Liputan6.com, Jakarta - Bos Instagram, Adam Mosseri, memberikan kesaksian dalam persidangan tingkat tinggi terkait tuduhan kecanduan media sosial (medsos) dan pelanggaran privasi anak yang melibatkan Meta.
Di hadapan pengadilan, Mosseri mengaku "kaget" saat mengetahui instruksi pengacara perusahaan kepada para pegawai untuk membatasi data keselamatan remaja yang disajikan kepadanya.
Persidangan ini diinisiasi oleh jaksa agung dari belasan negara bagian Amerika Serikat (AS). Pihak penggugat menuduh Meta sengaja merancang platform-nya agar membuat anak-anak ketagihan, meskipun riset internal menunjukkan dampak buruk aplikasi tersebut terhadap pengguna muda.
Advertisement
Dalam persidangan, sebagaimana dikutip dari Engadget, Rabu (26/8/2026), terungkap dokumen presentasi tahun 2023 yang disusun tim desainer Instagram.
Dokumen itu mencatat bahwa konten terkait bunuh diri, melukai diri sendiri, dan gangguan makan memiliki proporsi penonton remaja 2,5 kali lebih besar dibandingkan dewasa.
Selain itu, konten yang tergolong "tidak direkomendasikan" disaksikan remaja dengan rasio 1,5 kali lebih tinggi.
Â
Sengaja Hapus Data?
Pesan internal mengungkap seorang pengacara Meta meminta tim untuk menghapus data tersebut demi membatasi "paparan informasi" kepada Mosseri. Menanggapi hal ini, Mosseri menegaskan ia tak pernah mendiskusikan pembatasan informasi untuk dirinya sendiri.
"Saya bukan ahli hukum. Saya tidak yakin apa alasan penghapusan informasi tersebut sebelum sampai ke saya, tetapi saya tidak pernah menyuruh tim menyembunyikan apa pun," ujar Mosseri.
Menurutnya, keterlibatan tim hukum murni untuk memastikan akurasi data dan kepatuhan terhadap hukum.
Sebelumnya, Direktur Desain Produk Instagram, Francesco Fogu, mengaku terkejut saat diminta menyembunyikan data tersebut. Meski demikian, Fogu akhirnya diizinkan menyampaikan data itu secara lisan.
Ia juga menyebut presentasi tersebut menjadi pemicu lahirnya fitur Akun Remaja (Teen Accounts) di Instagram.
Â
Advertisement
Efektivitas Fitur "Istirahat" Dipertanyakan
Sorotan tajam dalam persidangan juga tertuju pada efektivitas fitur pembatas waktu "Take a Break" (Istirahat Sejenak). Data Meta menunjukkan hanya 1,8 persen pengguna yang mengaktifkan fitur ini saat pertama kali diluncurkan pada 2021.
Mantan ilmuwan data Meta, George Volichenko, mengungkapkan bahwa tingkat adopsi fitur tersebut di kalangan remaja sangat mengecewakan, yakni hanya 0,165 persen pada awal peluncurannya, sebelum naik tipis ke 0,2 persen. Ia menilai fitur tersebut sangat mudah diabaikan.
Hakim Yvonne Gonzalez Rogers sempat menegur Fogu karena tidak mengetahui angka adopsi tertinggi fitur tersebut.
"Anda memimpin proyek ini dan Anda tidak tahu berapa angka tertingginya?," cecar Rogers. Fogu beralasan mengolah dan membaca data bukanlah bidang pekerjaannya.
Â
Mark Zuckerberg Ikut Terseret
Mosseri menanggapi kritik tersebut dengan nada frustrasi. Ia menilai fokus persidangan terlalu tertuju pada satu fitur yang gagal, padahal perusahaan terus melakukan perbaikan.
Ia menegaskan bahwa Akun Remaja yang wajib bagi pengguna di bawah 16 tahun kini sudah dilengkapi pembatasan waktu secara otomatis (default).
Kesaksian Mosseri menandai awal dari rangkaian kesaksian para eksekutif pimpinan Meta. Pihak penggugat menuntut denda hingga USD 1,4 triliun (sekitar Rp 22.000 triliun) dan mendesak perubahan mendasar pada desain aplikasi Meta.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, dijadwalkan akan turut bersaksi dalam persidangan ini.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333105/original/058967100_1787731972-Screenshot_2026-08-26_132052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3737806/original/026894900_1639896354-cek_fakta_NU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333294/original/062243300_1787741120-Adam.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323862/original/083705600_1786678011-Logo_baru_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323775/original/031676000_1786674565-Logo_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322525/original/077088400_1786533010-Citra_Anidya_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315721/original/069900300_1785857889-nikita_willy_tunjukkan_buku_anak-anak_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261682/original/089832000_1750679823-Oakley-Meta-HSTN-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554539/original/050504300_1776074556-aldi_taher.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298215/original/091672000_1784154739-shopee_x_meta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297101/original/081052700_1784078635-Google_Images.jpg)