Peringatan Dini BMKG Cuaca Indonesia Kamis 17 Juli 2025: Berpotensi Hujan Ringan hingga Lebat

BMKG mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Kamis (17/7/2025).

Diperbarui 17 Juli 2025, 09:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Kamis (17/7/2025).

Dikutip dari laman resmi BMKG, Prakirawan Sentia Arianti mengatakan, secara umum daerah konvergensi memanjang di Laut Filipina dan perairan timur Filipina, Samudra Hindia barat Lampung, Laut Andaman, Laut Aceh, Laut China Selatan, Laut Halmahera, dan Laut Banda.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi," kata BMKG dikutip dari Antara, Kamis (17/7/2025).

Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, di antaranya Merauke.

Sementara itu, lanjut Sentia, cuaca beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan, yaitu Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Tanjung Selor, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, Palu, Mamuju, Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.

"Ada pun cuaca Indonesia di beberapa kota besar yang lain diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan, meliputi Banda Aceh, Padang, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Denpasar, Kupang, Pontianak, Manado, Gorontalo, Kendari, Makassar, dan Manokwari," papar dia.

"Untuk prakiraan tinggi gelombang air laut di wilayah Indonesia, BMKG memprakirakan umumnya berada di kisaran 0,5 hingga 2,5 meter," sambung Sentia.

 

Potensi Gelombang Tinggi

Sementara, lanjut Sentia, gelombang tinggi hingga 4 meter berpotensi terjadi di sekitar Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, perairan selatan Jawa hingga Bali, Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat.

"Masyarakat diimbau agar mewaspadai potensi banjir rob di pesisir Kepulauan Riau, Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Maluku, dan Papua Selatan," jelas dia.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim) dilanda hujan ringan pada Kamis sore (17/7/2025), sedangkan wilayah lainnya cerah berawan.

"Jakarta Barat diprakirakan cerah berawan pagi ini, kemudian berawan tebal pada siang hari. Namun, pada sore hingga malam hari wilayah itu diperkirakan berawan dengan suhu rata-rata 27 derajat Celcius," kata BMKG melalui laman resminya, melansir Antara, Kamis (17/7/2025).

 

BMKG: Cuaca Jakarta Mayoritas Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Kamis 17 Juli 2025

Begitu pun, lanjut BMKG, cuaca Jakarta Pusat yang juga diperkirakan cerah berawan pada pagi hari, kemudian berawan tebal pada siang hari. Namun, pada sore hingga malam hari diperkirakan cerah berawan dengan suhu rata-rata 28 derajat Celcius.

"Lalu, Jakarta Selatan diperkirakan cerah berawan pagi ini dan berawan tebal pada siang hari. Namun, pada sore hari Jakarta Selatan hujan ringan hingga malam hari dengan suhu rata-rata 28 derajat Celcius," papar BMKG.

Kondisi hampir serupa diprakirakan terjadi di Jakarta Timur. Wilayah itu cerah berawan pagi ini, kemudian berawan tebal pada siang hari.

Namun, sore harinya diprediksi hujan ringan dan kembali cerah berawan pada malam hari dengan suhu rata-rata 27 derajat Celcius.

"Cuaca Jakarta Utara juga cerah berawan pagi ini, kemudian berawan tebal pada siang hari. Lalu, pada sore harinya wilayah itu kembali cerah berawan hingga malam hari dengan suhu rata-rata 27 derajat Celcius," terang BMKG.

Sementara itu, cuaca Kepulauan Seribu diperkirakan cerah berawan pada pagi dan berawan siang hari. Kemudian, kembali cerah berawan pada sore hingga malam hari dengan suhu rata-rata 28 derajat Celcius.

 

Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif pada Kamis Pagi 17 Juli 2025

Sebelumnya, kualitas udara Kota Jakarta tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif pada Kamis (17/7/2025) dan menduduki peringkat keempat terburuk se-Indonesia. Hal itu seperti disampaikan dalam laman IQAir dengan pembaruan pada pukul 06.00 WIB.

"IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 126 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 45,5 mikrogram per meter kubik atau 9,1 kali lebih tinggi nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," ujar laman IQAir, melansir Antara, Kamis (17/7/2025).

PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih lebih kecil 2,5 mikron (mikrometer) yang ditemukan di udara termasuk debu, asap, dan jelaga.

Paparan partikel ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Rekomendasi kesehatan terkait kualitas udara saat ini yakni, kelompok sensitif sebaiknya menghindari beraktivitas di luar ruangan, mengenakan masker saat berada di luar, menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor, dan menyalakan penyaring udara.

Adapun kualitas udara Jakarta tercatat berada pada urutan keempat sebagai kota paling berpolusi di Indonesia, setelah Tangerang Selatan, Banten dengan poin 162; Tangerang, Banten (137), dan Bekasi, Jawa Barat (136).

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mendorong kerjasama konkret dengan daerah-daerah penyangga untuk bersama-sama menurunkan emisi, khususnya dari sektor industri yang aktivitasnya turut mempengaruhi udara di Jakarta.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6