Liputan6.com, Jakarta - Di pasaran, terdapat banyak sekali jajaran istilah teknis fast charging seperti USB PD, PPS, SuperVOOC, hingga HyperCharge. Istilah-istilah ini seringkali membingungkan banyak pengguna.
Sebelum ada teknologi pengisian daya cepat ini, pengisi daya lewat USB berjalan sangat lama. Seiring dengan peningkatan penggunaan ponsel pintar, produsen mulai mengembangkan sistem pengisian daya cepat.
Kemudian dari sana, lahir teknologi proprietary seperti Quick Charge dari Qualcomm, SuperVOOC milik Oppo, hingga HyperCharge dari Xiaomi. Demikian sebagaimana dikutip dari Engadget, Rabu (26/8/2026).
Advertisement
Sebagai catatan, adanya port USB-C tidak otomatis menjamin pengisian daya cepat. Kecepatan pengisian biasanya bergantung pada teknologi di dalam perangkat dan kompatibilitas aksesori yang digunakan.
Untuk mendapatkan pengisian fast charging dengan maksimal, pengguna perlu memadukan perangkat dengan kabel dan pengisi daya yang tepat. Menghubungkan ponsel dengan batas daya 20W ke charger 100W tidak akan mendadak mempercepat pengisian daya.
Standar Utama di Pasaran
Saat ini, USB Power Delivery (USB PD) menjadi standar yang paling mendekati status standar universal. Standar ini digunakan secara luas pada ponsel, tablet, hingga laptop.
Versi terbarunya, USD PD 3.1, bahkan mampu menyalurkan daya hingga 240W, dan USB PD 3.2 ditujukan untuk perangkat dengan kebutuhan daya besar seperti laptop dan monitor. Sementara untuk ponsel pintar, daya sebesar itu tidak diperlukan sebagaimana karena keterbatasan termal.
Lini iPhone 17 hingga flagship Android mengandalkan USB PD. Khusus beberapa Android, terdapat fitur Programmable Power Supply (PPS). Fitur ini memungkinkan ponsel meminta penyesuaian tegangan dan arus secara presisi dan real-time, sehingga meningkatkan efisiensi dan membantu mengelola suhu.
Contohnya pada Samsung Galaxy S26 Ultra memanfaatkan PPS untuk sistem Super Fast Charging 3.0 (60W), sementara Google Pixel 11 Pro menggunakan PPS 45W, sehingga lebih optimal.
Di sisi lain, produsen seperti OnePlus, Oppo, dan Xiaomi memiliki protokol sendiri berupa SuperVOOC dan HyperCharge guna mengisi daya 80W hingga 100W. Namun, kecepatan ini umumnya membutuhkan charger dan kabel khusus, serta hanya bekerja maksimal saat kondisi baterai kosong.
Fakta Fast Charging Memengaruhi Battery Health
Terdapat mitos mengenai apakah pengisian daya cepat dapat merusak baterai. Secara teori, suhu panas yang muncul dari pengisian cepat memang mempercepat degradasi baterai lithium-ion.
Namun, ponsel modern kini sudah dirancang untuk memantau suhu, menurunkan daya jika terdeteksi panas berlebih, dan memperlambat arus saat baterai akan penuh.
Meskipun demikian, jika kamu sedang tidak buru-buru mengisi daya secara penuh, pengisian fast charging tidak memiliki keuntungan jangka panjang. Sedangkan pengisian daya yang lebih lambat bisa lebih aman bagi baterai.
Disebutkan untuk tidak mengisi daya di bawah paparan sinar matahari langsung atau saat bermain game berat. Beberapa ponsel seperti seri Galaxy S26, menyediakan fitur pembatasan baterai demi menjaga tingkat daya baterai.
Penting juga untuk mengoptimalkan fitur perlindungan baterai bawaan seperti Optimized Battery Charging pada iPhone atau Battery Protection pada Samsung dan Google Pixel. Fitur ini membantu membatasi pengisian baterai hingga 80%.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5333221/original/001778100_1756612376-petani_milenial_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332053/original/033451400_1787629160-petani_milenial_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261138/original/074186100_1781684312-amanz-agGeiMmS_VQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302681/original/055793600_1754032294-CAS_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327241/original/007998800_1787066676-20260818_222218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160659/original/049504700_1663314774-daniel-romero-jcJFOwBTEck-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303545/original/017837700_1784642438-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_20.50.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299707/original/074716300_1784271733-e59bbee78987-104-e1784187659325.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300446/original/095883500_1784352421-WhatsApp_Image_2026-07-18_at_11.33.43__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302645/original/045260200_1754031585-cas_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2837699/original/007929000_1561528966-iStock-1007787430.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715374/original/095832200_1782801911-rodion-kutsaiev-0VGG7cqTwCo-unsplash.jpg)