Disebut Kakak Adik dengan Gerindra, PDIP: Sinyal-Sinyal dari Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menyebut Partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) seperti kakak beradik.

Diterbitkan 22 Juli 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyebut Partai Gerindra dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) seperti kakak beradik.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menilai pernyataan itu adalah sinyal dari Prabowo soal kedekatan psikologis PDIP-Gerindra.

"Sinyal-sinyal yang ingin ditujukan Pak Prabowo bahwa PDIP punya hubungan psikologis juga dengan Gerindra. Karena dulu ketika berdirinya Gerindra Pak Prabowo menjadi wakil nya Bu Mega tahun 2009," ujar Deddy pada wartawan, Selasa (22/7/2025).

Menurut Deddy, dari pernyataan Prabowo tersebut bisa diartinya PDIP punya posisi istimewa bagi Prabowo.

"Beliau (Prabowo) menempatkan PDIP pada posisi yang special di pikiran beliau," jelas Deddy.

Sebelumnya, Politikus PDIP Guntur Romli menyebut pernyataan Prabowo menunjukkan kedekatan Prabowo-Megawati.

"Pernyataan itu untuk menunjukkan Pak Prabowo sebagai pengagum Bung Karno, kedekatan Pak Prabowo dgn Ibu Megawati, dan Gerindra dgn PDI Perjuangan yg sama-sama partai nasionalis," kata Guntur saat dikonfirmasi, Selasa (22/7/2025).

Meski memiliki kedekatan dengan Gerindra, Guntur menegaskan PDIP masih berada di luar pemerintah.

"Namun posisi PDI Perjuangan sampai saat ini berada di luar pemerintahan, kalau pun ada perubahan biasanya akan diputuskan di Kongres," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Prabowo menyinggung semboyan Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno bahwa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri. Dia menyebut Soekarno adalah milik semua rakyat Indonesia.

"Saya percaya bahwa niat kita semua adalah ingin Indonesia lebih baik, ingin Indonesia sejahtera, ingin Indonesia sungguh-sungguh merdeka, ingin Indonesia bangkit, berdiri di atas kaki kita sendiri. Itu semboyan proklamator kita, pendiri bangsa kita, Bung Karno, yang saya katakan Bung Karno adalah milik seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo sebagaimana disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin 21 Juli 2025.

 

Prabowo Sampaikan pada Puan Maharani

Prabowo pun menyampaikan kepada Puan yang merupakan cucu Bung Karno, bahwa Sang Proklamator itu juga ayahnya. Bahkan, dia mengaku memiliki pemikiran Marhaenisme yang dianut Bung Karno.

"Nuwun sewu Mbak Puan, Bung Karno Bapak saya juga. Mungkin kalau dipotong, ini yang keluar Marhaen juga ini. Ini sebenarnya PDIP sama Gerindra ini kakak adik ini," ucap dia.

Kendati begitu, kata Prabowo, negara barat mengajarkan sebuah demokrasi. Sehingga, harus ada partai politik yang berada di luar koalisi pemerintah.

"Hal ini agar ada pihak-pihak yang mengoreksi kebijakan-kebijakan pemerintah. Meski di luar koalisi, Prabowo menganggap PDIP sebagai seorang saudara," ucap dia.

"Tapi benar, kita ini karena apa ya, demokrasi kita kan diajarkan oleh negara barat, jadi enggak boleh koalisi. Satu, itu memang benar, harus ada yang di luar, koreksi kita gitu, ngoreksi tapi ya sedulur, ya kan?" tutup Prabowo Subianto.

 

Prabowo Panggil Politikus PDIP Bambang Pacul dengan Sebutan 'Korea'

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memanggil Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul dengan sebutan 'Korea' dalam acara peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).

Bambang Pacul hadir di acara peluncuran duduk dekat dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani dan Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto. Ketiganya merupakan politikus PDI Perjuangan (PDIP).

Awalnya, Prabowo menyapa para tamu undangan yang terdiri dari pimpinan lembaga negara dan menteri Kabinet Merah Putih. Saat menyapa Bambang Pacul, Prabowo pun menyinggung julukan Korea.

"Hadir Ketua DPR RI Saudari Puan Maharani, hadir Ketua DPD RI Saudara Sultan Najamudin, hadir Wakil Ketua MPR RI Saudara Bambang Wuryanto," kata Prabowo saat mengawali sambutan di peluncuran Koperasi Desa Merah Putih sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Senin 21 Juli 2025.

"Kalau Pacul itu panggilan sehari-hari, Korea bukan? Ada lagi istilah Korea," sambungnya.

Usai acara, Prabowo bersama sejumlah menteri diminta untuk membunyikan sirene sebagai tanda resmi diluncurkannya 80.00 Koperasi Desa Merah Putih. Prabowo kemudian meminta Puan, Utut, dan Bambang Pacul untuk ikut naik ke atas panggung.

"Korea (Bambang Pacul), naik," ucap Prabowo.

Puan Maharani tampak berdiri di sebelah Prabowo saat peluncuran Koperasi Desa Merah Putih. Usai peluncuran, Prabowo tampak berbincang dan bercanda bersama Bambang Pacul.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6