Liputan6.com, Jakarta - Indonesia buka suara soal penolakan Israel terhadap peta jalan 15 poin untuk mengimplementasikan rencana komprehensif pemulihan Jalur Gaza.
Indonesia menilai penolakan tersebut berpotensi menggagalkan upaya kolektif masyarakat internasional untuk mengakhiri perang dan memulihkan kehidupan masyarakat Palestina di Gaza.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Vahd Nabyl A. Mulachela, mengatakan Indonesia memandang peta jalan implementasi comprehensive plan yang telah disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sebagai bentuk upaya kolektif yang ekstensif dan mendapat dukungan luas dari berbagai pihak.
Advertisement
“Sebetulnya pemerintah Indonesia memandang bahwa roadmap implementasi dari comprehensive plan sebagaimana yang disahkan dalam resolusi DK PBB itu adalah bentuk dari upaya kolektif yang ekstensif dan juga didukung oleh banyak pihak dengan tujuan mengakhiri perang, kemudian menciptakan stabilitas untuk bangsa Palestina dan juga negara-negara di kawasan,” kata Nabyl di kantor Kemlu, Kamis (13/8/2026).
Menurut Nabyl, rencana tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengakhiri konflik, tetapi juga menciptakan kondisi yang lebih stabil bagi masyarakat Palestina serta negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Karena itu, Indonesia menolak tindakan sepihak yang dinilai dapat menghambat atau menggagalkan pelaksanaan kesepakatan yang telah menjadi bagian dari upaya internasional tersebut.
“Kami menolak adanya penolakan sepihak yang dapat menggagalkan upaya kolektif tersebut dan juga menegaskan supaya kita kembali pada asas kepatuhan dan urgensi implementasi dari comprehensive plan roadmap tersebut,” ujar Nabyl.
Nabyl menambahkan, Indonesia menekankan pentingnya seluruh pihak mematuhi dan menjalankan peta jalan tersebut secara penuh. Menurutnya, komitmen terhadap implementasi menjadi penting agar tujuan mengakhiri perang, memulihkan Gaza, dan menciptakan stabilitas kawasan dapat diwujudkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4842263/original/039942900_1716616217-Gorengan1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5498488/original/012344400_1770708812-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_2.26.42_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3392807/original/024131100_1614839198-KRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182873/original/071417500_1744109076-20250408-Penutupan_IHSG-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)