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp 330 triliun untuk transfer ke daerah.

"MBG adanya di desa-desa, MBG ada di kecamatan-kecamatan, MBG ada di kabupaten-kabupaten, dan yang kita turunkan ke daerah itu pada tahun ini ada Rp171 triliun yang akan masuk ke desa-desa," jelasnya.

"Tahun depan kita anggarkan Rp 330 triliun. Ya menteri keuangan? Rp 335 triliun. Rp 330 triliun itu masuk ke semua desa," sambung Prabowo.

MBG Sudah Jangkau 24 Juta Orang

Prabowo menjelaskan bahwa program MBG sudah menjangkau 24 juta penerima manfaat mulai dari, ibu-ibu, anak-anak, hingga ibu hamil. Sementara itu, sebagai 6.610 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sudah beroperasi.

"Jadi kita maju terus, secara riil, setiap hari terus meningkat sampai ujung Desember 82,9 penerima manfaat semua anak Indonesia termasuk ibu hamil. Ini program yang dilirik semua dunia," tuturnya.

Dia pun membandingkan capaian program MBG Indonesia dengan Brasil. Prabowo menyebut program MBG di Brasil baru terealisasi 40 juta penerima manfaat selama 11 tahun.

"Kita diuntungkan sama teknologi, tetapi enggak gampang mencapai semua desa di Indonesia. Kita menghadapi desa terpencil, pulau-pulau yang jauh. Tetapi enggak ada urusan mereka anak Indonesia, mereka akan kita bela, mereka akan kita beri makanan. Karena mereka anak Indonesia, di mana pun mereka adalah tanggung jawab Republik Indonesia," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6