Instagram Tampil dengan Logo Baru Setelah 10 Tahun, Tuai Pro-Kontra Pengguna

Instagram meluncurkan pembaruan logo baru setelah 10 tahun tidak merombak identitas visual utamanya. Namun, hal ini menuai beragam komentar pengguna.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 09:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Instagram resmi meluncurkan pembaruan logo baru setelah satu dekade atau 10 tahun tidak merombak identitas visual utamanya.

Langkah penyegaran yang diumumkan langsung oleh Head of Instagram, Adam Mosseri, ini ditujukan untuk memberikan kesan yang lebih modern dan bersih. Namun, hal ini langsung menuai ragam reaksi dari para pengguna.

Pembaruan logo tersebut diumumkan Mosseri melalui unggahan di platform Instagram dan Threads pada Kamis (13/8/2026) waktu Amerika Serikat.

"Desain tulisan baru ini dirancang agar tampil lebih tajam dan modern, tanpa menghilangkan nilai kesederhanaan serta keahlian seni yang menjadi fondasi identitas visual awal Instagram," tulis Mosseri.

Kendati dirancang untuk mempercantik estetika platform, tampilan baru ini memicu perdebatan hangat di media sosial. Sebagian pengguna menyambut positif visual yang dinilai lebih segar. Tapi, tak sedikit pula yang melayangkan kritik pedas terhadap gaya tipografi baru yang diusung.

Salah satu poin yang paling banyak disorot pengguna adalah bentuk huruf "r" dalam tulisan Instagram baru yang dinilai sangat mirip dengan huruf "z".

Mengutip TechCrunch, Jumat (14/8/2026), gaya penulisan tersebut mengadopsi elemen huruf kapital sambung.

Karakter tulisan tangan ini ditengarai asing bagi sebagian besar generasi muda saat ini, mengingat metode menulis tegak bersambung sudah semakin jarang diajarkan di institusi pendidikan modern.

Ada yang Lebih Penting dari Logo Baru

Di luar kontroversi tipografi, sebagian netizen menilai perubahan logo ini bukanlah prioritas utama.

Sejumlah komentar mendesak agar Instagram lebih berfokus menangani persoalan krusial di dalam aplikasi, seperti maraknya konten buatan kecerdasan buatan (AI-generated content) yang tidak terfilter serta gangguan dari akun bot yang kian masif.

Menanggapi keresahan terkait AI, Mosseri dalam sebuah sesi podcast terbaru menegaskan bahwa Instagram memandang teknologi AI sebagai peluang untuk meningkatkan nilai dan kualitas para kreator manusia, bukan menggantikannya.

Platform anak perusahaan Meta ini berjanji akan terus memprioritaskan autentisitas dan kreativitas penggunanya.

Rombak Logo Besar-besaran pada 2016

Sebagai catatan, perubahan logo Instagram terakhir kali dilakukan secara besar-besaran pada 2016. Saat itu, Instagram meninggalkan ikon kamera retro berwarna cokelat ikonik dan beralih ke logo kamera minimalis dengan gradasi warna neon tajam yang dikenal hingga hari ini.

Hingga saat ini, Instagram belum memberikan rincian lebih lanjut apakah akan ada pembaruan desain lanjutan pada antarmuka aplikasi dalam waktu dekat.

Kendati menuai respons beragam, kekuatan merek Instagram dinilai tetap solid dan diakui luas oleh pengguna secara global.