Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham 28 September-2 Oktober 2026 hingga meninggalkan posisi 6.200. Analis menilai, sentimen IHSG didorong sejumlah faktor internal dan eksternal seperti imbal hasil obligasi.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (3/10/2026), IHSG sepekan turun 3,28% menjadi 6.036,88 dari pekan lalu 6.241,89. Koreksi IHSG juga diikuti kapitalisasi pasar saham BEI. Kapitalisasi pasar saham BEI turun 2,55% menjadi Rp 10.627 triliun dari pekan lalu Rp 10.905 triliun.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG merosot 3,28% dalam sepekan dan masih didominasi oleh tekanan jual yang relatif meningkat. Sejumlah sentimen menekan IHSG. Pertama, Herditya menuturkan, ada kenaikan dari yield atau imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang sempat mencapai 5,3% untuk tenor 10 tahun tertinggi sejak 2002.
Advertisement
“Kedua, dengan ada kenaikan ini, menekan negara-negara emerging market di mana nilai tukarnya cenderung tertekan terutama rupiah,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.
Ketiga, ia mengatakan, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS diperkirakan menyebabkan aliran dana keluar, dan diperkirakan investor asing mulai mengurangi risiko terhadap aset di Indonesia,” kata Herditya.
Faktor keempat, Herditya menuturkan, penerapan kebijakan batas bawah Rp 1 yang selain meningkatkan likuiditas juga meningkatkan volatilitas.
Selain itu, selama sepekan ini, investor asing melakukan aksi jual saham mencapai Rp 5,03 triliun. Aksi jual ini lebih besar dari pekan lalu Rp 3,15 triliun.
Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian saham meningkat 72,51% menjadi 50,37 miliar saham dari pekan lalu 29,20 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian saham melompat 5,4% menjadi Rp 12,63 triliun dari pekan lalu Rp 11,98 triliun.
Kemudian rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 7,54% menjadi 1,68 juta kali transaksi dari 1,82 juta kali transaksi.
Kinerja IHSG Pekan Lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497603/original/096409200_1770638744-3.jpg)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan posisi 6.400 pada perdagangan saham 21-25 September 2026. Analis menilai tekanan IHSG sepekan dipicu kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) hingga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (26/9/2026), IHSG turun 3,09% sehingga ditutup ke level 6.241,89 dari pekan lalu 6.441,16.
Demikian juga kapitalisasi pasar BEI yang tertekan. Kapitalisasi pasr BEI turun 3,2% atau Rp 361 triliun menjadi Rp 10.905 triliun dari pekan lalu Rp 11.266 triliun.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG melemah 3,09%, dan masih didominasi oleh tekanan jual. Pergerakan IHSG itu didorong sejumlah sentimen. Pertama, kenaikan suku bunga acuan the Federal Reserve (the Fed) ke level 4%, yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan di atas 5%. Ia menuturkan, hal ini menguatkan indeks dolar AS dan membuat aliran dana asing keluar dari Emerging Market (EM) atau negara berkembang.
Advertisement
Sentimen Pelemahan Rupiah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267162/original/045706800_1602658744-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-5.jpg)
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini berada di 17.942 per dolar AS sehingga meningkatkan kekhawatiran akan capital outflow dan tekanan pada Surat Berharga Negara (SBN). "Ketiga, harga minyak mentah masih menjadi penekan pergerakan bursa, di mana saat ini berada di atas US$ 100 per barel dan akan meningkatkan kekhawatiran inflasi energi global,” kata dia.
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian terperosok 3,95% menjadi 1,82 juta kali transaksi dari 1,89 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian merosot 21,32% menjadi Rp 11,98 triliun dari Rp 15,22 triliun pada pekan lalu. Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian di BEI naik 2,04% menjadi 29,20 miliar saham dari 28,61 miliar saham pada pekan lalu.
Sementara itu, investor asing mencatatkan aksi jual saham mencapai Rp 3,15 triliun. Aksi jual saham oleh investor asing lebih besar dari pekan lalu Rp 2,94 triliun.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364021/original/072430000_1790928361-cek_fakta_-_aturan_pembelian_bbm_pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755472/original/086144900_1778657370-2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182873/original/071417500_1744109076-20250408-Penutupan_IHSG-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390136/original/019934000_1761231981-AP25286531544387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3566690/original/055374600_1631185686-20210909-PPKM-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1542814/original/053555900_1490082341-2017021-Daftar-Orang-Terkaya-Dunia-Tahun-2017-Versi-Forbes-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883221/original/070679200_1720093647-20240704-IHSG-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4304483/original/074971800_1674785664-Saratoga2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672541/original/019976600_1782712122-Direktur_Utama_BEI_periode_2026-2030_Jeffrey_Hendrik-29_Juni_2026b.jpg)