Gaya Colorful Marimekko yang Rayakan Individualitas Kini Hadir di Indonesia

Motif berani dan warna cerah menjadi bahasa Marimekko untuk mengekspresikan diri. Kini hadir melalui empat shop-in-shop di Indonesia.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Warna merah, biru, hijau, dan kuning bertemu dalam komposisi yang berani. Marimekko menghadirkan permainan warna dan motif tersebut dalam ruang yang terasa hidup, tempat busana, tas, dan aksesori tampil seperti potongan cerita yang bisa dikenakan.

Setiap pola mengajak mata berpindah, sementara warna memberi energi pada suasana dan membuka ruang bagi gaya yang lebih personal. Rumah desain asal Finlandia itu resmi membuka shop-in-shop pertamanya di Indonesia pada Selasa, 29 September 2026, melalui kerja sama dengan MAP Group sebagai mitra loose-franchise.

Empat lokasi menjadi pintu pertama untuk mengenal dunia Marimekko, yakni SEIBU Grand Indonesia, SOGO Plaza Senayan, SOGO Pondok Indah Mall 2, dan SOGO Bali Collection.

"Yang membuat Marimekko menarik adalah perpaduan identitas desain yang sangat kuat dengan kebebasan untuk menjadikannya personal. Marimekko tidak menentukan siapa yang harus memakainya atau bagaimana cara mengenakannya," kata Managing Director SOGO Department Stores, Handaka Santosa, di Jakarta, Selasa.

Kebebasan menjadi bagian penting dari daya tarik jenama itu. Identitas visual yang kuat tidak dimaksudkan untuk membuat setiap orang tampil seragam. Warna dan motif justru menjadi kanvas yang dapat diterjemahkan sesuai karakter pemakainya.

Pendekatan tersebut membuat fashion terasa lebih personal. Busana dengan motif mencolok dapat menjadi pusat perhatian dalam penampilan. Tas berwarna cerah bisa menjadi aksen yang sederhana. Aksesori tertentu pun dapat memberi sentuhan berbeda tanpa harus mengubah keseluruhan gaya.

Tak Berhenti pada Pakaian

Dunia Marimekko tidak berhenti pada pakaian. Koleksinya mencakup tas, aksesori, tekstil, tableware, serta berbagai produk dekorasi rumah. Kesamaan bahasa visual membuat motif dan warna khasnya dapat berpindah dari tubuh ke ruang, menghadirkan karakter yang konsisten dalam berbagai bentuk.

Cerita tentang printmaking Marimekko memiliki akar panjang. Perusahaan ini didirikan di Finlandia pada 1951, dengan kain bermotif menjadi salah satu elemen yang membangun identitasnya. Permainan pola dan warna kemudian berkembang menjadi ciri khas yang membuat desainnya mudah dikenali.

"Pasar Indonesia yang terus berkembang menghadirkan peluang menarik bagi konsep lifestyle penuh keceriaan kami yang berakar pada seni printmaking," sebut Natacha Defrance, Senior Vice President Sales Region East Marimekko.

Di Balik Printmaking

Printmaking bagi Marimekko bukan sekadar teknik untuk menghasilkan gambar pada permukaan kain. Seni tersebut menjadi bagian dari karakter desain yang memungkinkan motif tampil kuat tanpa kehilangan ruang untuk interpretasi.

Setiap detail dirancang untuk memberi karakter sekaligus membuka kemungkinan baru bagi pemakainya dalam bereksperimen dengan gaya. Pola yang sama dapat terasa berbeda ketika dikenakan dengan siluet, warna, atau aksesori yang berlainan. Kekuatan itu membuat koleksi Marimekko dapat bergerak melampaui batas musim.

Desainnya tidak hanya berbicara tentang apa yang sedang menjadi tren, tapi bagaimana seseorang ingin membawa warna dan motif ke dalam kesehariannya. Kehadiran Marimekko di Indonesia melanjutkan jejak brand tersebut di Asia.

Perluasan Brand

Secara global, Marimekko memiliki lebih dari 170 toko dan shop-in-shop, dengan lebih dari 90 di antaranya berada di Asia. Kawasan ini menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan internasional perusahaan.

Bagi Marimekko, fashion tidak harus hadir dalam satu definisi. Warna dapat dipilih karena membuat seseorang merasa hidup. Motif bisa dikenakan karena terasa dekat dengan kepribadian. Padu padan tidak harus mengikuti aturan ketika setiap orang memiliki cara sendiri untuk memaknai pakaian.

Semangat tersebut menjadi benang merah kehadiran Marimekko di Indonesia. Dari ruang penuh warna hingga motif yang mencuri perhatian, setiap elemen menawarkan kemungkinan untuk dikenakan dengan cara masing-masing.

Gaya akhirnya bukan tentang mengikuti sebuah formula, melainkan menemukan kebebasan untuk menjadikannya personal.