Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia, mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang telah menjual 24 bayi asal Indonesia ke Singapura. Dia pun meminta, para pelaku dihukum berat sebab menjadi tragedi kemanusiaan yang tidak dapat ditoleransi.
"Sebagai politisi perempuan, hati saya hancur mendengar kabar ini. Kasus ini adalah pukulan telak dan tamparan keras bagi sistem perlindungan anak nasional kita. Negara tidak boleh kalah dari sindikat seperti ini," kata Farah dalam keterangan diterima, Senin (21/7/2025).
Politikus dari Fraksi PAN tersebut juga mendorong adanya kerja sama lintas lembaga yang solid untuk memastikan perlindungan bagi para korban. Dirinya menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah menelusuri nasib ke-24 bayi tersebut. Dia pun meminta Kementerian Luar Negeri, melalui Kedutaan Besar RI di Singapura, untuk memperkuat sinergi dengan Kepolisian dan otoritas imigrasi Singapura guna melacak keberadaan anak-anak tersebut.
Advertisement
“Mereka adalah Warga Negara Indonesia yang wajib kita lindungi, di mana pun mereka berada,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi I yang membidangi luar negeri, pertahanan, komunikasi dan informasi serta intelijen, Farah meminta aparat penegak hukum dan Badan Intelijen Negara (BIN) memperkuat kerja sama dan analisis intelijen guna memetakan serta memutus mata rantai TPPO, khususnya yang menyasar anak-anak.
"Ke depan, kita harus terus memperkuat peran intelijen sebagai garda terdepan pencegahan. Kemampuan deteksi dini perlu terus dioptimalkan agar kita selangkah lebih maju dari para pelaku kejahatan, demi memastikan perlindungan bagi setiap anak bangsa," minta dia.
Farah berharap, kasus dapat segera dituntaskan, para pelaku dihukum maksimal untuk memberikan efek jera, dan yang terpenting, ke-24 bayi korban TPPO dapat ditemukan dan dikembalikan ke lingkungan yang aman.
"Kasus ini harus menjadi momentum bagi kita semua untuk mengevaluasi dan memperkuat kembali benteng pertahanan kita dalam melindungi setiap anak Indonesia dari segala bentuk eksploitasi," dia menandasi.
Terungkap
Sebagai informasi, kasus terungkap setelah Polda Jawa Barat berhasil membongkar sebuah jaringan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berskala internasional. Menurut keterangan pihak kepolisian, sindikat ini telah beroperasi sejak tahun 2023 dan telah menjual sedikitnya 24 bayi asal Indonesia ke Singapura.
Sindikat tersebut menjualnya dengan harga antara Rp11.000.000 hingga Rp16.000.000 per anak. Dalam pengungkapan kasus ini, pihak kepolisian telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka yang diduga kuat terlibat dalam jaringan tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4248175/original/004012500_1670032909-Hl_V.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314177/original/064272800_1785736202-mahfud_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4032168/original/078212600_1653378088-cek_fakta_wuhan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313962/original/012980500_1785727335-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T102000.247.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163620/original/085175800_1742023532-WhatsApp_Image_2025-03-15_at_13.06.34.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513389/original/092791600_1772011751-1781.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513126/original/085783100_1772003455-1777.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513003/original/036326400_1772000862-1775.jpg)