Liputan6.com, Jakarta - Sebuah tren yang beredar di TikTok memicu kekhawatiran baru terkait penyalahgunaan teknologi AI di lingkungan sekolah. Sejumlah remaja laki-laki dilaporkan menggunakan kacamata pintar Meta Ray-Ban untuk merekam sekaligus mengintimidasi siswi di sekolah menengah demi mengejar konten viral di media sosial.
Salah satu video yang menjadi sorotan memperlihatkan seorang siswi berjalan memasuki gedung sekolah saat direkam menggunakan sudut pandang pertama (point of view/POV) dari kacamata pintar. Remaja laki-laki yang mengenakan perangkat tersebut terus membuntutinya sambil melontarkan pertanyaan yang memaksa, seperti meminta akun Roblox, LinkedIn, hingga Reddit milik korban, meski sang siswi berkali-kali mengabaikannya.
Dilansir Futurism, Jumat (21/8/2026), gaya video tersebut menyerupai tren "rizzcam", yakni konten POV yang sebelumnya populer di kalangan pembuat konten dewasa. Mereka memanfaatkan kacamata pintar untuk merekam interaksi dengan perempuan di pusat perbelanjaan, jalanan, atau tempat kerja tanpa persetujuan. Bedanya, dalam kasus terbaru ini, seluruh individu yang terekam merupakan pelajar sekolah menengah.
Advertisement
Laporan Futurism menyebutkan bahwa fenomena ini tidak lagi terbatas pada satu video. Sejumlah unggahan serupa mulai bermunculan di TikTok dan Instagram, yang sebagian besar menampilkan remaja laki-laki merekam teman sekolah perempuan mereka menggunakan kacamata pintar Meta. Praktik tersebut dinilai berpotensi memperluas perundungan dari dunia nyata ke ruang digital karena rekamannya sengaja diunggah untuk mencari perhatian dan jumlah penonton.
Â
Penggunaan Kacamata Meta Ray-Ban
Perangkat yang banyak digunakan dalam tren ini adalah Ray-Ban Meta Smart Glasses, yang dibanderol sekitar US$ 300 hingga US$ 400 (sekitar Rp 5,4 juta hingga Rp 7,2 juta). Kacamata ini memungkinkan pengguna merekam video tanpa terlihat memegang kamera, sehingga korban sering kali tidak menyadari bahwa dirinya sedang direkam.
Fenomena ini memicu kekhawatiran serius mengenai privasi dan keamanan siswa di lingkungan sekolah. Sejumlah pengamat menilai orang tua dan pihak sekolah perlu lebih waspada terhadap penggunaan perangkat berteknologi AI di lingkungan pendidikan, terutama ketika teknologi tersebut justru dimanfaatkan untuk mengintimidasi teman sebaya demi konten media sosial.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4712284/original/099342900_1704930645-cek_fakta_stiker_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329565/original/022781600_1787284896-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-21T105934.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329959/original/042425900_1787306476-teen-boys-meta-glasses-harass-bully-girls-school_716f40.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328148/original/043387300_1787138027-Tugas__46_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326177/original/075847500_1786962305-IMG-20260816-WA0096_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325878/original/090202500_1786944857-1001564837.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325783/original/062320600_1786936256-1001564072.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322762/original/041293200_1786587894-IMG-20260813-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321869/original/028389500_1786507750-272563.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321055/original/059736500_1786425649-Jepretan_Layar_2025-08-11_pukul_12.15.34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318796/original/078018200_1786159757-1001536511.jpg)