FUN Chess FISIP UI Bersaudara Meriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Catur dinilai mampu memperkuat persaudaraan dan persatuan antara alumni FISIP sebagaimana tema HUT ke-80 Republik Indonesia yaitu 'Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju'.

Diperbarui 18 Agustus 2025, 04:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Boni Hargens gelar 'FUN Chess FISIP UI Bersaudara' untuk merawat persaudaraan alumni.
  • Catur melambangkan strategi dan persaudaraan; ILUNI UI akan jadi laboratorium gagasan.
  • Boni dukung penindakan tambang ilegal dan korupsi BUMN untuk tingkatkan pendapatan negara.

Liputan6.com, Jakarta - Calon Ketua Umum Ikatan Alumni (ILUNI) Universitas Indonesia, Boni Hargens menggelar 'FUN Chess FISIP UI Bersaudara'. Perlombaan tersebut digelar, bertepatan dengan Hari Raya Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Jakarta, Minggu (17/8).

Boni mengatakan, dalam permainan catur terdapat filosofi mengasah strategi, selain itu, catur dinilai mampu memperkuat persaudaraan dan persatuan antara alumni FISIP sebagaimana tema HUT ke-80 Republik Indonesia yaitu 'Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju'.

"Ini sebetulnya kan merawat persaudaraan di kalangan alumni FISIP UI yang menjadi rumah kamilah. Selama ini kita semua tercecer kemana-mana karena pekerjaan dan segala macam. Momen Pemilihan Ketua Umum ILUNI ini kami jadikan kesempatan untuk kita bersilaturahmi," kata Boni saat acara, seperti dikutip Minggu (17/8/2025).

Pengamat politik ini menambahkan, catur bukan masalah strategi semata, tetapi juga keterikatan dan kerjasama. Pasalnya, langkah lawan sangat tergantung pada langkah kita, begitu juga sebaliknya. Selain itu, setiap bidak memiliki perannya masing-masing, karena itu perlu adanya kerjasama dan saling ketergantungan satu sama lain.

Artinya, lanjut Boni, ada keterikatan antara dua pemain sehingga menunjukkan semua pihak harus saling terikat oleh persaudaraan, komitmen untuk mengedepankan kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.

"Komitmen saya untuk menonjolkan fungsi ILUNI UI sebagai advokasi kebijakan sehingga akan menjadikannya sebagai laboratorium gagasan. Kita dirikan Tower Iluni, kita akan punya sentra-sentra untuk analisis kebijakan di sana, dan kita lakukan advokasi kebijakan kepada pemerintah," gagas Boni.

"Jadi kalau ada kebijakan yang salah, misalnya kementerian tertentu mengeluarkan kebijakan yang membebankan rakyat, kita diagnosa, ini kebijakan salah paradigma, maka kita perlu alternatif. Kita kasih alternatifnya, hasil kajian ILUNI UI," harap Boni.

 

Tindak Tambang Ilegal

Boni memastikan, dirinya sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo untuk menindak tegas tambang-tambang ilegal dan korupsi di setiap instansi, khususnya BUMN. Menurut dia, langkah itu akan mencegah kebocoran anggaran negara dan meningkatkan pendapatan negara.

"Jika Pak Prabowo bicara soal pemberantasan tambang ilegal, bicara soal korupsi BUMN, bagi kami itu terobosan besar. Padahal kalau pajak tambang itu yang resmi, itu dioptimalkan, pendapatan negara meningkat pajak. Maka pajaknya kita pungut, di situlah potensi pendapatan negara besar," yakin Boni.

Boni menilai, jika terobosan dan keberanian Presiden Prabowo bisa terwujud, maka pemerintah tidak perlu lagi mengeluarkan kebijakan yang membebani rakyat seperti kenaikan pajak PBB hingga ratusan persen seperti yang terjadi belakangan ini.

"Nah ini pendekatan yang paling visibel dan juga tepat konteks, yaitu mengelola kembali manajemen pertambangan, menghabisi semua akar masalahnya yaitu penambangan ilegal," Boni menandasi.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6